Alat Musik Tradisional

Alat Musik Rebab

Guratgarut.com – Walaupun bukan alat musik tradisional asli Indonesia, alat musik rebab tidak dapat dipisahkan dalam kesenian tradisional Indonesia. Seperti pada jenis-jenis gamelan yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan daerah lainya.

Rebab berasal dari dataran Arab yang berarti busur dalam artian instrumen musik yang juga sering disebut rebap, rabab, rebeb, rababah, al-rababa dan sebutan lainya tergantung daerah dimana rebab itu berasal.

Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan instrumen musik satu ini dari berbagai segi dari mulai sejarah, perkembangan, bagian-bagian pada rebab, cara pembuatan, hingga fungsi yang dimilikinya.

Mengenal Alat Musik Rebab

rebab adalah alat musik timur tengah yang mendunia
Gambar rebab

Rebab merupakan alat musik tradisional yang termasuk ke dalam kategori alat musik “kordofon” yang dimana dimainkan dengan cara digesek. Rebab mempunyai ukuran relatif kecil, berbadan bulat atau mendekati segitiga, tetapi memiliki tinggi yang cukup panjang sekitar 75 cm.

Terdapat dua buah jenis rebab yang berbeda pada cara memainkanya. Yang pertama ialah rebab tangkai yang memiliki kaki pada bagian bawahnya, yang dimana rebab memungkinkan untuk dimainkan dan bertumpu di atas tanah.

Selanjutnya ialah kabuli rebab dimana rebab ini dimainkan secara dipetik dan seringkali disebut robab atau rubab.

Rebab sendiri dihargai karena suaranya yang indah, namun instrumen ini memiliki rentang nada yang sangat terbatas (sekitar 1 oktaf).

Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Rebab

Rabab
Sumber: youtube.com

Kita tahu rebab bukan merupakan alat musik tradisional asli Indonesia, melainkan serapan dari alat musik yang dibawa oleh bangsa Arab melalui jalur perdagangan Islam.

Namun apakah kalian tahu kapan pertama kali rebab dimainkan atau ditemukan ?

Tidak ada yang tahu secara tepat kapan peristiwa tersebut terjadi. Namun setidaknya diperkirakan pada abad ke-8 alat musik ini dinamakan rebab.

Rebab juga pernah disinggung dalam “kitab al-musiqa al kabir” yang ditulis oleh sosok Al Farabi pada sekitar abad ke-8 dan 9. Sekitar pada abad itu juga rebab mulai tersebar dari pusat kekhalifahan Islam ke Eropa, Asia Tengah, Persia, India, Tiongkok, Asia Tenggara dan termasuk Indonesia tentunya.

Dalam perkembangannya, rebab disebut sebagai cikal bakal alat musik cello dan biola pada saat rebab masuk ke Eropa yang berkembang menjadi alat musik yang kita ketahui hingga saat ini.

Namun di Indonesia sendiri tidak terjadi perkembangan yang drastis, hanya bahan-bahan nya saja yang berubah menggunakan bahan-bahan dari alam.

Bagian-Bagain Alat Musik Rebab

rebab adalah alat musuk traisonal
Gambar rebab

Rebab memiliki banyak variasi, ada yang mempunyai dua atau tiga senar yang terbuat dari kuningan dan ada juga yang memiliki resonator yang berbentuk bulat atau hati.

Namun terdapat bagian-bagian utama yang menyusun alat musik satu ini, diantaranya :

  • Watangan. Berarti batangan yang dimana terbuat dari kayu atau gading gajah. Watangan adalah tempat untuk membentangkan senar dan juga sebagai pegangan saat memainkannya. Terdapat kuping rebab yang berfungsi untuk mengikatkan senar dan menyetem nada dan bunyi yang dihasilkan.
  • Bathokan. Berarti batok atau biasa disebut juga bokongan. Bagian ini berfungsi sebagai tempat kotak resonansi dimana senar dan busur digesekan. Bathokan biasanya terbuat dari tempurung kelapa atau kayu nangka yang dibentuk menyerupai hati dan diberi penutup berupa kulit binatang pada bagian yang dilubangi.
  • Sikilan. Berarti kaki rebab yang berfungsi sebagai tempat dudukan rebab ketika menyentuh tanah. Namun ada beberapa rebab yang tidak memiliki sikilan.
  • Senggreng. Berarti alat gesek pada rebab saat dimainkan. Senggreng biasanya terbuat dari bulu ekor kuda yang dikaitkan pada kayu yang dibentuk menyerupai busur.

Pembuatan Alat Musik Rebab

proses pembuatan rebab
Proses pembuatan rebab

Setelah kita mengenal bagian-bagian pada rebab, sekarang kita akan membahas pembuatan alat musik gesek satu ini.

Berdasarkan kepercayaan kebudayaan masyarakat melayu Riau, terdapat aturan khusus dalam proses pembuatan rebab untuk menghasilkan kualitas rebab yang terbaik. Diantaranya :

  1. Dalam pemilihan jenis kayu, kayu yang digunakan hanya kayu nangka, sena dan belimbing saja.
  2. Waktu pemotongan kayu pun harus diperhatikan, tidak boleh dilakukan ketika tengah hari atau masuk waktu shalat maghrib.
  3. Teknik pemotongan kayu tidak boleh dilakukan secara sungsang.
  4. Kayu yang telah ditebang tidak boleh dilangkahi.

Terdapat ukiran mahkota pada bagian ujung atau kepala rebab yang yang menunjukan kedudukan tinggi pada rebab.

Fungsi Rebab

orang yang sedang memainkan rebab
Bermain rebab

Rebab termasuk kedalam alat musik melodis, di Indonesia sendiri rebab merupakan instrumen penting dalam berbagai kesenian yang ada di Indonesia.

Sebagai contoh pada gamelan dan karawitan jawa yang berfungsi sebagai penghias gending dan penuntun arah lagu para sindhen.

Dalam kesenian Betawi instrumen ini menjadi salah satu instrumen penting dalam pentas Wayang Kulit dan Topeng Betawi.

Sedangkan di luar Indonesia tepatnya di negara tetangga Malaysia terdapat rebab yang difungsikan sebagai sarana pengobatan dan ritual penyembuhan yang disebut “Main Puteri”.

Penutup

Demikian tulisan yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan ini, semoga dengan hadirnya tulisan ini kita mengenal rebab dan bisa ingut melestarikan budaya yang ada.

Terimakasih!

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *