Pakaian Adat Aceh

  • 5 min read
  • Apr 14, 2020
pakaian adat aceh
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang diberi status sebagai daerah istimewa seperti halnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dimana mereka mendapatkan kewenangan otonomi khusus. Khusus untuk Aceh mereka menetapkan hukum Islam, oleh karena itu masyarakat aceh sangat konservatif dalam menetapkan segala hal, salah satunya ialah pakaian adat Aceh.

Pakaian adat Aceh sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu dan syari’at Islam, maka tidak aneh jika pakaian adat tradisional masyarakat Aceh terkesan tertutup, sopan dan berwibawa.

Seperti halnya pakaian adat di daerah lain, busana masyarakat Aceh memiliki ciri khas dan karakteristiknya sendiri yang sebagian tidak dimiliki oleh daerah lain. Untuk mengetahui secara lebih jelas dan lengkap, simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Pakaian adat Bali

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Aceh

baju adat aceh

Pakaian adat tradisional Aceh disebut dengan nama pakaian adat Gayo. Pakaian tersebut merupakan warisan yang diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi yang sudah ada dari sejak masa kerajaan Islam, yaitu kerajaan Samudra Pasai dan Perlak.

Pakaian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Linto Baro dan Dara Baro. Linto baro merupakan pakaian yang digunakan oleh pria, sedangkan Dara Baro merupakan pakaian yang digunakan oleh wanita.

Pakaian ini pernah digunakan oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, pada tahun 2018 pada saat Upacara Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Negara.

Pakaian tersebut digunakan pada acara-acara penting seperti upacara adat, pernikahan dan acara-acara yang bersifat formal. Selain itu busana tersebut memiliki tiga bagian penting yang terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

Linto Baro, Pakaian Adat Aceh Untuk Pria

pakaian adat aceh untuk pria

Pakaian linto baro merupakan pakaian adat tradisional aceh yang dikenakan oleh pria dewasa yang digunakan dalam beberapa acara penting. Pakaian ini tersusun dari berbagai elemen pakaian yang terdiri dari :

Baca Juga: Pakaian adat Jawa Timur

NoBagian Pakaian Adat Aceh untuk Pria
1Meukasah
2Sileuweu
3Meukeuteup
4Rencong / Siwah
Tabel pakaian tradisional untuk pria

1. Meukasah

Meukasah merupakan baju yang terbuat dari bahan kain sutra berkulitas tinggi yang ditenun. Baju ini memiliki tekstur yang halus dan nyaman ketika digunakan. Baju meukasah memiliki warna hitam yang melambangkan kebesaran, oleh karena itu baju ini dianggap sebagai baju kebesaran masyarakat Aceh.

Terdapat kerah yang disulam dengan menggunakan benang emas, bentuk kerah ini diduga merupakan hasil asimilasi kebudayaan Aceh dengan budaya Cina oleh para pedagang yang melintas di masa lalu.

2. Sileuweu

Sileuweu merupakan celana yang terbuat dari bahan kain katun. Sileuweu seringkali disebut cekak musang, yang merupakan salah satu celana khas kebudayaan Melayu. Celana ini memiliki kesamaan dengan baju meukasah yaitu memiliki warna hitam.

Agar menambah kesan gagah dan berwibawa, celana cekak musang ini dilengkapi dengan lilitan sarung dari kain songket yang berbahan dasar sutra. Kain ini bernama Ija Lamugap, Ija Krong ataupun Ija Sangket yang diikatkan ke pinggang dengan panjang 10 cm di atas lutut.

3. Meukeuteup

Meukeuteup merupakan aksesoris penutup kepala yang digunakan pada pemakaian baju adat Linto Baro. Penutup kepala ini berbentuk seperti peci orang aceh yang terbuat dari kain katun berwarna merah, kuning, hijau dan hitam.

Warna-warna tersebut memiliki arti yang berbeda-beda diantaranya :

  • Hijau, melambangkan kedamaian dan juga sebagai warna agama Islam.
  • Kuning, melambangkan kerajaan, kebangsawanan dan keagungan.
  • Merah, melambangkan keberanian dan kepehlawanan.
  • Hitam, melambangkan kerakyatan.

Pada bagian paling atas meukeutueup terdapat perhiasan berbahan emas atau perak dengan sepuhan emas yang disebut tampoek. Sedangkan pada sisi depan meukeuteup terdapat teungkulok yaitu balutan kain tenun tradisional yang bersulam emas atau perak, dimana salah satu ujung kainya dibuat mencuat ke atas.

Selain itu terdapat perhiasan yang bernama ayeum gumbak yang digantungkan pada samping kanan kopiah. Hiasan tersebut terbuat dari emas ataupun perak yang disepuh emas.

4. Rencong / Siwah

Pakaian Linto Baro juga seringkali dihiasi dengan aksesoris tambahan berupa senjata tradisional masyrakat Aceh yang disebut Rencong atau Siwah. Senjata ini diselipkan pada bagian pinggang.

Rencong memiliki ukuran lebih kecil dibanding siwah, selain itu rencong memiliki gagang melengkung, sedangkan siwah berbentuk bulat dan ujungnya relatif besar dan rata. Pada bagian gagang tersebut siwah selalu terdapat permata, sehingga terlihat lebih gemerlap dibandingkan rencong.

Oleh karena itu siwah lebih baik disandingkan pada baju Linto Baro karena siwah lebih dianggap sebagai senjata kebesaran masyarakat Aceh, sedangkan rencong merupakan senjata kepahlawanan.

Dara Baro, Pakaian Adat Aceh Untuk Wanita

pakaian adat aceh untuk wanita

Pakaian Dara Baro, merupakan pakaian yang digunakan oleh wanita sebagai pendamping pakaian Linto Baro. Pakaian ini memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan dengan pakaian para pria, seperti warna merah, hijau, ungu dan kuning.

Seperti halnya pakaian Linto Baro, pakaian ini memiliki beberapa elemen utama sebagai penyusun pakaian Dara Baro, diantaranya ialah :

NoBagian Pakaian Adat Aceh
1Baju kurung
2Celana cekak musang
3Aksesoris
Tabel bagian pakaian tradisional Aceh

1. Baju Kurung

Baju ini merupakan hasil dari gabungan beberapa kebudayaan seperti budaya Melayu, Arab dan Cina.

Baju ini terbuat dari bahan tenunan kain sutra yang memiliki bentuk yang dapat menutup aurat wanita seperti, ukuran yang cukup longgar agar tidak menampilkan lekuk tubuh, lengan panjang dan dapat menutup bagian pinggul.

Pada baju ini terdapat kerah dan juga motif yang terbuat dari sulaman benang emas atau perak dan boh dokma pada bagian depanya.

Pada bagian pinggang terdapat kain songket yang dililitkan, kain tersebut merupakan kain songket khas Aceh yang bernama Ija Krong Sungket.

Kain ini dapat menutupi pinggul dan baju bagian bawah yang diikat menggunakan tali pinggang yang terbuat dari emas ataupun perak yang bernama “taloe ki ieung patah sikurereung” yang berarti pinggang patah sembilan.

2. Celana Cekak Musang

Celana cekak musang merupakan celana yang ada juga pada pakaian Linto Baro yang digunakan oleh pria. Celana ini memiliki bentuk yang sama melebar ke bawah, tetapi pada wanita memiliki warna yang dapat disesuaikan dengan baju yang dipakai.

Celana ini juga dilapisi oleh sarung tenun yang menjuntai sampai ke siku kaki, sehingga terlihat panjang dan tertutup. Selain itu terdapat sulaman benang emas pada pergelangan kaki celana ini.

Celana ini juga selain digunakan pada acara pernikahan dan acara penting lainya, seringkali digunakan dalam acara kesenian tari tradisional masyarakat Aceh.

3. Aksesoris / Perhiasan

Aksesoris yang digunakan oleh wanita lebih banyak dibandingkan aksesoris yang digunakan oleh pria. Terdapat banyak perhiasan yang digunakan seperti :

  • Mahkota

Mahkota ini terbuat dari emas yang berhiaskan motif flora pada sisi kiri dan kanan yang bernama mahkota Patam Dhoe. Pada bagian tengah mahkota terdapat motif daun sulur dan kaligrafi yang diukir bertuliskan Allah dan Muhammad menggunakan huruf arab.

Sebelum menggunakan mahkota ini wanita Aceh menggunakan kerudung agar dapat menutup aurat dengan sempurna.

  • Anting-anting

Anting yang digunakan terbuat dari emas dengan motif yang beragam yang disebut subang. Adapun motif tersebut seperti bulatan kecil atau boh engkot yang terdapat rumbai-rumbai dibawahnya. Ada juga subang bungong mata uroe yaitu anting yang berbentuk menyerupai bunga matahari.

  • Kalung

Kalung yang digunakan terbuat dari bahan emas yang berbentuk daun sirih. Selain itu ada juga kalung azimat yang memiliki manik-manik bermotifkan boh bili.

  • Gelang

Gelang yang digunakan terdapat dua buah macam, yaitu gelang yang digunakan pada tangan dan gelang yang digunakan pada kaki. Untuk gelang tangan bernama gelang Ikay, sedangkan untuk gelang kaki disebut gelang Goki.

  • Cincin

Sedangkan untuk cincin yang digunakan oalah cincin yang terbuat dari bahan dasar emas kuning atau juga emas putih. Cincin tersebut bernama cincin Euncien Pinto Aceh.

Penutup

Pakaian Adat Tradisional Provinsi Aceh memang merupakan pakaian yang terkesan sopan dan tertutup, mengingat provinsi Aceh merupakan daerah yang sangat kental dengan budaya Melayu dan Islam.

Tetapi hal tersebut tidak menutup keindahan pada pakaian adat tersebut yang terlihat megah dan berwibawa.

Indonesia memang memiiki ragam budaya yang luar biasa, berbagai pakaian adat memiliki keunikannya sendiri, sebut saja pakaian tradisional NTT.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.


FAQ

Apa nama pakaian adat Aceh

1. Dara baro untuk wanita
2. Linto baro untuk pria

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com