Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu

  • 9 min read
  • Okt 16, 2020
doa sebelum dan setelah berwudhu
Anatya Alifa
Latest posts by Anatya Alifa (see all)

Doa Sesudah Wudhu – Wudhu sendiri merupakan sebuah amalan yang harus dilakukan oleh setiap muslim ketika hendak melaksanakan solat, baik itu solat wajib maupun solat sunnah. Bahkan dalam beberapa keterangan kita dianjurkan untuk senantiasa menjaga wudhu.

Wudhu diyakini akan menghilangkan hadast kecil, sedangkan  untuk menghilangkan hadast besar yaitu dengan melakukan mandi wajib atau mandi junub. Islam sendiri mewajibkan pemeluknya untuk bersih dari hadast kecil dan hadast besar sebelum melaksanakan ibadah solat.

Bab toharoh atau bersuci terutama wudhu merupakan hal yang utama diajarkan, hal ini biasanya diajarkan sejak TPA atau taman kanak-kanak.

Dalam berwudhu terdapat hal-hal penting serta yang menjadi anjuran, salah satunya adalah doa sesudah wudhu. Akan tetapi hal ini terkadang dilupakan oleh sebagian orang. Padahal dengan kita membaca doa sesudah wudhu, Insha Allah wudhu yang kita lakukan lebih sempurna.

Kan doa sesudah wudhu bukan termasuk rukun wudhu?

Iya memang benar doa sesudah wudhu bukanlah hal yang termasuk ke dalam rukun, jadi biarpun kita tidak membacanya wudhu yang kita kerjakan tetap sah. Akan tetapi mengingat keutamaan-keutamaan doa-doa dalam berwudhu alahkah baiknya kita senantiasa membaca doa berwudhu, baik sebelum dan sesudahnya.

Berwudhu dapat kita kerjakan tidak hanya hendak solat saja, namun lebih dari itu, bahkan ada anjuran untuk senantiasa menjaga wudhu.

Tentu hal tersebut agar kita senantiasa mengingat Allah ta’ala. Namun apabila kita tidak dapat senantiasa menjaga wudhu, minimalnya kita berwudu hendak pergi keluar rumah, menyentuh Al-Quran dan sebelum masuk Masjid. Sebab hal-hal tersebut merupakan sunnah dan anjuran.

Berikut penjelasan lebih menalam mengenai berwudhu, terutama menyangkut doa sebelum dan sesudahnya, selamat membaca.


Baca Juga:


Kewajiban Berwudhu

mengambil air wudhu

Secara bahasa wudhu memiliki arti bersih atau indah, sedangkan menurut syar’a wudhu dapat diartikan sebagai kegiatan membersihkan bagian-bagian dari anggota badan dari hadast kecil.

Wudhu sendiri merupakan bagian dari syarat sah solat, sehingga apabila wudhunya dilakukan dengan kurang sempurna, sudah dapat dipastikan dengan solatnya.

Allah Taa’la berfirman mengenai kewajiban berwudhu dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat ke-6, Berikut bunyinya.

Kewajiban wudhu dalam Al-Quran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Ya ayyuhalladzina amanu idza kumtum ilas salati fagsilu wujuhakum wa aydiyakum ilal marafikı wamsahu bi ruusikum wa arjulakum ilal ka’bayn (ka’bayni).

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian ingin melaksanakan shalat, basuhlah wajah dan tangan kalian sampai ke siku, dan usaplah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian sampai kedua mata kaki. (QS. Al-Maidah: 6)

Berdasarkan ayat di atas, jelaslah bahwa wudhu atau membersihkan bagian tubuh merupakan hal yang harus dilakukan sebelum solat.

Sedang untuk doa sebelum dan sesudah wudhu merupakan hal yang dianjurkan dan disunnahkan, sehingga tatkala berwudhu jangan lupa untuk dibaca ya. Meski mungkin saja, di awal-awal sering kali lupa, sebab belum terbiasa. Namun jangan khawatir, seiring berjalannya waktu hal tersebut akan menjadi sebuah kebutuhan.

Doa Sebelum Wudhu Lengkap (Arab, Latin dan Terjemahan)

Sebelum berwudhu dianjurkan untuk membaca basmallah terlebih dahulu. Sebenarnya membaca basmallah dilakukan tidak hanya sebelum wudhu saja, akan tetapi sebelum melakukan aktivitas. Tentu hal ini berhubungan dengan kesadaran secara penuh bahwasannya setiap apa yang kita kerjakan karena Allah, bukan atas apapun selain-Nya.

Pada sebagian referensi didapat mengenai hukum membaca basmallah sebelum wudhu adalah hal yang diwajibkan, itu artinya apabila wudhu tidak di awali dengan basmallah tidak sah.

Tentu saja hal ini bukan tanpa alasan, hal tersebut berkaca pada hadist Nabi berikut ini

Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut asma Allah dalam wudhunya (HR. Tirmidzi)

Kemudian bagaimana apabila kita lupa membaca basmallah sebelum berwudhu?

Sebagai manusia biasa, tentu kita sangat dekat dengan yang namanya lupa. Apabila kita lupa membaca basmallah sebelum wudhu, sebagian bersepakat langsung membaca basmallah saat ingat. Sedangkan untuk sebagian lagi berpendapat tidak diwajibkan untuk membaca basmallah dan mengulang wudhu.

Sehingga dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa membaca basmallah sebelum wudhu diwajibkan bagi mereka yang ingat, sedangkan untuk mereka yang lupa atau tidak tahu tidak ada kewajiban membacanya.

Mengenai bacaan basmallah sebelum wudhu tidak hanya sampai di situ saja, sebab ada beberapa yang menghukumi bacaan tersebut sebagai sunnah. Hal tersebut dengan alasan hadist-hadist mengenai hal ini merupakan hadist dha’if atau lemah, hal ini sesuai dengan apa yang disepakati oleh para ulama jumhur.

Kemudian bagaimana kita menyikapi hal ini?

Seperti yang telah dibahas di atas, apabila kita merujuk kepada hadist-hadist mengenai membaca basmallah sebelum wudhu adalah wajib. Sedangkan apabila kita mengikuti para ulama jumhur status wajib tersebut menjadi sebuah sunnah dengan alasan hadistnya lemah.

Mengikuti keduanya adalah sesuatu yang baik, sebab memiliki alasan masing-masing. Kemudian untuk memperdalam hal ini jangan lupa kita selalu belajar serta langsung bertanya kepada ahlinya.

#1. Doa Sebelum Wudhu yang Dianjurkan

Bacaan basmallah yang dimaksud sebelum wudhu adalah bacaan “Bismillah” saja atau “Bismillahirahmanirahim”. Namun tetntu akan terasa lebih baik apabila kita membaca basmallah secara sempurna.

Sesudah membaca basmallah, kemudian kita membaca doa sebagai berikut.

Bacaan doa sebelum wudhu lengkap latin dan artinya

ALHAMDULILLAAHILLADZII JA’ALAL MAA’A THOHUURON

ALHAMDULILLAAHILLADZII JA’ALAL MAA’A THOHUURON

Adapun doa di atas memiliki yang panjang, berikut lafadznya:

ALHAMDULILLAAHILLADZII JA’ALA HAADZAL MAA’A THOHUURON ROBBi INNII A’UDZUBIKA MIN HAMAZAATISY SYAYAATIINI WA A’UDZUBIKA ROBBI AN YAHDLURUUNI.

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini suci dan juga menyucikan. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada Engkau dari godaan syetan dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari godaan syetan yang akan datang

Meskipun doa sebelum wudhu di atas merupakan bukanlah yang diriwayatkan oleh Nabi, akan tetapi tidak menjadi masalah kita membaca hal tersebut. Sebab bacaan doa tersebut biasa dibaca sebagian salafunash sholih.

Perlu dijelaskan juga rasanya, bahwa doa sebelum wudhu memang tidak diriwayatkan secara langsung oleh Nabi. Akan tetapi meski demikian hal ini lantas tidak ditentang.

Sehingga dalam urusan bacaan doa sebelum wudhu tidak terbatas doa di atas saja, sebab dari beberapa referensi basmallah pun merupakan sebuah doa.

#2. Niat Wudhu Lengkap (Arab, latin dan artinnya)

Sesudah kita membaca doa sebelum wudhu, selanjutnya kita berniat untuk melakukan wudhu. Terdapat beberapa pendapat mengenai hal ini, ada yang menyebutkan cukup dalam hati saja, dan adapula yang berpendapat harus di dzohirkan.

Namun terlepas dari hal itu semua, berikut bacaan niat wudhu yang paling umum kita temukan di masyarakat Indonesia.

Bacaan niat wudhu lengkap

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala.

Lafadz niat wudhu sendiri sangat beragam, misalkan niat wudhu yang digunakan oleh masyarakat NU, Muhammaddiyah dan Persis. Namun yang paling umum digunakan adalah lafadz niat wudhu di atas.

Doa Sesudah Wudhu Lengkap (Arab, latin dan Terjemahan)

doa sesudah atau setelah berwudhu

Nah ini dia yang merupakan pembahasan inti dari tulisan ini, yaitu mengenai doa sesudah wudhu. Seperti yang telah dibahas pada bagian prolog atau pembukaan tulisan, doa wudhu dibaca atau dilafadzkan tatkala kita selesai berwudhu. Dalam hal ini yaitu ketika selasai membasuh kedua kaki, kemudian mengangkat tangan dan menghadap ke arah kiblat.

Namun yang harus menjadi catatan bacaan ini jangan sampai dibaca di tempat yang tidak pantas misal kamar mandi, seingga diusahakan membaca doa ini setelah keluar dari kamar mandi. Berikut bacaan atau lafadz doa yang dapat kalian baca setelah selesai wudhu.

Doa sesudah wudhu lengkap (Arab, latin dan artinya)

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.

Artinya: Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.

Nah itu dia bacaan doa sesudah wudhu yang dapat kita baca, adapun beberapa doa tambahan yang tidak dianjurkan sebaiknya kita pelajari lebih lanjut sebelum mengamalkannya. Apabila kalian menginginkan doa tambahan setelah wudhu, kalian dapat membacanya dalam riwayat tarmidzi.

Tata Cara Berwudhu Sesuai dengan Sunnah (Rukun Wudhu)

Berbicara mengenai tata cara wudhu, itu artinya kita harus membahas rukun wudhu juga. Sebab ke-dua hal ini tidak dapat dipisahkan, lanratan dalam rukun-rukun wudhu membahas niat hingga tata tertib. Jadi kita dapat simpulkanrukun wudhu termasuk ke dalam tata caranya. Brikut ini penjelasan lengkapnya;

#1. Membaca Niat Wudhu

Niat merupakan hal yang utama dalam melakukan segala hal, termasuk berwudhu. Apabila diartikan niat merupakan sesuatu yang disengaja atau direncanakan. Niat sendiri tidak haruslah di ucapkan melalui lisan, bahkan para ulama bersepakat tempat dari sebuah niat adalah dalam hati.

Saking pentingnya sebuah niat, di dalam hadits arbain ditempatkan di halaman paling awal. Dimana setiap perbuatan yang dilakukan tergantung dari niatnya.

Setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Sehingga sangatlah penting bagi kita sebagai muslim memelihara dan menjaga dari pada sebuah niat. Jangan sampai kita melakukan hal niatnya bukan karena Allah.

Sebab sudah dipastikan apabila melakukan sesuatu dengan niat bukan karena Allah akan rugi, mungkin saja di dunia tidak rugi, tapi di akhirat pasti akan merugi, sebab Allah tidak akan membalas kebaikan kita.

Berikut bacaan niat wudhu yang dapat kalian baca dan hafalkan;

NAWAITUL WUDLUU’A LIROF’IL HADATSIL ASHGHORI FARDLOLLILLAAHI TA’ALA.

#2. Membasuh Wajah

Membasuh wajah menjadi rukun wudhu berikutnya, dalam membasuh wajah terdapat beberapa hal yang perlu kita perhatikan supaya wudhu kita sempurna.

Salah satu yang harus kita perhatikan saat membasuh wajah ialah dengan membasuh secara keseluruhan, mulai dari kening dimana tempat tumbuhnya rambut hingga bagian bawah dagu. Sedangkan untuk kiri dan kanan wajah ialah pipi hingga pinggir telinga.

Membasuh muka hendaklah dilakukan se-sempurna mungkin, jangan sampai ada bagian yang terlewat dan terlupakan dari wajah. Apalagi bagi laki-laki yang memiliki jenggot tebal disunahkan untuk disela-sela mengguna tangan. Tentu saja hal ini bertujuan supaya air wudhu masuk secara menyeluruh.

#3. Membasuh Ke Dua Tangan

Membasuh kedua tangan dalam praktik berwudhu haruslah sampai siku. Sama halnya dengan bagian lain, hendaknya air mereata dan membasahi keseluruhan tangan, mulai dari jari hingga siku. Al-Quran secara jelas telah menjelaskan mengenai hal ini dalam surat Al-maidah ayat ke-6 sebagai berikut “dan basuhlah tangan-tanganmu hingga siku”.

Basuhlah tangan kanan terlebih dahulu, Nabi telah mengajarkan hal ini, dimana membasuh tangan dengan sempurna memulai dengan tangan kanan, yang kemudian tangan kiri. Dimana masing-masingnya hingga siku secara sempurna sebanyak tiga kali.

Selain itu Nabi juga senantiasa memanjangkan basuhannya, baik itu tangan maupun wajah, artinya tangan dan wajah atau yang lainnya melebihi dari batas yang telah ditentukan.

#4. Mengusap Sebagian Kepala

Mengusap sebagian kepala ialah mengusap sebagian rambut, dimana tangan atau air langsung terkena rambut. Bagian yang diusap adalah bagian depan.

Lalu bagaimana hukum mengusap kepala secara keseluruhan?

barangkali diantara kita ada yang menemukan seseorang berwudhu mengusap bagian kepala secara keseluruhan. Nah hal ini disepakati oleh para ulama hukumnya ialah sunnah.

#5. Membasuh Ke Dua Kaki

Sama halnya dengan membasuh tangan, dalam proses membasuh kaki diharuskan membasuh bagian kakian bagian kanan terlebih dahulu, kemudian baru selanjutnya membasuh kaki bagian kiri yang masing-masing sebanyak tiga kali.

Batasan dari membasuh kaki sendiri ialah mata kaki, namun seperti halnya dengan basuhan yang lain, hendaknya kalian melebihkan basuhan kaki ini.

#6. Tertib

Tertib dalam melaksanakan wudhu ialah beruntun atau berurutan sesuai dengan urutannya. Itu berarti semua rukun wudhu yang telah kita bahas sebelumnya dilakukan secara berurutan, jangan tertukar atau bahkan terbalik satu dengan yang lainnya.

Disamping menghafal bacaan dalam berwudhu, yang termasuk di dalamnya doa sebelum dan sesudah berwudhu, hendaknya juga menghafal rukun wudhu serta urutan dalam wudhu tersebut.

Sunnah-Sunnah Dalam Berwudhu

Bisa jadi diantara kalian ada yang baru mengetahui mengenai rukun wudhu pada bagian sebelumnya. Mungkin bertanya-tanya mengapa hanya ada enam saja, sedangkan kita dalam melakukan wudhu ada hal lain yang kita lakukan, misal membasuh telinga dan berkumur.

Nah termasuk kemanakah kedua hal tersebut?

Terdapat yang disebut sunnah dalam berwudhu, nah kedua hal yang ditanyakan di atas termasuk kedalam sunnah wudhu. Untuk mengetahu mengenai sunnah-sunnah wudhu adalah sebagai berikut;

  1. Membaca basmallah, baik bacaan pendek ataupun secara sempurna.
  2. Membasuh dua telapak tangan sampai pergelangan.
  3. Berkumur dan bersiwak.
  4. Menghirup air ke dalam hidung, lalu mengeluarkannya.
  5. Menyela jari tangan.
  6. Menyela jenggot yang tebal.
  7. Mengusap semua bagian kepala.
  8. Mengusap ke dua telinga.
  9. Menyela jari kaki.
  10. Mengusap anggota atau bagian wudhu sebanyak tiga kali.
  11. Mendahulukan anggota bagian kanan.
  12. Dilakukan secara berkelanjutan, artinya tidak berhenti-berhenti.
  13. Memperpanjang Ghurah dan Tahjil, artinya melebihkan basuhan kepala dan tangan daripada batas yang telah ditentukan.
  14. Menghadap ke arah kiblat.
  15. Tidak berlebihan dalam menggunakan air.
  16. Tidak berbicara ketika sedang berwudhu.
  17. Membaca doa sesudah wudhu.

Setidaknya terdapat 17 yang menjadi sunnah dalam berwudhu, semoga kita semua dapat mengamalkan hal ini, agar harapannya wudhu yang kita kerjakan lebih sempurna.

Keutamaan Doa Sebelum Wudhu

Doa sebelum wudhu memang tidak diriwayatkan dan diajarkan langsung oleh Nabi. Akan tetapi harapannya tatkala kita membaca doa sebelum wudhu kita akan dijauhkan dari godaan syaitan. Maklum setan senantiasa menggoda dan mengganggu manusia dalam berbagi kesempatan.

Tidak hanya membaca doa sebelum wudhu, namun hendak mengawalinya dengan bacaan basmallah. Sebab berdasarkan keterangan basmallah dapat menjadi sebuah perisai bagi kita. Itu artinya diri kita akan terlindungi dari godaan syaton.

Syaitan sendiri menggoda manusia ketika wudhu dengan berbagai hal, salah satu yang seirng kita rasakan ialah menanamkan sebuah keragu-raguan saat mengerjakan wudhu. Saya yakin hampir setiap orang pernah merasakan hal ini, lupa bagian yang belum di basuh atau ragu dan merasa belum bersih dan sempurna saat mengerjakan wudhu.

Bahkan dalam beberapa kesematan, sangat sering kita menemukan orang melaksanakan wudhu dengan cukup lama. Salah satu penyebab itu semua adalah keragu-raguan yang barang tentu dhembuskan oleh syaitan. Nah untuk mengurangi hal tersebut ialah mengawalinya dengan bacaan basmallah.

Kemudian yang harus menjadi sebuah perhatian ialah mengenai keraguan ini adalah hal yang cukup serius, dimana apabila dalam sebuah solat keraguan dapat digantikan dengan sujud sahwi. Sedangkan dalam wudhu tidak ada penggantinya sama sekali. Sehingga tdak terdapat pilihan, selain mengerjakan wudhu dengan sebaik mungkin.

Keutamaan Doa Sesudah Wudhu

Membaca doa bakda wudhu merupakan pekerjaan yang baik, dimana banyak orang soleh seringkali melakukan hal ini. selain itu terdapat juga beberapa hadist yang mengungkapkan mengenai membaca doa sesudah wudhu, meskipun hal ini menjadi perbincangan dipara ulama. Berikut hadist dari Umar bin Khatab mengenai wudhu.

Barang siapa yang berwudlu kemudian dia mengucap: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (artinya: aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah), dibukakan untuknya pintu surga yang delapan, dan dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia sukai

Hdits tersebut di atas merupakan hadits shoheh yang diriwayatkan oleh muslim. Hal tersebut tentu dapan menjadi landasan kita dalam mengerjakan hal ini.

Terlepas dari itu semua membaca doa bakda wudhu tentu saja merupakan hal yang baik, setiap doa adalah sebuah kebaikan yang barang tentu menjadi kebaikan bagi diri kita, baik di dunia dan akhirat.

Jenis Air untuk Berwudhu

Bagian jenis air wudhu merupakan bagian terakhir dari tulisan ini, mengapa hal ini penting untuk di ikut sertakan? Sebab seperti yang kita tahu air menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaddikan wudhu yang kita lakukan sah.

Maka dari itu kita sangat perlu mengenal jenis atau macam-macam air untuk berwudhu. Jangan sampai karena air wudhu kita menjadi tidak sah.

Terdapat dua jenis air wudhu, yang pertama ialah jenis air yang tidak sah ketika digunakan, kemudian yang kedua ialah jenis air yang sah digunakan untuk berwudhu. Berikut contoh air yang sah dan tidak sah untuk digunakan dalam berwudhu.

#1. Jenis Air yang Sah Digunakan Berwudhu

Macam atau jenis air yang dapat digunakan untuk berwudhu;

  • Air sumur
  • Air dalam kulah
  • Air hujan
  • Air sungai yang mengnalir
  • Air embun
  • Air es atau salju

#2. Jenis Air yang Tidak Sah Digunakan Berwudhu

Macam atau jenis air yang tidak dapat digunakan untuk wudhu, dengan alasan tidak dapat mensucikan;

  • Jenis air yang terkena najis atau kotoran.
  • Air yang di dapat dari pohon atau sari buah.
  • Air dengan jumlah sedikit, kurang satu kulah, atau 100 liter.
  • Air yang sudah tidak jernih, berubah warna serta memili bau.
  • Air yang telah digunakan untuk keperluan lain.

Demikian pembahasan mengenai doa sebelum dan sesudah wudhu, jangan lupa baca artikel sebelumnya mengenai doa sebelum dan bangun tidur. Semoga tulisan ini menjadi sebuah pembelajaran serta benjadi pengetahuan bagi kita semua.

Perlu diingat juga bahwa tulisan ini tidak dapat dijadikan sebagai patokan dalam melakukan amalan. Ada baiknya kalian langsung mengonsultasikan atau menanyakan kepada ustad atau ulama. Sedang posisi tulisan ini hanya sebagai pembuka pengetahuan saja.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com