Alat Musik Sulawesi Utara

Guratgarut.com – Provinsi Sulawesi Utara sangat kaya dengan seni budaya yang khas seperti tari-tarian. Tarian yang sangat populer dan terkenal hingga ke tingkat nasional bahkan mendunia yaitu Tari Poco-poco dan Tari Maengket. Namun bukan itu bahasan yang akan kita bahas kali ini, melainkan alat musik tradisional Sulawesi Utara.

Provinsi dengan ibukota di Manado ini setidaknya memiliki 14 suku bangsa yang memiliki kekayaan alat musik tradisional yang cukup banyak dan juga mengagumkan.

Setiap suku yang terdapat di Sulawesi Utara ini mempunyai alat musiknya masing-masing, ada juga yang memiliki alat musik yang sama.

Namun terdapat karakteristik dan kekhasan nya masing-masing yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya suku tersebut.

Kali ini kita akan membahas dan mengenal alat musik tradisional Sulawesi Utara yang merupakan salah satu budaya nusantara. Simak tulisan lengkapnya sebagai berikut.

Mengenal Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara

alat musik sulawesi utara
Sumber: shindy2004.blogspot.com

Kebanyakan alat musik tradisional dari Sulawesi Utara terbuat dari bahan utama atau bahan dasar bambu.

Bambu merupakan jenis bahan yang cukup kuat dan tahan lama. Sehingga tidak heran ada banyak alat musik Sulawesi Utara yang sudah berumur cukup tua hingga menjadi sejarah.

Pada umumnya alat musik digunakan untuk keperluan seperti pengiring tari, acara adat, dan menyambut tamu.

Tetapi ada juga alat musik yang digunakan sebagai alat komunikasi yang memberikan informasi akan adanya bahaya atau informasi lainya yang bersifat umum.

10 Macam Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara

alat musik sulawesi utara
Sumber: theartccure.weebly.com

Jika tadi kita sudah mengenal sedikit tentang alat musik tradisional Sulawesi Utara, maka sekarang kita akan membahas nya lebih detil dan mendalam dari segi bahan yang dipakai, sejarah dan cara memainkan alat musik tersebut.

Setidaknya ada 10 macam jenis alat musik tradisinoal yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara, diantaranya :

1. Santu

Santu
Sumber: babaca.com

Santu merupakan alat musik tradisional dari Sulawesi Utara dan Tengah. Alat musik satu ini terbuat dari bahan bambu, rotan, dan kayu yang berbentuk bulat memanjang.

Kulit ari yang terdapat pada badan bambu dibentuk empat dan pada bagian badan dibuat lubang yang berfungsi sebagai resonator.

Santu dapat dimainkan dengan dua cara, yaitu dipetik dan dipukul dalam posisi duduk bersila. Tangan kiri memegang alat pada bagian tengah dengan posisi miring atau ditidurkan di atas paha.

Tangan kanan memetik atau memukul santu dengan menggunakan kayu bulat berukuran kecil.

Santu seringkali dimainkan pada saat merayakan pesta panen para petani ataupun sekedar untuk mengisi waktu senggang bagi para remaja.

2. Yori

Yori
Sumber: djarumcoklat.com

Yori merupakan alat musik yang termasuk kedalam jenis harpa mulut, memiliki ukuran yang relatif kecil seperti karindik di Jawa Barat.

Alat musik tradisional ini terbuat dari bahan bambu, kulit pelepah enau, dan tali dari kulit kayu.

Bagian lidah-lidah di tengah yori berfungsi sebagai vibrator, rongga mulut sebagai resonator, sedangkan tali pada alat tersebut berfungsi sebagai pengatur nada.

Yori dimainkan pada saat gerhana bulan atau gerhana matahari pada masyarakat bangsa Kulawi.

Yori dimainkan sekedar untuk menghibur diri, suara yang dihasilkanya pun tidak terlalu keras.

3. Salude

Salude
Sumber: perpek.com

Salude adalah alat musik yang termasuk kedalam kelompok idio-kardofon.

Mengapa disebut demikian ?

Karena alat musik ini memang dapat dimainkan dengan dua cara, yaitu dipukul serta dipetik menggunakan pelepah pinang.

Salude adalah alat musik tradisional yang cukup unik karena terbuat dari sebuah ruas bambu yang cukup besar dan dilubangi pada salah satu sisinya yang berfungsi sebagai resonator. Terdapat dua buah dawai atau senar yang terbuat dari kulit ari.

4. Kolintang

Kolintang
Sumber: gpswisata.info

Bila kita berbicara tentang alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara, maka kebanyakan orang akan menyebut kolintang yang cukup populer di telinga masyarakat luas. Alat musik yang berasal dari daerah Minahasa ini adalah alat musik perkusi.

Nama kolintang berasal dari suara yang dihasilkanya, tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada normal) yang disebut mangemo kumolintang yang berarti mari kita lakukan tong,ting,tang yang akhirnya berubah menjadi kolintang.

Kolintang dimainkan dengan cara dipukul pada kayu-kayu yang telah disusun menurut tangga nadanya menggunakan alat pukul yang sudah dilapisi bahan yang empuk seperti kain atau karet.

Kolintang terbuat dari bahan kayu lokal yang cukup ringan seperti kayu telur, wenuang, cempaka, waru dan sejenisnya yang mempuyai serat paralel.

5. Bansi

Bansi
Sumber: youtube.com

Bansi dalam bahasa Minahasa berarti suling, yang dimainkan dengan cara ditiup seperti suling pada umumnya. Bansi terbuat dari bahan bambu yang mempunyai beberapa lubang sebagai pengatur nada.

Bansi berfungsi sebagai melodi pada sebuah pertunjukan musik. Suara yang dihasilkan oleh alat musik ini tergantung pada kepiawayan pemain memainkan jemari tangan dan cara meniup yang benar agar menghasilkan bunyi dan suara merdu yang khas.

6. Momongan

Momongan
Sumber: blogkulo.ccom

Momongan adalah alat musik tradisional yang menyerupai gong yang dipukul menggunakan kayu atau tongkat.

Seperti gong pada umumnya, momongan terbuat dari bahan logam kuningan atau perunggu.

Pada zaman dahulu, alat musik ini dimainkan pada saat acara-acara tertentu saja seperti hiburan rakyat atau sebagai pengiring seni tradisional Minahasa.

7. Oli

Oli
Sumber: kabarpapua.com

Alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara satu ini sudah sangat langka dan hampir punah.

Alat musik yang terbuat dari bahan dasar bambu ini bahkan diminta untuk menjadi salah satu mata pelajaran seni musik pada kurikulum Sulawesi Utara sebagai salah satu langkah pelestarian budaya.

Oli dimainkan dengan cara ditiup dan rongga mulut sebagai resonatornya. Oli juga seringkali dimainkan pada pagelaran musik yang memainkan lima alat musik sekaligus, yang terdiri dari :

  1. Salude dengan cara dipukul
  2. Arababu dengan cara dipetik
  3. Oli dengan cara ditiup
  4. Bansi dengan cara ditiup
  5. Sasaheng dimainkan dengan cara digoyang-goyangkan

Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan budaya, oli seringkali tampil dan dimainkan pada upacara budaya ucapan syukur Tulude di daerah Sangihe yang diadakan rutin setiap tahunya.

8. Tetengkoren

Tetengkoren
Sumber: suluthebat.com

Tetengkoren merupakan alat musik yang cukup sederhana, hanya terbuat dari bambu yang cukup panjang dan memiliki bentuk seperti kentongan. Alat musik ini berfungsi sebagai alat komunkasi antar warga atau masyarakat dan juga sebagai alat pengusir hama di sawah seperti burung.

Namun pada zaman sekarang, tetengkoren digunakan dan ditampilkan pada kegiatan besar kenegaraan seperti menerima tamu. Layaknya Gubernur dan Wailikota Manado saat membuka kegiatan atau acara Manado Fiesta beberpa waktu kemarin.

9. Sasesahang

Sasesahang
Sumber: wikipedia.org

Sasesahang merupakan alat musik tradisional yang sangat unik yang terbuat dari ruas bambu yang dipotong dan dibentuk seperti paruh burung.

Sasesahang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat yang sudah dilapisi oleh karet agar tidak menghasilkan suara kasar.

Nada atau bunyi yang dihasilkan oleh alat musik ini tergantung pada panjang pendeknya ujung ruas bambu yang berbentuk paruh burung tersebut. Jadi setiap ruas bambu memiliki panjang yang berbeda agar menghasilkan nada yang beragam.

10. Arababu

Arababu
Sumber: indonesiakaya.com

Di urutan terakhir terdapat alat musik yang disebut arababu. Arababu merupakan instrumen musik sejenis rebab namun hanya memiliki satu dawai atau senar dan memiiki ukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan rebab.

Arababu terbuat dari setengah bagian tempurung kelapa dan kulit binatang yang berfungsi sebagai resonator dan bambu sebagai tempat untuk membentangkan dawai atau senar.

Arababu dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat khusus yang terbuat dari bambu dan dawai yang terbuat dari bahan serat pisang Hote, yang merupakan salah satu jenis tanaman pisang yang cukup umum di Sulawesi Utara.

Penutup

[su_table responsive=”yes”]

NoNama Alat Musik Sulawesi Utara
1Santu
2Yori
3Salude
4Kolintang
5Bansi
6Momongan
7Oli
8Tentenkoren
9Sasesahang
10Arababu

[/su_table]


Nah setelah kita menyimak dan membahas tentang alat musik tradisional Sulawesi Utara, kami harapkan pembaca semua dapat lebih peduli lagi pada kebudayaan Indonesia yang semakin langka dan hampir punah ini.

Karena kepedulian tersebut merupakan suatu langkah kecil sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan Nusantara.

Beberapa tulisan menarik lainnya mengenai alat musik, bisa kalian baca yaitu alat musik dari Bali serta alat musik khas Sumatera Barat.

Kita juga harus mendukung upaya pemerintah seperti mengadakan acara-acara khusus seperti festival alat musik tradisional untuk melestarikan budaya Indonesia agar generasi selanjutnya tetap dapat menikmati dan mengetahui wariasn leluhur mereka.

Apabila ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan, bisa tulis dikolom komentar, atau hubungi kami melalui email [email protected].
Default image
Jaskier
Mekipun tidak bisa bermain musik, saya adalah seorang yang menyukai musik, terutama klasik dan tradisional.
Leave a Reply

Garut, Jawa Barat, Indonesia