Pakaian Adat Bali

  • 5 min read
  • Mei 10, 2020
pakaian adat bali
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Sudah tidak asing lagi bahwa Pulau Bali merupakan salah satu destinasi wisata dunia yang berada di Indonesia. Provinsi yang dikenal dengan julukan pulau Dewata terkenal dengan wisata alam, seni dan kebudayaanya. Salah satunya ialah pakaian adat Bali.

Pakaian adat ini cukup diminati oleh berbagai wisatawan domestik ataupun mancanegara, selain wisata alam, seni tari, seni musik dan rumah adatnya yang sangat mempesona.

Pakain ini memiliki makna filosofis dan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada adat istiadat masyarakat setempat yang membuatnya cukup menarik untuk kita telusuri.

Selain itu terdapat ornamen, hiasan, aksesoris dan juga corak yang menjadikan ciri khas dalam penggunaan pakaian adat bali. Untuk mengetahui itu semua, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Pakaian Adat Papua

Mengenal Pakaian Tradisional Bali

pakaian tradisional bali

Pakaian adat Bali memiliki ketentuan seperti pakaian tersebut harus terlihat normal dan rapi. Tetapi penggunaan corak dan ornamen perhiasan yang digunakan dapat menunjukan status sosial dan ekonomi seseorang yang menggunakanya.

Ornamen dan aksesoris yang digunakan tidak hanya digunakan pada acara tertentu saja, tetapi digunakan pada keseharian mereka. Hal tersebut merupakan salah satu ciri khas yang dapat menunjukan identitas kebudayaan masyarakat Bali.

Warna putih seringkali digunakan pada baju keseharian masyarakat Bali yang dipercaya sebagai warna suci dan sakral

Selain itu pakaian ini memiliki makna filosofis yang didasarkan pada kepercayaan yang bersumber pada ajaran salah satu dewa umat Hindu yang diyakini dapat memberikan kegembiraan, kedamaian dan keteduhan bagi yang mempercayainya.

Jenis Pakaian Adat Tradisional Bali

baju tradisional bali
sumber: romadecade.com

Walaupun sekilas terlihat sama, pakaian adat Bali sesungguhnya bervariasi. Varian tersebut dapat terlihat dari ciri khas simbolik dan ornamen yang digunakan pada masing-masing daerah.

Pakaian adat Bali juga memilki jenis tingkatan berdasarkan kelengkapan pada pakaian, waktu dan acara yang dihadirinya. Setiap tingkatan tersebut tentu saja memiliki perbedaan yang cukup mencolok, diantarnaya ialah :

NoJenis Pakaian Adat Bali
1Pakaian adat Bali Payas Agung
2Pakaian adat Bali Payas Madya
3Pakaian adat Bali Payas Alit

1. Pakaian adat Bali Payas Agung

Pakaian payas agung berasal dari kata payas yang berarti riasan dan agung yang berarti besar, mewah ataupun megah. Jadi kalau diartikan pakaian ini merupakan pakaian atau busana yang memiliki kesan besar dan mewah.

Pakaian ini selalu menarik perhatian banyak orang baik masyarakat dan wisatawan lokal, maupun wisatawan dari berbagai negara yang berkunjung ke Bali. Dikarenakan payas agung memiliki kesan etnis, mewah dan spesial. Oleh karena itu pakaian ini tidak sembarang digunakan dalam berbagai acara.

Baju payas agung seringkali digunakan sebagai busana pengantin pada saat upacara pernikahan yang terlihat begitu indah dengan hiasan kepala berupa mahkota yang tinggi menjulang dengan balutan kain berbagai warna yang dikenakan oleh pasangan pengantin.

Adapun ciri-ciri yang terdapat pada payas agung, diantaranya ialah :

  1. Penggunaan tapih yang cukup panjang dan dililitkan dari dada hingga jari kaki untuk pengantin wanita. Kain tersebut akan dilapisi kemben sebagai penutup dada dan kamen prada untuk menutup hingga ke mata kaki.
  2. Penggunaan rias wajah yang disebut srinata. Riasan tersebut membentuk lingkaran simetris pada dahi.
  3. Penggunaan mahkota yang terdiri dari beberapa bagian seperti petitis dan tajuh emas di bagian atas. Mahkota tersebut digunakan oleh kedua mempelai / pengantin pada saat menggunakan busana adat payas agung.
  4. Penggunaan aksesoris atau perhiasan seperti cerik (menyerupai gelang) di bagian bahu sebelah kiri, gelang kana di lengan, gelang satru di pergelangan tangan, keris dan berbagai macam aksesoris lainya.
  5. Menggunakan ikat pinggang yang bernama pending emas yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh pasangan pengantin.
  6. Baju yang dikenakan kedua pengantin hampir mirip yaitu berupa tapih dan kamen prada yang dililitkan dari bagian dada sampai ke bagian bawah betis.

2. Pakaian adat Bali Payas Madya

Selanjutnya ialah pakaian adat Bali payas madya, berbeda dengan pakaian payas agung yang mempunyai aturan yang cukup ketat mengenai kelengkapanya, payas madya tidak begitu ketat dalam aturannya dan cenderung lebih fleksibel.

Hal tersebut dimaksudkan pada pengenaan atasan yang digunakan memiliki pilihan yang beragam, tidak terpaku pada saju jenis atasan saja. Pilihan tersebut seperti, baju kaos, kaos polo ataupun kemeja. Tetapi untuk bagian bawahan digunakan kamen dan senteng (selendang).

3. Pakaian adat Bali Payas Alit

Yang terakhir ialah pakaian adat Bali payas alit, berasal dari kata Bali alit yang berarti kecil atau sederhana. Seperti namanya busana ini terlihat sederhana dan digunakan untuk melakukan sembahyang ataupun sekedar membersihkan pura dan lingkungan sekitar dalam keseharian mereka.

Pakaian ini dapat dibedakan menjadi dua jenis pakaian, yaitu pakaian untuk laki-laki dan pakaian untuk perempuan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut :

A. Pakaian khusus laki-laki

Pakaian ini terlihat sederhana, rapi dan sopan tetapi masih terlihat kental dengan budaya bali yang melekat pada busana ini, yang terdiri dari :

  1. Udeng. Udeng merupakan penutup kepala atau ikat kepala khas yang seringkali digunakan oleh masyarakat Bali. Terdapat dua macam udeng yang dapat dibedakan dari fungsinya, yaitu udeng polos berwarna putih dan udeng bermotifkan batik. Udeng polos digunakan pada saat kegiatan atau upacara kegamaan, sedangkan untuk udeng bermotif digunakan untuk sehari-hari.
  2. Baju yoko / baju safari. Baju ini merupakan atasan berbentuk kemeja atau jas berwarna putih lengkap dengan kerah dan kancing. Pada baju ini juga terdapat saku yang terletak pada bagian kiri dan kanan.
  3. Kamen. Pada bagian bawah digunakan kamen yang berbentuk seperti sarung. Kamen ini tidak hanya digunakan oleh pria saja, tetapi digunakan juga oleh wanita dengan aturan yang berbeda. Pada laki-laki digunakan 2 lembar kain yang digunakan, untuk bagian luar disebut saput dan bagian dalam inilah yang disebut dengan kamen. Kain kamen diikatkan pada selendang agar tidak lepas saat digunakan.
  4. Kain kampuh / saput. Kain ini merupakan kain berwarna putih dan hitam dengan motif kotak-kotak menyerupai papan catur yang diikatkan pada pinggang. Kain tersebut memiliki makna filosofis yang melambangkan hal yang berlawanan seperti pada warnanya. Warna putih melambangkan hal-hal positif seperti kebaikan, kebahagian, anugrah, kebenaran dan pencerahan. Sebaliknya warna hitam melambangkan kegelapan, keburukan, musibah, kebohongan dan kesedihan. Masyarakat Bali percaya bahwa kedua sisi tersebut merupakan sifat manusia yang berbeda, oleh karena itu kain tersebut merupakan pengingat bahwa manusia harus tetap berada dalam warna putih.
  5. Keris. Senjata keris juga seringkali digunakan pada saat pemakaian busana ini sebagai aksesoris pelengkap pakaian adat payas alit.

B. Pakaian khusus perempuan

Berbeda dengan pakaian adat khusus laki-laki, pakaian yang digunakan perempuan terlihat lebih mencolok dan tidak begitu rumit. Busana ini terdiri dari bagian penyusun seperti :

  1. Sanggul / Gelung. Sanggul merupakan aksesoris rambut yang digunakan pada saat pemakaian busana adat payas alit. Sanggul Bali memiliki ciri khas yaitu bentuknya yang memanjang sampai 50 cm. Sanggul ini dilengkapi dengan bunga kamboja yang terlihat menawan. Terdapat aturan khusus dalam penggunaan sanggul yang terlihat dari jenis sanggul yang dipakai, yaitu pusung gonjer, pusung tagel dan pusung kepupu/podgala. Pusung gonjer digunakan untuk wanita yang belum menikah, pusung tagel digunakan untuk wanita yang sudah menikah, sedangkan pusung kekupu digunakan oleh wanita yang berstatus janda.
  2. Kebaya. Kebaya yang digunakan berbeda dengan kebaya jawa pada umumnya. Kebaya Bali terkesan lebih sederhana dibandingkan kebaya Jawa yang terkesan mewah kental dengan nuansa keraton Jawa. Kebaya Bali memiliki motif yang sederhana berwarna cerah dan segar ketika dipandang, tetapi ada juga yang tidak bermotif sama sekali
  3. Kamen. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penggunaan kamen tidak hanya terbatas untuk kaum laki-laki saja, tetapi digunakan juga untuk para perempuan. Kain kamen selintas mempunyai motif menyerupai batik, tetapi lebih sederhana seperti motif bunga.
  4. Selendang / Senteng. Selendang atau senteng merupakain kain yang digunakan dengan cara diselempangakn pada bahu. Terdapat makna dalam penggunaan selendang ini yang berarti simbol seorang anak perempuan untuk orang tuanya.
  5. Sabuk Prada. Sabuk prada merupakan kain yang dililitkan di pinggang yang berfungsi sebagai penahan kamen agar tidak lepas saat digunakan. Sabuk ini juga memliki makna filosofi, yaitu sebagai gambaran untuk melindungi dirinya pada bagian rahim sebagai anugrah tuhan dengan cara mengendalikan diri. Selain itu penggunaan sabuk prada menambah kesan anggun dan berseri-seri ketika digunakan.

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai pakaian adat Bali yang sudah dikenal dan banyak diminati oleh berbagai wisatawan yang berkunjung, entah itu wisatawan lokal ataupun mancanegara.

Kebudayaan tersebut terjaga dan lestari oleh masyarakat dan pemerintah provinsi Bali. Semoga hal tersebut dilakukan oleh provinsi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan lain-lain agar tidak punah dan hilang ditelan jaman.

Hal yang sering ditanyakan:

Apa nama pakaian adat Bali dan keunikannya?

Payas agung, payas madya dan payas alit.

Apa nama baju adat Bali untuk perempuan?

Payas alit

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com