Alat Musik Bengkulu

Artikel ini membahas lengkap alat musik tradisional dari daerah Bengkulu, seperti redap, tasa, seruanai dan lain sebagainya. Selain itu terdapat pula cara cara untuk melestarikan alat musik ini.


guratgarut.com – Bebicara mengenai budaya, terutama musik tradisional. Bengkulu dapat dikatakan tidaklah jauh berbeda dengan daerah-daerah lain, bahkan sama kayanya dengan alat musik tradisional Jawa, Bali, ataupun Sumatera.

Sebelum kita masuk ke daftar alat musik tradisional dari Bengkulu, kita terlebih dahulu akan mengenal dan mempelajari bagaimana cara melestarikan budaya, khususnya alat musik tradisional.


Mengenal Alat Musik Tradisional Bengkulu

alat musik tradisional bengkulu
Sumber: tobokito.com

Seperti yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, Bengkulu memiliki ragam alat musik, dari mulai alat musik ritmis, pukul hingga yang ditiup seperti akirdion.

[su_table responsive=”yes”]

NoNama Alat Musik Sunda
1Akordion
2Serunai
3Kulintang
4Redap
5Tasa
6Doll
7Gendang Panjang
8Genderang Perang
9Gong Bengkulu

[/su_table]


Cara Melestarikan Alat Musik Bengkulu

alat musik tradisional bengkulu
Sumber: trendsmap.com

 Mengapa alat musik Bengkulu perlu dilestarikan?

Beberapa orang barangkali memiliki pertanyaan demikian dalam benaknya, mengapa harus dilestarakin dan bagaimana cara melestarikannya?

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Seiring berkembangnya jaman, alat musik tradisional mulai ditinggalkan, terutama oleh seniman muda Bengkulu.

Tentu hal ini begitu mengkhawatirkan, bagaimana tidak, jika dibiarkan demikian bukan tidak mungkin alat musik tradisional Bengkulu punah.

Padahal alat musik tradisional ini merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Jika hilang maka sangat disayangkan sekali.

Terdapat beberapa cara untuk melestarikan alat musik tradisional Bengkulu ini, sebagai berikut;

  1. Dijadikan sebagai objek wisata.
  2. Menumbhkan kesadaran masyarakat.
  3. Adanya kebijakan pemerintah.

Ragam Alat Musik Bengkulu Gambar & Penjelasan

alat musik tradisional bengkulu
Sumber: realita.co.id

Sebagian alat musik tradisional Bengkulu ini masih digunakan, terutama dalam acara-acara pernikahan dan upacara adat lainnya.

Setidaknya terdapat 9 alat musik tradisonal yang masih populer dan dikenal dikalangan masyarakat Bengkulu.

1. Akordion

akordion
Sumber: youtube.com

Akordion atau disebut juga harmonium merupakan alat musik tradisional yang cukup sulit untuk dimainkan, artinya tidak semua orang dapat memainkan alat musik ini.

Bentuk dari alat musik akordion ini persegi panjang, memiliki ukiran di bagian luarnya, serta aksesoris tombol sebanyak 3 buah.

Akordion pada umumnya dipadukan dengan alat musi gambus, seperti rebab, biola dan lain sebagainya.

Alat musik ini juga pada umumnya digunakan untuk musik-musik Melayu, maka tidak heran apabila hanya terkenal di daerah-daerah seperti Aceh, Riau, Minang, Malaysia dll.

Mungkin untuk kalian yang pernah menonton film laskar pelangi atau sang pemimpi, di sana terdapat satu scene yang memperlihatkan akordion.

Jenis-jenis akordeon

  • Akordeon berwarna
  • Akordeon concertinas
  • Akordeon diantonis, dan
  • Akordeon yang tidak asing lagi yaitu akordeon piano

2. Serunai

serunai
Sumber: kamerabudaya.com

Selain terkenal sebagai alat musik Bengkulu, alat musik ini dikenal juga sebagai alat musik tradisional dari Sumatera Barat.

Di Sumatera Barat serunai hanya dikenal di beberapa daerah saja, seperti Agam, Tanah Datar dan di daerah-daerah sepanjang pesisir pantai Sumatera Barat.

Sama halnya dengan alat musik dari Papua dan daerah lain, serunai lebih sering digunakan untuk kegiatan upacara adat seperti upacara pengantin belarak, pengiring tari pedang dan pernikahan.

Serunai memiliki bunyi dan suara yang begitu khas, barangkali tidak ada alat musik tiup lain yang menyerupai serunai.

Bentuknya yang mungil menjadikan serunai ikonik dan mudah dikenali oleh banyak orang. Apabila kalian ingin melihat serunai bisa berkunjung ke Sumatera Barat atau Bengkulu.

3. Kulintang

kulintang
Sumber: balitangamerica.tv

Kulintang atau kolintang adalah alat musik tradisonal yang memiliki bentuk seperti calung, namun berjajar dan terbuat dari kayu.

Alat musik ini hanya populer di Pulau Sumatera saja, untuk daerah lain mungkin susah kita temukan.

Kolentang juga selain dikenal sebagai alat musik tradisional Bengkulu, dikenal juga sebagai alat musik dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

Hal ini sebenarnya tidaklah mengherankan, mengingat penyebaran suku di daerah Sumatera yang begitu merata.

Pada dasarnya kita tidak dapat mengklaim, alat musik ini berasal dari daerah apa, yang ada dari suku apa.

Akan tetapi sejauh ini kolentang dikenal sebagai salah satu alat musik tradisional dari daerah Bengkulu oleh masyarakat luas.

Sayangnya saat ini kolentang begitu sulit untuk kita temukan, terlebih digunakan. Penyebab utamanya adalah fungsi dari kolentang telah dapat digantikan oleh alat-alat musik elektronik.

4. Redap

redap
Sumber: youtube.com

Redap adalah jenis alat musik pukul, seperti kendang. Bahan yang digunakan dalam pembuatan redap adalah kulit binatang, seperti kambing atau sapi yang dipadukan dengan rotan.

Memainkan redap tidak begitu sulit, hanya perlu dipukul saja pada bagian kulitnya. Hingga saat ini alat musik redap masih digunakan dalam acara kedaerahan.

Memainkan alat musik redap biasanya dipadukan dengan alat musik lain, seperti serunai, gendang panjang dll.

Sekilas redap ini hampir memiliki kesamaan dengan rebana, yang dikenal juga sebagai salah satu alat musik tradisional dari Kalimantan Selatan.

Karakteristik redap

  • Menyerupai kendang
  • Bahan yang digunakan kayu, rotan dan kulit hewan
  • Dimainkan dengan cara dipukul
  • Digunakan untuk mengiringi lagu atau tari daerah.

5. Tasa

tasa
Sumber: youtube.com

Alat musik tradisional selanjutnya adalah tasa, alat musik ini cukup populer dikalangan seniman atau pecinta musik tradisional.

Apabila kita perhatikan, mungkin tasa menyerupai rebana yang digunakan dalam qasidah. bentuk dan cara memainkannya pun tidaklah jauh berbeda.

Pada setiap lingkaran kayu tasa memiliki beberapa buah kencring yang menimbulkan bunyi nyaring setiap tasa di tabuh.

Adapun beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan tasa ialah;

  • Besi plat
  • Almunium
  • Kuali
  • Kulit kambing

Sama halnya dengan rebana, kulit kambing yang telah dikeringkan digunakan sebagai penutup permukaan. Orang yang memainkan alat musik ini memukul bagian atau permukaan dari kulit kambing tersebut.

Alat musik ini biasanya dimainkan dalam acara tabot yang dipadukan dengan alat musik lain, seperti doll.

6. Doll

doll
Sumber: perpek.com

Doll adalah alat musik yang lucu dengan bentuk lonjong. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh.

Lebih menarik lagi jika doll di cat menggunakan warna yang warna warni, sehingga mirip dengan premen blaster.

Berdasarkan cerita masyarakat, doll adalah alat musik yang dimainkan hanya dalam acara tabot saja, yang mana acara tersebut dilakukan untuk mengenang meninggalnya cucu baginnda Nabi.

Tidak semua orang dapat memainkan doll, sebab hanya orang-orang tertentu saja, yaitu tabot dari keturunan India.

Tabot adalah sebutan keturunan india yang menikah dengan warga lokal Bengkulu.

Selain tabot tidak diperkenankan untuk memainkan doll, entah apa alasannya, barangkali hanya untuk menjaga ekslusivitas saja.

Oh iya, jika diperhatikan dengan saksama, dol lebih mirip bedug, namun perbedaannya pada bagian ujung bawah yang lonjong.

Material uta yang digunakan dalam pembuatan doll adalah kayu atau bonggol pohon kelapa, sedangkan untuk bagian yang ditabuhnya menggunakan kult hewan.

Doll memiliki ukuran kurang lebih 70-125 cm untuk diameternya, dan untuk tinggi ada dikisaran 80 cm. Sedangkan untuk alat pukulnya memiliki diameter 50 cm dengan panjang 30 cm.

Bagi kalian yang ingin memiliki doll dapat mendapatkannya dari pengrajin di bengkulu dengan harga diangka 1 jutaan.

Untuk ukuran dari alat musik tradisional, tentu harga ini tidaklah murah, atau dapat kita kategorikan mahal.

7. Gendang Panjang

gendang panjang
Sumber: toko-rebana-marawis.com

Sesuai dengan namanya, gendang ini memang memiliki ukuran yang lebih panjang. Pada umumnya alat musik Bengkulu satu ini dimainkan dalam acara acara pernikahan, upacara adat atau penyambutan tamu penting.

Cara memainkan gendang panjang tidaklah jauh berbeda dengan gendang biasa, yaitu dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan.

Gendang panjang tidak dimainkan sendiri, namun dipadukan dengan alat musik tradisional lain.

Bentuk dari gendang panjang adalah slindris dengan bagian kepala dua, dimana bagian ini yang dipukul dan dimainkan.

Cara memainkannya dengan dipukul sesuai irama, untuk yang tidak memiliki keahlian, tentu bukan perkara enteng memainkannya.

8. Genderang Perang

gendrang perang
Sumber: wikiwand.com

Jika kita menelusuri alat musik tradisional Bengkulu satu ini, saya pastikan tidak akan pendapat penjelasan yang lengkap.

Hanya saja berdasarkan beberapa informasi, genderang perang dahulu digunakan untuk menyemangati kaum pribumi yang bertarung dengan penjajah.

9. Gong Bengkulu

gong bengkulu
Sumber: pn-bengkulu.go.id

Gong Bengkulu tidaklah jauh berbeda dengan gong pada umumnya, sebab alat musik tradisional ini pada dasarnya di bawa oleh masayarakat Jawa.

Alat musik ini pada umumnya dimainkan bersamaan dengan instrumen lain dalam berbagai acara, seperti pentas kesenian, pernikahan dan upacara adat lainnya.

Selain itu gong juga tidak jarang digunakan untuk memulai sebuah acara atau kegiatan tertentu.


Demikian tulisan tentang alat musik tradisional Bengkulu yang dapat saya bagikan, semoga tulisan ini bermanfaat.

Default image
Jaskier
Mekipun tidak bisa bermain musik, saya adalah seorang yang menyukai musik, terutama klasik dan tradisional.

2 Comments

  1. Terima kasih infonya sangat bermanfaat

Leave a Reply

Garut, Jawa Barat, Indonesia