Industri 4.0

  • 3 min read
  • Okt 23, 2020
industri 4.0
Dianisa Utami
Latest posts by Dianisa Utami (see all)

Bagi sebagian orang, terutama akademisi istilah industri 4.0 tentu sudah tidak asing lagi. Sebab hampir disetiap kesempatan istilah ini sering didengar, didiskusikan di ruang kelas, di sudut-sudut kampus serta di seminarkan.

Membahas industri 4.0, saya jadi inget ceramah seorang profesor dari kemenristek beberapa waktu lalu, beliau bercerita saat memasuki era industri era baru ini, setiap lini kehidupan pasti kan melibatkan sistem informasi serta bantuan mesin.

Faktanya, memang benar hari ini kita telah melihat senndiri dengan jelas bahwa setiap kehidupan kita berjalan dengan cepat, hampir setiap perusahaan di Indonesia telah menggunakan dan memanfaatkan teknologi.

Kedepan akan lebih dari ini, kemungkinan besar Indonesia akan menggunakan AI (kecerdasan buatan) yang dapat menggantikan peran manusia.

Supaya kita lebih paham, yuk langsung kita cari tahu, apa sebenarnya.

Apa Itu Industri 4.0?

Sesungguhnya nama industri 4.0 merupakan trend dari otomasi atau penggunaaan serta pertukaran data yang dilakukan di dunia industri.

Hal ini mencakup segala hal, terutama dalam bidang komputasi . Sehingga proyeksinya Industri 4.0 tentu saja akan menghasilkan industri atau pabrik yang cerdas.

Maksud dari pabrik cerdas sendiri ialah pabrik yang dapat mengerjakan segala sesutu lebih mudah, akan tetapi disisi lain tentu akan berdampak buruk pada penyerapan tenaga kerja.

Istilah “industri 4.0” muncul pertama kali di Jerman, yang berasal dari sebuah proyek desain pabrik canggih yang mengedepankan komputerasi dalam pengolahan pabrik.

Perancangan Industri 4.0

Berikut dibawah ini merupakan prinsip – prinsip yang harus terpenuhi dalam membangun industri 4.0. Bisa dikatakan sebuah pabrik memasuki industries 4.0 jika sudah memenuhi hal berikut ini.

  • Kesesuaian : Kemampuan mesin, perangkat, sensor, serta kemampuan manusia itu sendiri dalam melakukan komunikasi satu sama lain dengan menggunakan internet untuk internet of things (IoT).
  • Setiap yang ada, pada mulanya bisa jadi dilakukan oleh manusia secara manual, di dalam industri ini berubah haluan, dimana proses industri diotamastisasi secara besar-besaran.
  • Transparansi Informasi, di dalam industri 4.0 semua informasi transparansi, sebab kemampuan sistem informasi yang mampu menciptakan salinan dunia fisik secara virtual.
  • Bantuan secara teknis, sistem dapat memberikan gambaran atau visualisasi terkait dengan apa yang sedang dan akan dikerjakan, hal ini tentu sangat erat hubungannya dengan pengambilan keputusan.
  • Keputusan secara mandiri, Sistem bisa saja mengambil keputusan sendiri jika memang diperlukan.

Bagaimana Indonesia Menghadapi Industri 4.0

Seperti yang telah saya sebutkan pada bagian awal, hal ini begitu santer terdengar dinegeri ini. Padahal  baru bakal masuk pada tahun 2020.

Meski masih jauh, namum pemerintahan Jokowi telah membuat roadmap terkait arah industri indonesia kan seperti apa kedepannya yang disebut dengan making Indonesia 4.0.

Airlangga hartanto sebagai menteri perindustrian di era Jokowi sudah seringkali menjelaskan menganai hal ini serta tujuannya.

Beliau mengatakan revolusi industri sendiri di Indonesia telah terjadi sejak jaman pemerintahan Hindia-Belanda dimana pada waktu itu telah beralih atau menggunakan stea enggine atau mesin uap.

Kemudian revolusi industri yang ke dua di Indonesia terjadi saat perusahaan otomotif general fort membuat line production di Indonesia.

Sedangkan untu revolusi ketiga, mulai memasuki dunia komputasi dan era globalisasi, yang dimulai pada tahun 90-an.

Revolusi industri 4.0 dimulai dengan perkembangan sistem informasi atau internet yang begitu cepat. Mau tidak mau tentu Indonesia harus ikut serta mengikuti perkembangan yang ada.

Akan tetapi tentu selalu ada konsekuensi disegala hal yang harus diambil, maka dari itu seharusnya pemerintah, sebaiknya memikirkan dengan matang. Supaya penggunaan sistem informasi dalam industri tidak bersinggungan dengan penyerapan tenaga kerja.

Tentu kita tidak mau dengan adanya revolusi industri malah membuat lapangan pekerjaan semakin sempit dan terbatas.

Disisi lain mempercepat perindustrian negeri ini, namun disisi yang lain ada masyarakat dan pekerja yang terabaikan. Jika seperti itu halnya, yang di untungkan hanya segelintir kalangan saja.

Menyambut Revolusi Industri Baru

Apa yang sebenarnya harus Indonesia persiapkan dalam menyambut industri 4 ?

Indonesia sebagai negara yang akan memasuki dunia industri baru, harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, tentu saja kita jangan sampai memiliki SDM yang kurang qualify. Apalagi saat ini seperi yang telah kita tahu telah mamasuki pasar bebas, jangan sampai nanti pos-pos pekerjaan diambil oleh orang asing.

Langkah antisifasi selain dari pihak bersangkutan. Dengan menyelaraskan antara ilmu yang di berikan di sekolah dan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan begitu paling tidak kita akan merasa lebih siap dalam menghadapinya.

Pemerintah dan berbagai pihak terkait seperti perguruan tinggi, haruslah bekerja keras dalam mewujudkan generasi yang memiliki semangat belajar yang tinggi.

Sebab dengan memiliki semangat belajar yang tinggi, tentu akan menghasilkan generasi yang mampur bersaing dengan pihak asing.

Sehingga ketika industri 4.0 dimulai, kita sebagai bangsa yang besar telah siap.

Sekian pembahasan mengenai industri 4.0 semoga bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com