Kain Khas Batak

  • 5 min read
  • Jun 07, 2020
kain kahas batak
Dianisa Utami
Latest posts by Dianisa Utami (see all)

guratgarut.com – Kain khas Batak dikenal dengan sebutan ulos, yaitu sebuah kain tradisonal yang dibuat dengan cara ditenun. Kain ini telah ada sejak lama, bahkan sebagian sumber menyebut ulos sebagai kain tenun tertua di Asia.

Kain ulos pada umumnya digunakan sebagai bahan pakaian tradisional untuk berbagai upaca adat ataupun digunakan hanya sekedar untuk selendang.

Dari dahulu hingga sekarang kain ulos menjadi kebanggaan masyarakat Batak khususnya, pada umumnya Indonesia.

Sejarah Ulos Sebagai Kain Khas Batak

kain tradisional batak
Sumber: matalensa.co.id

Kain ulos pada awalnya merupakan bahan yang kerap kali digunakan sebagai selendang dan sarung.

Masyarakat batak sendiri menganggap kain ulos lebih dari bahan khas atau tradisional, melainkan sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada anak dan pada sesama.

Berdasarkan beberapa sumber, pada jaman dahulu ulos menjadi bahan yang digunakan untuk penghangat tubuh.

Akan tetapi lama kelamaan ulos digunakan oleh ketua suku atau tetua adat di suku Batak, sehingga dari sinilah ulos dikenal sebagai kain khas Batak yang terkenal hingga saat ini.

Fungsi kain Ulos

bahan kain ulos
Sumber: faseberita.id

Sama halnya dengan kain khas lain, ulos memiliki berbagai macam fungsi, baik dahulu ataupun sekarang.

Berikut fungsi dari kain ulos;

  1. Sebagai kain khas, ulos digunakan dalam berbagai acara adat seperti, acara adat Batak Toba, tujuh bulanan, digunakan selendang cucu yang baru lahir dan saat menempati rumah baru.
  2. Digunakan dalam acara kedukaan, akan tetapi tidak semua jenis kain ulos digunakan saat menghadiri kedukaan, hanya jenis tertentu saja.
  3. Sebagai ciri untuk gadis Batak, karena pada umumnya para gadis batak menggunakan kain ulos untuk dililitkan di dada.
  4. Kain ulos juga tidak jarang dijadikan sebagai kado pernikahan, mungkin jika kamu nikah dengan orang Batak akan mendapatkannya juga.

Karakteristik Kain Ulos

gambar kain ulos
Sumber: detik.com

Sama halnya dengan bahan lain, ulos memiliki karakteristik untuk dapat dikenali, terlebih jika kamu bukan asli orang Batak.

Dengan mengetahui karakteristik dari ulos, kamu bisa dengan mudah membedakan ulos dengan kain lainnya.

Berikut karakteristik dari kain ulos;

  1. Kain ulos tidak berbau, jikan bahan kain lain memiliki bau khas tertentu saat kita baru membelinya, hal ini tidak berlau untuk ulos.
  2. Sama halnya dengan kain katun, ulos merupakan jenis bahan yang mampu meyerap keringat dengan sangat baik.
  3. Ulos merupakan kain yang tersusun atas warna tegas, seperti merah, hitam dan putih.
  4. Kain ulos tidaklah mudah luntur meskipun dicuci berulang.

Nah dengan mengtahui 4 karakteristik di atas, setidaknya kamu bisa mengenali bahan kain ulos.

Makna dari Warna Kain Ulos

kain tenun ulos
Sumber: merdeka.com

Setiap warna yang terkandung pada ulos memiliki makna tertentu, berikut maknanya;

  • Warna merah memiliki arti jiwa pemberani dan kepahlawanan.
  • Warna putih memiliki arti kejujuran dan kesucian.
  • Warna kuning sebagai kekayaan dan kesuburan.
  • Warna melambangkan kesedihan dan duka.

Tahapan Pembuatan Kain Ulos

tahapan membuat ulos
Sumber: beritagar.id

Untuk bisa menjadi kain ulos yang siap pakai setidaknya membutuh beberapa proses tahapan.

Kira kira apa saja proses tahapan tersebut? Yuk kita cari tahu.

1. Pembuatan Benang

Dari mulai tahapan pembuatan benang hingga selesai dilakukan secara manual dan radisional.

Pembuatan benang sendiri biasanya menggunakan yang disebut dengan nama “Sorha”

Sorha merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membantu dalam pemintalan benang.

Tentang sorha.

2. Pewarnaan

Setelah benang menjadi benang, proses selanjutnya ialah mewarnai benang dengan warna warna tertentu.

Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, misal membauat warna merah dari benang putih.

Pewarna yang digunakan berasal dari alam, seperti daun daunan dan fermentasi.

Bahan pewarna.

3. Gatip

Kata ini bisa jadi asing di telinga kita, yaitu sebuah proses grafis ketika benang dalam keadaan sebelum diwarnai.

Benang yang awalnya memiliki warna putih kemudian diikang dengan memakai daun serai.

4. Unggas

Unggas di sini bukanlah jenis hewan ya :), melainkan sebuah proses atau tahapan untuk mencerahkan benang.

Prosesnya sendiri yaitu dengan cara melumurkan nasi pada benang kemudian dikuasi.

5. Penguraian

Proses ini dilakukan agar memuahkan untuk bagian proses selanjutnya, yaitu menenun.

Dengan cara benang diurai tentu saja memudahkan penenunan, sebab benang sudah ada pada kondisi lurus.

6. Tenun

Tenun tentu saja bukanlah proses yang asing, karena hampir di semua daerah di Indonesia istilah ini dikenal.

Benang yang sudah tersusun selanjutnya ditenun untuk dijadikan sehelai kain ulos. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

7. Sirat

Sirat adalah proses terakhir sebelum ulos dapat digunakan atau dijual. Proses ini menjadikan ulos bentuk kutub.

Harga Kain Ulos

harga ulos
Sumber: theatlantic.com

Harga bahan kain ulos sangat bervariasi, mulai dari Rp.25.000 – Rp.100.000. Namun apabila kamu ingin mendapatkan kain ulos dengan kualitas premium, setidaknya harus menyiapkan uang Rp.300.000.

Sebagai referensi, berikut daftar harga bahan kain ulos;

Nama BahanHarga
Ulos sadum dimensi simata 7Rp. 80.000
Ulos ragihotangRp. 115.000
Ulos sadum merahRp. 50.000
Ulos sujiRp. 3.500.000
Ulos sadum arturoRp. 100.000
Ulos puccaRp. 1.050.000

Keterangan: Harga di atas berasal dari tokopedia.

Jenis Kain Ulos

jenis ulos
Sumber: hutagulung.id

Kain khas Suku Batak ini memiliki ragam yang luar biasa, tidak hanya terdiri dari satu, dua ataupun tiga, namun memiliki belasan hingga puluhan.

Bahkan seiring perkembangannya kain ulos menjadi bahan yang sangat variatif, sebab hingga saat ini masih mengalami perkembangan.

Berikut guratgarut telah merangkum jenis dan macam kain ulos yang paling familiar di masyarakat.

#1. Ulos Bintang Maratur

Bintar maratur merupakan jenis kain ulos yang paling banyak digunakan ketika acara adat di Batak Toba, misal acara 7 bulanan, lahiran dan saat memasuki rumah yang baru.

Kain ini menjadi kebanggaan yang tak ternilai, karena pada setiap penggunaannya mengandung filosofi atau makna yang mendalam.

#2. Ulos Padang Ursa

Pada ursa biasanya digunakan sebagai selendang dan tali tali pada acara adat Suku Batak.

Jenis ulos ini cukup indah saat digunakan sebagai selendang, terlihat anggun dan menarik untuk dilihat.

#3. Ulos Mangiring

Selain seringkali digunakan sebagai selendang, biasanya dijadikan pemberian sang nenek kepada cucunya.

Pemberian tersebut memberikan makna bahwa sang nenek memiliki harapan agar memiliki cucuk lagi.

#4. Ulos Bolean

Ulos bolean biasanya digunakan untuk menghadiri kedukaan, atau tidak jarang juga diberikan kepada anak yang sedang berduka.

Seperti halnya dengan ulos pada umumnya, bolean tidak luntur meskipun dicuci beberapa kali.

#5. Ulos Antak-Antak

Tidak jauh berbeda dengan kain ulos lainnya, antak-antak seringkali dijadikan sebagai selendang.

Akan tetapi tentu saja penggunaan antak-anatak dalam acara tertentu saja, misal pada acara menghadiri pemakaman.

#6. Ulos Ragi Huting

Jenis ini terbilang sangat langka, padahal jika melihat sejarah, jauh sebelum Indonesia merdeka masyarakat Batak telah menggunakan ragi huting.

Entah apa penyebab dari jarang ditemukannya saat ini, bisa jadi proses pembuatan yang sulit sebagai faktor penyebabnya.

Dahulu ulos jenis ini digunakan sebagai pakaian sehari-hari oleh para gadis Suku Batak.

#7. Ulos Ragi Hotang

Kain yang juga dikenal sebagai ulos hela, jenis ini biasanya diberikan atau dihadikan kepada sepasang penganting yang baru menikah.

Namun uniknya kain tidak diberikan begitu saja, melainkan harus mengikuti proses serangkaian adat terlebih dahulu.

#8. Ulos Pinan Lobu Lobu

Kain ulos ini merupakan salah satu jenis bagan yang biasa digunakan oleh semua kalangan, tidak mengenal usia, mau itu dewasa, orang tua ataupun anak-anak bisa menggunakannya.

Seperti halnya dengan jenis ulos lain, pinan lobu lobu digunakan sebagai selendang.

#9. Ulos Sibolang Pamontari

Sibolang pamontari biasanya digunakan untuk menghadiri acara duku, akan tetapi yang meningga belum memiliki cucu.

Selain itu bisa juga digunakan atau ditunjukan untuk duda dan janda yang ditinggal meninggal pasangannya.

#10. Ulos Simpar

Simpar merupakan jenis bahan ulos yang digunakan oleh ibu ibu dalam menghadiri upacara adat akan tetapi yang menghadiri tersebut hanya sebatas tamu undangan saja.

Memiliki warna yang tegas, serta motif indah menjadikan penggunanya tampil cantik dan anggun.

Ulos memiliki jenis yang begitu baanyak, meskipun tidak dibahas semuanya, paling tidak ini dapat menjadi gambaran untuk kita semua.

Penutup

Meskipun kain khas dari Suku Batak tidaklah hanya ulos saja, namun kain inilah yang mungkin paling terkenal.

Selain indah dan cantik saat digunakan, kain khas Batak satu ini memiliki nilai filosofi yang mendalam.

Tanya Jawab

Apa kegunaan ulos?

Digunakan dalam berbagai acara ada, baik suka ataupun duka. Pada umumnya dijadikan sebagai selendang dan sarung. Akan tetpi pada jaman dahulu dijadikan sebagai pakain sehari-hari oleh gadis Batak.

Makna filosofi kain ulos?

Setiap warna dari kain ini memiliki arti masing-masing, misal warna merah melambangkan kepahlawanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com