Alat Musik Bali

  • 4 min read
  • Sep 24, 2020
gamelan bali
Jaskier
Latest posts by Jaskier (see all)

guratgarut.com – Pulau Bali merupakan tujuan destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun internasional. Selain keindahan alam, Bali juga memiliki kebudayan yang masih terjaga hingga sekarang. Salah satunya ialah Alat Musik Bali.

Alat musik tradisional Bali mempunyai sejarah yang menarik dan memiliki fungsi berbeda pada setiap jenisnya.

Terdapat nuansa Hindu dan mistis yang kental yang menunjukan kearifan lokal pada alat musik tradisional ini.

Walaupun memiliki beberapa persamaan dengan alat musik tradsional di daerah lain, alat musik Bali memiliki ciri khas dan keunikan nya tersendiri.

Maka tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke pulau Bali hanya untuk membeli instrumen musik tradisional ini. Entah itu untuk cinderamata, oleh-oleh, ataupun hanya untuk dikoleksi. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan tentang alat musik bali berikut ini.

Perkembangan dan Sejarah Alat Musik Bali

alat musik bali, bali traditional music
Sumber: kintamani.id

Alat musik tradisional bali ada dan berkembang yang diperkirakan dimulai dari awal abad ke-8 hingga abad ke-14 Masehi pada masa Bali Kuno.

Perkembangan ini dilajutkan ke dalam musik golongan madya yang muncul dan perkembangnya yaitu pada abad ke-15 sampai ke-19. Dan diakhiri pada abad ke-20 hingga sekarang dengan musik golongan baru pada masa Bali yang baru.

Bentuk-bentuk alat musik tradisional ini tersebar ke seluruh daerah di Pulau Bali dan akan terus berkembang ke masa yang akan datang.

Alat musik tradisional Bali golongan tua yang muncul pada tahun 835 caka atau 913 masehi antara lain ialah Gambang, Angklung, Gender Wayang, dan Gong Bhari yang terukir pada prasasti Blanjong.

Jenis-Jenis Alat Musik Bali

jenis alat musik bali
Sumber: kompas.id

Walaupun ada beberapa jenis alat musik bali yang merupakan hasil dari adaptasi alat musik dari daerah lain, tetapi alat musik ini dapat mencerminkan kearifan lokal Bali. Misalnya Rindik yang dibawa oleh orang majapahit pada zaman dahulu.

Setidaknya ada 10 macam jenis alat musik tradisional yang dimiliki oleh pulau dewata ini. Setiap jenisnya memiliki sejarah, keunikan, dan cara memainkan yang berbeda. Diantaranya :

1. Genggong

genggong
Sumber : Dictio.id

Alat musik tradisional ini terbuat dari pelepah pohon enau yang disebut dengan nama pugoug. Merupakan instrumen musis getar yang cukup unik, suara yang dihasilkan memiliki keunikan tersendiri bagi orang yang mendengarnya.

Genggong memiliki cara khusus untuk memainkanya, yaitu dengan cara memanfaatkan rongga mulut pada orang yang memainkanya sebagai resonator.

Alat ini dibunyikan denga cara menggulum atau yanggem pada bagian yang disebut palayah. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri sedangkan tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil yang terhubung dengan tali pada ujung alat sebelah kanan.

Alat musik satu ini merupakan alat musik yang seringkali dimainkan pada acara pernikahan dan juga sebagai sarana hiburan pada masyarakat.

2. Pereret

pereret
Sumber: onlinetshirt.net

Terbuat dari kayu yang dibentuk sedimikian rupa yang kemudian membentuk menjadi trompet. Pareret merupakan alat musik yang dikenal dengan nama pengasih asih, dikarenakan seringkali alat musik ini digunakan untuk menarik lawan jenis para perjaka.

Pareret konon diisi dengan kekuatan gaib oleh dukun atau Jero Balian sebelum dimainkan.

Pareret merupakan alat musik yang digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Alat musik ini dapat dimainkan dengan cara ditiup dan mempunyai bunyi suara yang dapat menawan hati para pendengarnya.

3. Ceng-Ceng

Ceng-Ceng
Sumber: youtube.com

Alat musik yang ketiga ini merupakan alat musik yang terbuat dari delapan buah logam bundar. Pada bagian atas terdapat dua bagian bundar dan pada bagian bawah terdapat enam logam bundar. Memiliki bentuk seperti kura-kura, konon hewan ini memiliki nilai magis yang sangat kuat.

Ceng-ceng merupakan bagian penting dari seperangkat alat musik gamelan di Bali. Dikarenakan alat musik ini dapat menimbulkan efek suara yang dinamis pada saat dimainkan dengan gamelan.

Alat musik ini dimainkan dengan cara memukul logam bundar bagian atas dan bawah. Cara memukulnya yaitu dengan cara memukul logam bundar bagian atas dengan logam bundar bagian bawah yang diarahkan ke atas.

4. Rindik

rindik
Sumber: youtube.com

Alat musik ini mempunyai sejarah yang cukup panjang. Singkatnya alat musik ini adalah “Angklung Reyog” yang merupakan alat musik pada kerajaan Majapahit yang dibawa ke Bali akibat serbuan kerajaan Demak.

Orang Majapahit pada saat itu dan tiba dibali mengalami kesulitan saat merangkai gamelan termasuk angklung karena mengalami pergeseran dan kerusakan. Meskipun angklung tidak dapat dibentuk sedemikian rupa, tetapi tetap menghasilkan suara maka angklung ini berubah menjadi Rindik.

Rindik berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti di tata dengan rapi dan memiliki celah yang sedikit.

Rindik terbuat dari bambu yang bernada salendro dan dapat dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini dimainkan oleh 2 hingga 5 orang yang setiap pemainnya memiliki peran khusus. Dimana 2 orang menabuh Rindik dan sisanya memainkan seruling dan gong pulu.

Pada awalnya Rindik digunakan sebagai alat musik penghibur bagi para petani di sawah dan sebagai pengiring untuk hiburan rakyat “Jogen Bumbung”.

Namun, seiring berjalanya waktu Rindik digunakan sebagai alat musik pengiring untuk acara seperti pernikahan / resepsi atau menyambut tamu.

5. Gamelan Bali

gamelan bali
Sumber : Avisa Jarwar

Selain di Bali gamelan juga dikenal di daerah lain, seperti sebagai alat musik khas Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tetapi ada perbedaan alat musik gamelan bali dengan yang lainya. Perbedaanya terletak pada bentuk dan cara memainkanya.

Alat musik ini merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Denpasar yang khas. Gamelan Bali digunakan atau dimainkan sebagai pengiring suatu pertunjukan kesenian dan juga pada acara yang bersifat sakral seperti upacara keagamaan.

Meskipun pada zaman modern seperti sekarang, gamelan Bali sangat sulit sekali dipisahkan dengan kehidupan masyarakatnya.

6. Gerantang

Gerantang
Sumber: kintamani.id

Merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Denpasar. Terdiri dari beberapa bilah bambu yang dideretkan mendatar. Gerantang dimainkan dengan cara dipukul dengan dua buah alat pemukul semacam Gambang yaitu alat musik tradisional khas Suku Jawa.

Gerantang seringkali digunakan sebagai pengiring acara kesenian “Cupak Gerantang” yang merupakan salah satu kesenian di Bali. Kisah yang menceritakan dua tokoh kakak beradik.

7. Seruling Bali

seruling bali
Summber: lazada.com

Alat musik satu ini tidak memiliki perbedaan yang penting seperti seruling didaerah lain. Terdapat perbedaan pada bagian bentuk dan warnanya saja.

Seruling Bali adalah alat musik yang terbuat dari bahan dasar bambu dan memiliki 6 buah lubang untuk mengatur nada. Cara memainkan alat musik ini dengan cara ditiup.

8. Gong Bali

Gong Bali
Sumber: youtube.com

Gong Bali merupakan alat musik yang terbuat dari logam atau tembaga yang memiliki tonjolan atau bundaran yang terdapat di tengahnya. Terdapat berbagai variasi pada ukuran dan bentuk yang menghasilkan suara yang berbeda.

Alat musik ini telah digunakan dari sejak abad ke-13 dimana terdapat Gong Bali yang dikenal dengan nama Gong Kebyar yang merupakan salah satu instrumen pada Gamelan di Bali.

9. Kendang Bali

Kendang Bali
Sumber: youtube.com

Kendang Bali merupakan instrumen musik yang termasuk dalam perangkat Gamelan seperti Gong Bali / Gong Kebyar. Kendang Bali dimainkan berpasangan yang terdiri dari kendang wadon dan kendang Lanang.

Kendang ini menyerupai alat musik NTB, yaitu kendang panjang. Namun yang sedikit membedakannya ialah dari segi ukuran.

Kendang Bali merupakan salah satu jenis instrumen dalam pertunjukan gamelan golongan madya. Alat musik satu ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan tangan.

10. Gamelan Bumbang

Gamelan Bumbang
Sumber: tatkala.co

Gamelan Bumbang merupakan alat musik Gamelan tradisional yang terbuat dari bahan bambu. Termasuk dalam kategori Gamelan anyar yang dikenal pada abad ke-20 sekitar tahun 1985.

Gamelan ini pertama kali dipentaskan pada tanggal 16 November 1988 yang dilakukan pada saat acara pawai budaya di Desa Sesetan, Denpasar dan menjadi kebiasaan masyarakat Bali secara resmi.

Penutup

Demikian informasi yang kami sajikan terkait alat musik bali yang kami ulas dari berbagai sisi, fungsi dan sejarah yang terdapat dari setiap jenis alat musik tradisional bali.

Tulisan ini dibuat tidak lain sebagai salah satu wujud pelestarian budaya nusantara yang semakin hari semakin terkikis oleh kemajuan zaman dan teknologi. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca dan masyarakat luas.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com