Pakaian Adat Kalimantan Barat

  • 4 min read
  • Jun 12, 2020
Pakaian Adat Kalimantan Barat
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Provinsi Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara bagian Serawak, Malaysia maka tidak aneh jika sebagian penduduk Kalimantan Barat didominasi oleh suku Dayak dan suku Melayu.

Terdapat kebudayaan yang masih asli dan tidak terpengaruh oleh budaya masing-masing, salah satunya yaitu pakaian adat Kalimantan Barat.

Terdapat perbedaan antara pakaian kedua suku tersebut yang memiliki ciri khas, sejarah dan nilai-nilai leluhur dan filosofis yang terdapat dikedua busana tersebut. Untuk mengetahuinya simak sampai akhir ulasan berikut ini.

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Provinsi Kalimantan Barat

pakaian tradisional kalimantan barat
Sumber: kahanjakhuang.or.id

Kita tahu bahwa pakaian adat yang dikenakan oleh suku Dayak dan suku Melayu berbeda.

Pakaian adat suku Dayak terlihat lebih eksotis yang terbuat dari bahan-bahan dasar dari alam dan memiliki warna cerah dengan motif masyarakat suku Dayak.

Hal tersebut merupakan salah satu ciri khas yang terdapat dari pakaian adat tradisional suku Dayak.

Pakaian tradisional suku dayak digunakan untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, bertani, berburu dan melakukan upacara adat.

Sedangkan untuk pakaian adat suku Melayu terbuat dari bahan kain dan terdapat nilai-nilai Islam didalamnya, maka pakaian tersebut cenderung tertutup untuk menutupi aurat.


Artikel Terkait:


Macam dan Jenis Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Barat

baju kalimantan barat
Sumber: kumparan.com

Pakaian adat tradisional Provinsi Kalimantan Barat dapat dibagi menjadi tiga jenis pakaian yang dibedakan dari fungsi dan masyarakat yang mengenakanya, seperti pakaian laki-laki dan perempuan. Selengkapnya sebagai berikut :

NoNama Baju Adat Kalimantan Barat
1Baju adat untuk laki-laki dari suku dayak
2Baju adat untuk perempuan suku dayak
3Baju adat untuk suku melayu sambas

1. Pakaian Adat Laki-laki Suku Dayak

Untuk kaum laki-laki dan pria masyarakat suku Dayak terdapat busana khusus yang disebut baju king baba. King baba sendiri berasal dari nama king yang berarti baju dan baba yang berarti laki-laki dalam bahasa dayak.

King baba terbuat dari kulit tanaman ampuro atau kayu kapui yang ditumbuk sehingga kadar air pada kayu tersebut tinggal menyisakan seratnya saja. Kemudian serat tersebut dijemur dan dihias dengan menggunakan motif khas masyarakat suku Dayak.

Pada proses penghiasan tersebut dilakukan dengan cara di lukis menggunakan pewarna alami dan dilanjutkan dengan proses pembentukan pakaian hingga menyerupai rompi tanpa lengan dan sebuah penutup kaki.

Baju king baba juga seringkali dilengkapi dengan aksesoris seperti :

  • Ikat kepala. Ikat kepala yang digunakan terbuat dari bahan alam juga dan disematkan sebuah bulu burung enggang gading. Burung tersebut dipiih karena warna dan teksturnya lembut, sehingga memperindah pakaian adat king baba dan terlihat lebih gagah dan eksotis.
  • Mandau. Mandau merupakan nama sari salah satu senjata adat khas Kalimantan Barat.

Mandau diselipkan pada baju king baba karena baju king baba merupakan baju perang yang digunakan oleh suku Dayak.

2. Pakaian Adat Wanita Suku Dayak

Bila tadi kita membahas king baba sebagai baju khusus laki-laki, untuk pakaian adat khusus untuk wanita suku dayak ialah king bibinge.

King bibinge sendiri memiliki proses pembuatan yang tidak jauh berbeda dengan baju king baba, tetapi desain dan bentuk pada pakaian ini lebih sopan seperti penutup dada, stagen, kain bawahan dan manik-manik tersusun rapi yang membuat pakaian adat ini semakin indah dan cantik.

Terdapat aksesoris atau perhiasan yang dikenakan dalam baju king bibinge, antara lain sebagai berikut :

  • Ikat kepala. Ikat kepala yang digunakan cukup sama dari bahan dasar yang digunakan oleh baju king baba. Tetapi ikat kepala yang digunakan oleh king bibinge memiliki bentuk segitiga.
  • Perhiasan. Perhiasan yang digunakan oleh suku adat Dayak bukan terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak, melain terbuat dari bahan alam. Seperti gelang yang terbuat dari pintalan akar tanaman yang berfungsi sebagai penolak bala yang disebut jarat tangan.  Terdapat juga kalung yang terbuat dari tulang hewan dan akar pohon sebagai penangkal dari gangguan roh-roh halus yang dikhsusukan untuk bayi dan berbagai perhiasan lain seperti galang pasan manik, tajuk bulu area, tajuk bulu tantawan dan galing gading.

3. Pakaian Adat Suku Melayu Sambas

Bila tadi membahas dua pakaian adat suku dayak, kali ini kita akan membahas baju khas yang digunakan oleh masyarakat suku Melayu Sambas.

Pakaian suku Melayu Sambas tidak berbeda jauh dengan pakaian adat Melayu lainya, di Malaysia sendiri baju ini disebut teluk belanga dan cekak musang.

Berbeda dengan pakaian adat suku Dayak yang menggunakan bahan alam sebagai bahan dasar pembuatan pakaian, busana ini menggunakan kain songket sebagai bahan dasar pembuatanya.

Busana ini tentu saja tertutup dan terkesan lebih sopan karena masyarakat Melayu menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam kehidupan keseharian mereka.

Perubahan dan Perkembangan pada Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Barat

Baju tradisional kalimantan barat
Sumber: pakaiantradisional.blogspot.com

Pakaian adat tradisional Kalimantan Barat dilakukan perubahan menjadi lebih baik tanpa harus merubah atau menghilangkan keistimewaan dari bentuk aslinya.

Seperti perubahan bahan dari bahan yang cenderung panas dan tidak nyaman ketika digunakan dan lain sebagaianya.

Perubahan tersebut tentu saja tetap memiliki nilai-nilai leluhur dan ciri khas masing-masing, diantarnaya ialah :

  1. Pakaian King Tompang. Pakaian ini terbilang cukup sederhana dan menjadi saksi bisu terhadap sejarah masyarakat Kalimantan Barat sejak dimulainya interaksi dengan orang Melayu. Pakaian king tompang memiliki warna dasar hitam dan dihiasi dengan warna lain seperti merah, kuning, biru dan warna lainya.
  2. Pakaian Bulang Buri dan King Buri. Nama buri sendiri berasal dari hewan laut yang berarti pakaian bulang buri dan king buri merupakan pakiaan yang terbuat dari bahan kulit binatang sejenis kerang laut yang kecil dan keras.
  3. Pakaian Indulu Manik. Pakaian indulu manik, seperti namanya pakaian yang mempunyai aksesoris atau manik-manik dalam pemakaianya. Aksesoris tersebut diperoleh dari daerah Serawak (Malaysia Timur) yang digunakan sebagai hiasan.
  4. Pakaian King Kabo. Pakaian king kabo memiliki nama yang berasal dari sebuah mitos masyarakat berupa hantu berukuran raksasa yang paling tinggi dan besar bernama geregasi. Busana tersebut terbuat dari paduan kulit kayu, kain sungkit Brunei sepanjang 1 meter dan cawat yang terbuat dari kain dengan panjang 4 meter. Pakaian king kabo seringkali dikenakan aksesoris berupa manik-manik dan pita-pita rumbai.
  5. Buang Kuureng. Baju buang kuureng tidak lagi menggunakan kain songket, tetapi menggunakan bahan dasar lain seperti kain beludru, sehingga terlihat lebih elegan halus dan juga terkesan mewah. Baju ini memiliki dua jenis yaitu kuurung langke untuk model baju lengan panjang dan kuurung sapek untuk model baju lengan pendek.

Yuk kenali juga menganai pakaian adat Maluku yang memiliki sejuta keunikan di dalamnya.

Penutup

Begitulah pembahasan singkat mengenai pakaian adat tradisional provinsi Kalimantan Barat dimulai dari jenis sampai perkembanganya. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga akan keanekaragam budaya kita sendiri.

Selain mendapat informasi dari mempelajari salah satu budaya seperti pakaian adat, kita juga menghargai dan ikut ambil dalam melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur kita.

Semoga pembahasan ini bermanfaat, sekian dan terima kasih.


Apabila ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan, bisa tulis dikolom komentar, atau hubungi kami melalui email[email protected].

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com