Kata Kata Bijak Pidi Baiq

  • 6 min read
  • Mei 29, 2020
kata kata pidi baiq
Anatya Alifa
Latest posts by Anatya Alifa (see all)

Tulisan sederhana ini memuat tentang seorang Pidi Baiq secara singkat serta kata kata bijak dan kata kata mutiara yang acap kali muncul dalam bukunya.


Guratgarut.com – Pidi Baiq atau akrab dipanggil Surayah lahir pada tanggal 8 Agustus 1972 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Namanya begitu terkenal saat hasil tulisan dengan judul “Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990” (terbit tahun 2014), dan dijadikan film pada tahun 2018.

Tulisan lainnya yang tidak kalah terkenal ialah “Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991” (terbit tahun 2015), “Milea: Suara dari Dilan (terbit tahun 2016).

Kenal Lebih Dekat dengan Pidi Baiq

pidi baiq
Sumber: tabloidbintang.com

Pidi Baiq tidak hanya dikenal menjadi seorang penulis saja, berikut fakta tentang Pidi baiq yang harus kamu ketahui.

1. Mantan Dekan

Barangkali hampir semua orang tidak percaya akan hal ini, namun siapa sangka seorang Pidi Baiq pernah menjabat sebagai Dekan di ITB, kampus almamaternya itu.

Pada salah satu serial druken, Pidi Baiq mengatakan, bahwa acap kali tetangganya tidak mempercayai dia pernah menjadi seorang Dekan.

Meskipun begitu, Pidi Baiq sering juga dipanggil Pak Guru, Pak Dosen, Pak Dekan dll oleh tetangganya.

Sekarang setelah melepas jabatan tersebut, Surayah lebih fokus untuk membuat karya, baik dalam tulisan ataupun lagu.

Bahkan tidak jarang juga ia mengisi acara acara penting seperti seminar yang diselenggarakan oleh kampus.

2. Lulusan ITB

Saat pertama kali mendengar hal ini boleh saja kalian tidak mempercayainya, namun pada kenyataannya memang demikian.

Di Institut Teknologi Bandung, Pidi Baiq mengambil jurusan seni, maka tidak heran ia pernah tercatat sebagai mahasiswa FSRD.

Selai itu, Pidi Baiq juga pernah bertualang ke luarga negeri pasca ia lulus kulias, yaitu ke Amsterdam untuk mempelajari seni dan filsafat. Perjalanan di luar negeri tersebut ia abadikan dalam kisah Manuskrip Amsterdam salah satunya.

Dalam beberapa kesempatan saat ia mengisi seminar, seringkali mengungkapkan bahwa tidak pernah mengambil ijazah dari kampusnya, tentu saja pernyataan ini sangatlah lucu.

3. Telah Menulis Banyak Buku (selain buku Dilan)

Jauh sebelum menulis buku Dilan, Pidi Baiq telah banyak menulis buku, salah satunya adalah komik.

Meskipun buku buku lainnya tidaklah sepopuler dilan, akan tetapi untuk kalian yang jatuh hati pada Pidi Baiq tentu harus mengenal karya-karya lainnnya.

4. Menyukai Kung Fu

Diakui Pidi, ia sangat menyukai Kung Fu dan film Drunken Master.

Nah, serial Drunken yang ditulisnya pun terinspirasi dari film dan buku Kung Fu Drunken Master yang dibintangi Jackie Chan.

Buku yang ditulis dengan bahasa “sekenanya” dan tidak memerhatikan PUEBI itu katanya ditulis seakan-akan ketika beliau sedang mabuk. Jadi, wajar saja kalau bahasanya terkesal “seenaknya”.

5. Imam Besar The Panasdalam

The Panasdalam adalah serikat yang mengumpulkan orang dari berbagai agama dengan akronim  dari aTHEis, PAganisme,  NASrani, Hindu budDA, isLAM.

Hal itu dikutip langsung dari pernyataan beliau yang menjelaskan mengenai sejarah berdirinya The Panasdalam dalam blog pribadinya.

6. Pernah Menjabat sebagai Walikota Bandung

Quote yang pernah beliau tulis mengenai Bandung pun diabadikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil, untuk dipampang di bawah terowongan yang menghiasiKa jalan Asia-Afrika.

Ulang tahun Bandung tahun 2014 lalu, beliau meminta kepada Pak Ridwan Kamil untuk dijadikan sebagai walikota! Uniknya, Kang Emil pun mengiyakan saja keinginan tersebut dan jadilah, Pidi Baiq pernah menjabat sebagai Walikota Kota Bandung selama 2 jam di Twitter.

Kata Kata Bijak Pidi Baiq

quotes pidi baiq, kata kata pidi baiq, kata kata bijak pidi baiq
kata kata Pidi Baiq oleh berkata.net

Berikut ini kumpulan kata kata bijak dari Pidi Baiq tentang kehidupan, pagi, rindu, dan Kota Bandung.

1. Aku adalah hujan

Aku adalah hujan, kalau tidak suka silahkan berteduh.

Ada yang paham dengan kata kata bijak dari Pidi Baiq satu ini? Apabila boleh, saya ingin sedikit mengulas kata kata ini.

Hidup bukan untuk mencari lawan, setiap orang tidak bisa dipaksa untuk mengikuti keinginan kita. Begitupun sebaliknya, kita pun tak bisa dipaksa begitu saja untuk mengikuti kehendak orang lain.

Tetaplah tegak di atas pendirian sendiri selama itu dalam kebenaran, jika memang orang lain tak sependapat ya jangan dipaksakan, biarkan mereka memilih apa yang mereka inginkan. Layaknya hujan, kalau tidak suka silakan berteduh.

2. Bukan Tuhan yang harus kau cari, tetapi jawaban

Bukan Tuhan yang harus kau cari, tetapi jawaban, mengapa kau bodoh mencari yang sudah ada bersamamu.

Terkadang, tanpa kita sadari kita selalu mencari apa yang sebenarnya sudah kita miliki. Bahkan tak jarang ketika merasa apa yang kita inginkan tak kunjung terpenuhi, kita mulai menyalahkan Tuhan.

Padahal, Tuhan bukan tidak memberi apa yang kita ingin, tetapi mengabulkannya dengan cara yang lain. Hanya saja kita yang terlalu berpikiran sempit sehingga tidak mampu mencerna maksud Tuhan.

Pada intinya Pidi Baiq ingin menyampaikan pesan melalui kata kata bijak ini, bahwa kita harus senantiasa bersyukur atas pemberiannya.

3. Jika doa bukan permintaan, setidaknya itu sebuah pengakuan kelemahan diri

Jika doa bukan sebuah permintaan, setidaknya itu adalah sebuah pengakuan atas kelemahan diri manusia dihadapan Tuhannya.

Doa adalah salah satu cara untuk merayu Tuhan. Doa biasanya dipanjatkan ketika mempunyai permintaan, agar tuhan mengabulkan. Jika ada yang mengatakan bahwa doa bukan sebuah permintaan, cukuplah doa itu sebagai pengakuan bahwa diri kita lemah, tanpa Tuhan kita tidak berdaya.

4. Rakyat adalah mulut yang menjadi bisu

Rakyat adalah mulut yang menjadi bisu karena diambil suaranya waktu pemilu.

Pemilu yang bisa membuat rakyat mendadak bisu. Mulut yang hanya bisa terkatup karena kenyang termakan janji-janji saat kampanye.

Setelah penebar janji terpilih, janji-janji hanya tinggal perkataan yang sudah basi. Sedang rakyat yang memilih karena korban janji hanya bisa mengikuti alur yang dibuat si penebar janji. Mereka bungkam, mendadak bisu karena suara mereka telah dirampok saat pemilu.

5. Pacaran untuk putus

Tujuan pacaran adalah untuk putus, bisa karena berpisah atau menikah.

Kata pacaran saat ini bukanlah hal yang tabu. Banyak yang mengatakan pacaran itu salah satu cara untuk saling memotivasi satu sama lain ke arah yang lebih  baik. tapi, kalau dipikir-pikir, untuk apa pacaran lama-lama kalau akhirnya putus juga?

Kalau putusnya karena berakhir di pelaminan sih masih mending lah ya. Tapi kalau putus karena harus berpisah kan tragis banget, lama-lama pacaran eh ternyata malah jagain jodoh orang.

Daripada buang-buang waktu jagain jodoh orang, buang-buang uang untuk jodoh orang, mending jaga diri sendiri dan jaga hati untuk seseorang yang sudah pasti jadi jodoh kita. Ya, nggak?

6. Bukan seniman, melainkan  buruh seni

Jika keberhasilan karyamu diukur dari banyaknya rating, maka kau bukan seniman, melainkan buruh seni.

Seniman adalah orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seninya.

Bakat  yang mampu melahirkan sebuah karya lahir begitu saja. tanpa banyaknya rating pun, seorang seniman sudah berhasil.

Jika rating menjadi ukuran keberhasilan suatu karya, akan banyak buruh-buruh seni yang lahir, karena hanya menghargai sebuah karya dengan banyaknya rating.

7. Bahkan seorang pemabuk adalah guru

Bahkan seorang pemabuk adalah guru bagiku, ketika dia teler dan nyungsep di comberan, dia mengajarkan aku untuk jangan jadi pemabuk.

Guru bukan hanya orang yang menyandang gelar sebagai guru, yang berdiri di depan kelas, yang selalu berada di sekolah.

Siapapun yang dapat memberikan pelajaran dan pengalaman berharga pantas disebut guru.

8. Di atas kita kini langit, di atas kita nanti tanah.

Di atas kita kini langit, di atas kita nanti tanah.

Ketika hidup kita masih bisa memandang birunya langit yang indah. Warna langit yang berubah menjadi senja yang menawan saat matahari mulai terbenam.

Tetapi jangan sampai lupa, bahwa dunia ini hanya fana. Karena akan ada alam akhirat yang kekal abadi, dan perjalanan untuk menujunya kita akan merasakan di atas kita bukan lagi langit yang kita pandang, tetapi tanah. Ya, alam kubur.

9. Tak hanya kata cinta yang mampu menumbuhkan rasa cinta

Meski yang dikatakannya bukan kata-kata cinta, tetapi mampu menumbuhkan rasa cinta

layaknya orang tua mereka tak pernah mengatakan kata-kata cinta,tetapi mereka mengungkapkan dalam bentuk yang jauh dari nyata.

Terutama seorang Ibu ia mengandung hingga melahirkan bukankah dengan cinta? Ia mengonsumsi makanan sehat bahkan harus membelinya dengan harga mahal agar kandungannya sehat juga dan melindungi kita hingga dewasa dengan memperhatikan agar pergaulan kita baik.

Ayah, Ia yang tak pernah mengeluh. Ia memang tak sepandai pemuda-pemuda yang kata-katanya romantis melelehkan hatimu namun ayah lebih dari itu.

Ia tak pernah merasa sakit meski sebenarnya ia telah tak mampu lagi.Ia tetap bekerja keras agar kau tumbuh hingga dewasa.

10. Tak selamanya perpisah itu menyedihkan

Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah, bila habis itu saling lupa.

Tak dapat dipungkiri pertemuan pasti diakhiri perpisahan. Bersedih ketika berpisah dengan orang-orang yang menyayangi kita pasti akan terjadi, tapi cukuplah saat itu saja.

Karena,kita masih punya kewajiban untuk meneruskan perjalanan hidup. Bahkan, bertemu dengan orang baru yang akhirnya juga berpisah.

Hakikatnya kesedihan dalam perpisahan bukanlah bersedih saat berlangsungnya perpisahan. Tetapi,yang menyedihkan itu adalah dilupakan setelah pengharapan untuk bertemu lagi.

11. Jangan zhalim pada diri sendiri

Jika kau ingin sama dengan orang lain, tidakkah kamu merasa sedang menzalimi dirimu yang khas?

Bukankah Tuhan telah menciptakan setiap manusia dengan perbedaan? Lalu, untuk apa memaksakan diri untuk sama dengan orang lain?

Kenalilah diri sendiri, cari tahu kelebihan yang ada pada diri sendiri, asah terus potensi yang dimiliki.

Jangan perlakukan diri sendiri dengan memaksanya untuk sama dengan orang lain. Karena setiap orang mempunyai porsinya sendiri.

12. Bukan nama kampusnya, tapi ilmu yang harus disebarkan

Bukan nama kampusnya yang harus kau junjung, tapi ilmu pengetahuannya yang harus kau sebarkan.

Banyak orang merasa bangga karena bisa masuk ke perguruan tinggi ternama dan terkenal. Apalah arti ketenaran nama sebuah kampus jika lulusannya tidak bermanfaat untuk orang lain?

Bukan membesarkan namamu lewat nama kampusmu, tetapi besarkan nama kampusmu lewat namamu. Salah satu caranya ya dengan menyebarkan ilmu yang kau peroleh dari kampusmu.

Penutup

Dari tulisan kata kata bijak Pidi Baiq di atas, semoga kita mampu mengambil hikmah dan pembelajaran yang terkandung di dalamnya.

Setiap kata kata tentu akan meberikan manfaat apabila kita mampu mencerna dan menafsirkannya dengan baik.

Kalian juga dapat mendapatkan inspirasi lain, salah satunya dengan membaca kata kata Tere Liye pada postingan sebelumnya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com