Alat Musik Banten

  • 4 min read
  • Mei 24, 2020
alat musik banten
Jaskier
Latest posts by Jaskier (see all)

Apa saja alat musik tradisional Banten? Isi dari artikel ini setidaknya akan membahas tuntan mengenai jenis dan nama nama dari alat musik khas yang dimiliki oleh Provinsi Banten.


Guratgarut.com – Provinsi Banten terletak di wilayah barat Pulau Jawa, bahkan dahulu daerah ini termasuk bagian dari Jawa Barat. Setelah berpisah dari Jawa Barat, Banten mengalami banyak perubahan.

Lalu bagaimana dengan kebudayaannya?

Pada dasarnya kebudayaan Banten dan Jawa Barat tidaklah jauh berbeda, mengingat merekapun masih satu suku.

Hal tersebut berlaku juga dengan alat musik, antara alat musik tradisional Jawa Barat dengan Banten beberapa di antaranya sama.

Mengenal Alat Musik Tradisional Banten yang Khas

alat musik tradisional banten
Sumber: youtube.com

Kalian mungkin bertanya-tanya mengenai apa saja yang termasuk ke dalam alat musik tradisional Banten. Setelah saya telusuri dari berbagai informasi, terdapat tujuh alat musik yang paling populer dan dikenal.

[su_table responsive=”yes”]

NoNama Alat Musik Banten
1Dogdog Lojor
2Bedug
3Kendang
4Patingtung
5Pantun Bambu
6Bendrong Lesung
7Angklung Buhun

[/su_table]

Ada yang sudah kalian ketahui dari alat musik tradisional di atas? Apabila belum, simak masing-masing penjelasan pada bagian selanjutnya.

7 Alat Musik Banten Populer

Alat musik tradisional begitu identik dengan kayu dan bambu, hal ini berlaku juga untuk alat musik tradisional Banten.

Dimana hampir 80% menggunakan matrial kayu dan bambu. Berikut masing-masing pembahasannya.

1. Dogdog Lojor

Dogdog Lojor
Sumber: indonesiakaya.com

Dogdog lojor adalah alat alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Berbeda dengan dogdog biasa, dogdog lojor memiliki ukuran yang lebih kecil dengan ukuran badan yang lebih panjang.

Bahkan jika dilihat sekilas, dogdog ini hanya mirip dengan satu bilah bambu dengan ukuran besar.

Beberapa bahan yang digunakan dalam membuat dogdog ialah kayu berebentuk bulat yang dilubangi, kemudian ditambahkan kulit hewan, seperti kulit kambing ataupun kulit sapi.

Nama dogdog lojor diambil dari suara yang dihasilkan alat musik dan bentuknya, lojor memiliki arti panjang.

Kita bisa menyaksikan penggunaan dogdog lojor dalam kegiatan adat, seperti ruwatan, seren taun, perayaan hari besar Islam dan lain seabagainya.

Meskipun memiliki bentuk yang kecil, dogdog lojor akan mengeluarkan suara yang cukup nyarik, bahkan keras.

2. Bedug

bedug
Sumber: alif.id

Bagi Muslim, bedug adalah benda yang sangat familiar, sebab pada jaman dahulu benda ini digunakan untuk mengigatkan ibadah solat wajib.

Dilihat dari bentuk, mungkin bedug menyerupai alat musik NTB, yaitu gendang beleq, bedanya memiliki ukuran yang lebih besar.

Selain perbedaaan dari segi ukuran, bedug juga hanya dilapisi kulit satu bagian sisi saja, maka tidaklah mengherankan apabila suara yang dihasilkan lebih nyaring dan keras.

Terdapat berbagai jenis ukuran bedug yang dibuat, dari yang kecil hingga besar, karena di Banten sendiri bedug dijadikan sebuah alat musik, yaitu memainkan bedug secara bersama-sama. Kesenian ini dikenal dengan nama rampak bedug yang diselenggarakan pada idul fitri ataupun idul adha.

Bedug yang digunakan ialah bedug besar dan kecil, dikombinasikan untuk menghasilkan suara yang enak untuk didengar.

Dalam memainkan bedug, biasanya para pemain menggunakan beberapa lagu untuk mengatur tempo, diantaranya;

  1. Pingping cak-cak
  2. Nangtang
  3. Celementre
  4. Rurudatan
  5. Antingsela
  6. Sela gunung
  7. Kelapa samangar

Selain dengan lagu, tempo juga dapat diatur dengan menggunakan gerakan tubuh.

3. Kendang

kendang
Sumber: wikipedia.org

Gendang rasanya menjadi alat musik yang paling umum dan populer, bukan hanya terdapat di banter, bahkan dijadikan juga sebagai alat musik Betawi, alat musik Lampung, alat musik Bengkulu dll.

Apakah terdapat perbedaan antara gendang Banten dengan daerah lain?

Gendang Banteng memiliki kesamaan dengan gendang yang digunakan di oleh Suku Sunda, yaitu Jawa Barat.

Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat Banten pada dahulu adalah bagian dari Jawa Barat.

Gendang memiliki ukuran yang bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaannya. Misal gendang dengan ukuran besar memiliki suara yang lebih nyaris, sedang yang kecil biasana hanya untuk pelengkap.

Masyarakat Banten menggunakan gendang untuk berbagai kesenian, seperti tarian daerah, lau-lagu daerah dan pencak silat.

4. Patingtung

patingtung
Sumber: youtube.com

Patingtung sebenarnya bukan nama satu alat musik, melainkan satu set yang terdiri dari berbagai jenis. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi pertunjukan pencak silat.

Pencak silat sendiri di Banten begitu populer, selain sebagai bela diri, pencak silat memiliki nilai nilai kesenian yang tinggi.

Apa saja yang termasuk ke dalam alat musik patingtung? Setidaknya terdapat 6 alat musik berikut ini;

  1. Gong kempul
  2. Kenong
  3. Kendang
  4. Terompet
  5. Kecrek
  6. Gong panggang

Dengan adanya alat musi-musik di atas, masyarakat banten menyebutnya dengan alat musik patintung.

Bagaimana dengan nada atau suara yang dihasilkan oleh patingtung?

Soal ini tentu tidak dapat diragukan lagi, dengan kehadiran patingtung, pertunjukan seni pencak silat menjadi terasa lebih hdup dan menarik.

Usut punya usut, kata patintung diambil dari suara atau nada yang dihasilkan oleh kombinasi alat musik yang telah disebutkan.

  • Pa, dihasilkan dari suara kendang talipak
  • Ting, suara kendang talipung
  • Tung, Suara kendang yang besar

Patingtung memadukan beberapa alat musik untuk menghasilkan nada yang harmoni, meskipun terdiri dari beberapa kumpulan alat musik, satu sama lain memang tidaklah dapat dipisahkan.

5. Pantun Bambu

Pantun Bambu
Sumber: merahputih.com

Alat musik tradisional yang berasal dari daerah Cilegon ini tidak kalah khas dan unik dengan alat alat musik Banten lainnya.

Alat musik pantun bambu dapat dimainkan setidaknya dengan syarat 3 pantun bambu, masing masing diataranya memiliki fungsi.

  1. Sebagai pantun melodi gendang tepak
  2. Sebagai pantun ritme gendang blampak
  3. Sebagai pantun bas gendang bung

Satu sama lain dari ke tiga pantun bambu saling melengkapi, sehingga menghasilkan nada dan suara yang indah untuk kita dengar.

Alat musik ini hanya digunakan untuk hiburan semata, terutama masyarakat pekerja atau petani saat mereka lelah.

Bahan atau matrial yang digunakan dalam pembuatan pantun bambu ialah bambu dengan ukuran diameter 10 cm. Sedang untuk memainkannya, yaitu dengan cara dipukul menggunakan tangkai atau tongkat.

6. Bendrong Lesung

Bendrong Lesung
meandyouculture.blogspot.com

Nah inilah dia alat musik yang tidak dimiliki oleh daerah lain, sekalipun daerah Jawa Barat, meskipun pada dasarnya mereka satu suku.

Lesung sendiri adalah benda untuk atau alat yang digunakan untuk memecah padi menjadi beras, memiliki bentuk seperti perahu.

Saat menumbuk padi maka akan dihasilkan sebuah nada khas, yang barangkali tidak dimiliki oleh alat musik lain.

Seiring perkembangannya, lesung menjadi sebuah alat musik dan seni pertunjukan, sebab kini padi tidak lagi ditumbuk.

Hingga kini bendrong lesung masih sering dimainkan oleh masyarakat Banten, terutama di desa desa wisata.

7. Angklung Buhun

Angklung Buhun
e-heritage.id

Angklung buhun atau angklung baduy merupakan alat musik yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu, tidak dapat dimainkan sembarangan, alat musik ini hanya dimainkan satu kali dalam satu tahun.

Secara umum angklung buhun tidak memiliki perbedaan dengan angklung biasa, paling hanya terdapat beberapa hiasan di atas angklung.

Angklung buhun dimainkan secara berkelompok, sehngga menghasilkan nada dan suara yang cukup merdu.


Demikian tulisan mengenai alat musik tradisional dari Provinsi Banten, semoga tulisan ini menjadi informasi yang bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com