Alat Musik Sumatera Barat

  • 6 min read
  • Okt 21, 2020
Alat Musik Sumatera Barat
Jaskier
Latest posts by Jaskier (see all)

Alat musik tradisional Sumatera Barat merupakan alat musik asli yang diturunkan dari nenek moyang dari generasi ke generasi. Namun ada juga sebagian alat musik yang merupakan serapan dari kebudayaan lain dari luar suku di provinsi Sumatera Barat.


Guratgarut.com – Provinsi Sumatera Barat adalah rumah bagi suku Minangkabau dan suku lain seperti Mandailing dan Mentawai. Sumatera Barat memiliki hampir semua objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, gunung, dan ngarai. Selain wisata alam nya yang beragam SumBar juga memiliki kebudayaan dan kesenian yang cukup beragam pula.

Sebagai contoh sebut saja kesenian tari tradisional yang menjadi simbol masyarakat Minangkabau yang cukup terkenal di skala nasional yaitu Tari Piring.

Tarian ini tentu saja diiringi oleh kombinasi alat musik tradisional, seperti talempong dan saluang untuk memberikan kesan yang lebih dalam pementasan.

Nah, kali ini kita akan membahas salah satu kebudayaan Sumatera Barat yaitu alat musik tradisional yang berasal dari provinsi ini. Simak sampai akhir tulisan berikut.

Mengenal Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Mengenal Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
sumber : dtechnoindo

Alat musik tradisional Sumatera Barat memiliki sejarah yang cukup panjang yang tidak dapat dipisahkan dengan nuansa religi (Islam). Dimulai dari era musik melayu Qasidah dan Gurindam pada tahun 635-1600 pada saat penyebaran Islam dimulai.

Alat musik tradisional yang digunakan pada waktu itu antara lain seperti :

  • aguang,
  • saluang,
  • serunai,
  • rebana,
  • dan talempong.

Yang kemudian masuk pada era musik modern dimana alat musik elektronik dan pengeras suara diperkenalkan sekitar tahun 1950 an.

Alat musik yang kebanyakan berasal dari suku Minang ini memiliki ciri khas yang ditandai dengan gaya yang seringkali disebut dengan nama rentak Minang.

Untuk mengetahui secara lengkap, kita akan membahas satu per satu tentang jenis alat musik tradisional dari berbagai segi seperti bahan dasar pembuatan alat musik, sejarah, keunikan dan cara memainkanya.

9 Macam Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

10 Macam Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
sumber : dutaminang.com

Alat musik tradisional Sumatera Barat pada umumnya adalah instrumen musik yang digunakan untuk mengiringi lagu-lagu daerah yang bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa kekeluargaan, persaudaraan dan rasa cinta terahadap kampung halaman.

Setidaknya ada 9 jenis alat musik tradisional yang dimiliki oleh provinsi Sumatera Barat, diantaranya :

1. Bansi

Bansi
sumber : bagi-in.com

Bansi adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup dan memiliki bentuk tabung silinder layaknya suling. Terdapat perbedaan antara bansi dari Sumatera Barat dengan bansi yang berasal dari Aceh yang terletak pada ukuranya yang lebih kecil.

Bansi terbuat dari bahan bambu talang atau bambu sariak yang merupakan jenis bambu kecil dan cukup tipis yaitu sekitar 33,5-36 cm dengan diameter 2,5-3 cm. Bansi memiliki 7 buah lubang yang memiliki fungsinya tersendiri, 6 buah lubang sebagai pengatur nada dan 1 buah lubang udara tempat meniup alat musik ini.

Bansi memiliki nada diationik atau nada standar. Jadi alat musik tradisional ini dapat memainkan lagu-lagu tradisional dan juga dapat dikombinasikan dengan lagu-lagu modern.

2. Saluang

Saluang
sumber : pemudafm.com

Saluang adalah alat musik tradisional khas yang berasal dari tanah Minang, Sumatera Barat. Saluang merupakan alat musik tiup menyerupai suling, namun hanya memiliki 4 lubang saja sebagai pengatur nada yang menghasilkan nada-nada diatonis.

Saluang terbuat dari bambu tipis yang disebut dengan talang. Masyarakat Minangkabau percaya bahwa talang yang sangat baik untuk di jadikan saluang adalah talang yang ditemukan hanyut di sungai.

Memainkan saluang sangatlah sulit, perlu latihan khusus yang cukup memakan waktu. Karena memainkan saluang harus meniup dan menarik nafas secara bersamaan yang disebut dengan teknik menyisiahkan angok yang berarti menyisihkan nafas.

Saluang seringkali digunakan untuk ritual-ritual adat. Ritual yang paling bernuansa magis dan cukup mengerikan, yaitu berasal dari daerah Payakumbuah yang digunakan sebagai pengantar sihir. Ritual ini dilakukan oleh seorang pawang yang disebut sirompak yang bertugas untuk mendendangkan mantra dan memainkan gasing.

Gasing yang digunakan oleh sirompak disebut gasiang tangkurak yang salah satunya terbuat dari tengkorak manusia.

Selain digunakan sebagai ritual, siluang dimainkan pada acara-acara adat yang ramai pengunjung, seperti pesta perkawinan, batagak rumah, batagak pangulu, dan sebagainya. Acara ini biasa dimainkan setelah shalat isya sampai menjelang shubuh yang berisi tentang mengenang kampung halaman atau terhadap kehidupan masa lalu, sekarang dan masa depan.

3. Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak
sumber : kabare.id

Pupuik Tanduak berasal dari kata “pupuik” yang berarti peluit dan “tanduak” yang berarti tanduk. Jadi kalau kita simpulkan alat musik ini adalah peluit yang terbuat dari tanduk, tanduk kerbau untuk lebih jelasnya.

Pupuik tanduak merupakan alat musik tradisional yang bukan berfungsi sebagai pengiring tari atau nyanyian tradisional. Karena memiliki nada tunggal, jadi alat musik ini digunakan sebagai penanda shalat maghrib, isya, dan shubuh atau sebagai tanda adanya pengumuman dari pemuka kampung.

4. Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi
sumber : wikipedia.org

Seperti pupuik tanduak yang berarti peluit yang terbuat dari tanduk, pupuik batang padi juga adalah sebuah peluit yang terbuat dari batang padi.

Pada ujung ruas batang padi dibuat seperti lidah, jika ditiup akan mengasilkan celah yang dapat menimbulkan bunyi. Sedangkan pada ujung pupuik ini dililit dengan menggunakan daun kelapa yang menyerupai terompet yang berfungsi sebagai pengeras suara.

Bunyi yang dihasikan oleh pupuik ini sangat khas, bunyi yang melengking yang dapat diatur menggunakan jari pada lilitan daun kelapa. Semakin ditekan semakin melengking suara yang dihasilkan.

5. Sarunai

Sarunai
sumber : bukalapak.com

Sarunai atau seringkali disebut dengan nama “puput serunai” merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini diperkirakan datang dari nama shehnai, yang merupakan alat musik dari dataran India Utara. Namun sekarang menjadi populer sebagai alat musik tradisional masyarakat Minangkabau yang dapat ditemukan dan berkembang di kabupaten Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota.

Bahan-bahan dasar untuk pembuatan sarunai adalah sebagai berikut :

  • Batang padi
  • Kayu
  • Bambu
  • Tanduk kerbau
  • Daun kelapa

Bagian penata bunyi serunai terbuat dari kayu berjenis capo ringikik atau dari bambu talang yang berukuran relatif kecil sebesar ibu jari tangan. Bagian tadi memiliki ukuran panjang sekitar 20 cm dan diberi 4 buah lubang dengan selisih 2,5 cm sebagai pengatur nada.

Pada bagian ujung serunai dibuat corong yang berfungsi sebagai pengeras suara yang memiliki panjang sekitar 10-12 cm dengan diameter 6 cm layaknya trompet pada umumnya. Bagian ini dapat terbuat dari bahan kayu ataupun tanduk kerbau yang berbentuk lancip mengembang secara alami.

Sarunai memiliki nada pentatonis “do-re-mi-fa-sol” yang biasa dimainkan dalam acara-acara adat seperti perkawinan, batagak pangulu, saat memanen padi sampai pertunjukan pencak silat Minang. Sarunai dapat dimainkan secara solo atau tunggal dan juga dapat dikombinasikan dengan alat musik tradisional lain seperti talempong, gendang dan alat musik lain yang menghasilkan irama tradisional khas Minang.

6. Rabab

Rabab
sumber : padangkiat.com

Rabab merupakan alat musik tradisional khas Minangkabau yang digunakan dalam penyebaran agama Islam oleh pedagang Aceh pada masa lalu. Kesenian rabab merupakan kesenian yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau yang tersebar dalam beberapa daerah yang memiliki jenis masing-masing.

Teradapat tiga buah jenis rabab di suku Minangkabau, diantaranya :

  • Rabab Darek

Rebab jenis darek tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Minangkabau di daerah darek yang disebut Luhak nan Tigo, yang meliputi daerah Tanah Datar, Agam dan Lima Puluh Kota.

  • Rabab Pasisia

Sedangkan pasisia adalah sebutan untuk menyebut daerah pantai barat Minangkabau, terutama daerah Pesisir Selatan yang menurut geohistorisnya dikasifikasikan kepada daerah Rantau Pasisia tempat berkembangnya rabab pasisia.

Masyarakat Pesisir Selatan meyakini rabab pasisia merupakan wujud eksistensi seni tutur kaba yang dikenal dengan nama basikambang.

Rabab jenis ini memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan rabab lainya. Memiliki bentuk seperti biola pada umumnya yang memiliki 4 buah dawai akibat pengaruh budaya portugis yang datang ke Indonesia.

  • Rabab Piaman

Rebab piaman memiliki 3 buah tali atau dawai yang memiliki badan alat musik yang terbuat dari tempurung kelapa, berfungsi sebagai resonator suara. Badan yang terbuat dari bahan tempurung kelapa ini mirip dengan alat musik kamanchay dari Persia.

7. Aguang

Aguang
sumber : youtube.com

Kata aguang dalam bahasa Minang berarti gong, jadi aguang adalah gong yang berasal dari suku Minangkabau. Memiliki bentuk layaknya seperti gong dari pulau Jawa, bundar dan memiliki tonjolan di bagian tengah.

Aguang terbuat dari bahan logam seperti kuningan. Dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus.

8. Talempong

Talempong
sumber : youtube.com

Talempong merupakan alat perkusi atau alat musik pukul khas yang berasal dari suku Minangkabau. Talempong memiliki bentuk yang hampir sama dengan bonang dalam perangkat gamelan di pulau Jawa.

Memiliki bentuk simetris radial dengan rongga menghadap ke bawah dengan diameter 15-17,5 cm. Terdapat bagian yang menonjol pada bagian tengah yang berdiameter 5 cm. Bagian tengah digunakan untuk tempat memukul alat musik tradisional ini sebagai sumber bunyi.

Talempong terbuat dari bahan kayu dan batu pada zaman dahulu, namun sekarang menggunakan bahan dasar logam seperti kuningan yang lebih banyak digunakan saat ini.

Talempong merupakan alat musik yang terdiri dari beberapa unit talempong yang memiliki nada berbeda-beda atau bervariasi. Oleh karena itu talempong seringkali digunakan sebagai pengiring tari, pertunjukan dan penyambutan tamu. Tarian yang seringkali diiringi talempong ialah tari piring, tari pasambahan, tari alang suntiang pangulu dan tari gelombang.

Talempong dapat juga dimainkan dengan alat musik lain seperti akordeon, saluang, gandang, sarunai dan instrumen musik tradisional Minangkabau lainya.

9. Gandang

Gandang
auralarchipelago.com

Gandang merupakan bahasa Minang yang berarti gendang dalam bahasa Indonesia. Gandang memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda gendang lain seperti di pulau Jawa dan daerah lain.

Berbeda halnya dengan alat musik NTB, yaitu gendang besar, alat musik ini memiliki ukuran yang dapat dikatakan sangat mungil.

Terdapat dua buah lubang pada bagian gandang yang terletak pada sisi kiri dan kanan yang dilapisi oleh kulit kambing yang berfungsi sebagai selaput membran, dimana suara dihasilkan. Gandang memiliki tinggi sekitar 54 cm dengan diameter sekitar 46 cm.

Gandang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat kayu yang sudah dilapisi bahan-bahan yang empuk seperti lilitan kain dan karet agar tidak menimbulkan kerusakan pada kulit hewan.

Namun cara memukul pada setiap daerah berbeda-beda, pada masyarakat Minang tergantung dari jenis rentak lagu. Ketika dipukul gandang mengeluarkan suara layaknya bedug dan dihiasi warna-warna yang cerah.

Penutup

[su_table responsive=”yes”]

NoNama Alat Musik Sumatera Barat
1Bansi
2Saluang
3Pupuik Tanduak
4Pupuik Batang Padi
5Sarubai
6Rabab
7Aguang
8Talempong
9Gandang

[/su_table]

Pada umumnya memang alat musik tradisional Sumatera Barat merupakan alat musik yang berasal dari suku Minangkabau, karena suku tersebut adalah suku dominan yang menghuni provinsi Sumatera Barat.

Setelah kita mengetahui beberapa alat musik tradisional yang berasal dari provinsi Sumatera Barat ini, semoga menjadi informasi dan wawasan yang berguna dan dapat disebar luaskan sebagai salah satu upaya pelesatarian budaya Indonesia.

Jika kalian masih tertarik dengan seputar alat musik tradisional, bisa juga membaca tulisan yang sama, yaitu tentang alat musik tradisional dari Bali pada bagian sebelumnya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com