Pakaian Adat Maluku

  • 5 min read
  • Jun 11, 2020
Pakaian Adat Maluku
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Provinsi Maluku dijuluki sebagai provinsi seribu pulau dikarenakan terdapat kurang lebih 1400 pulau yang terdiri dari pulau besar hingga kecil.

Selain keindahan alamnya, provinsi Maluku mempunyai sejarah yang cukup panjang, maka tidak heran jika kebudayaan yang dimilikinya cukup kental, salah satunya ialah pakaian adat Maluku.

Pakaian adat Maluku pada umumnya memiliki desain model yang cukup sederhana dan juga mudah digunakan jika kita bandingkan dengan pakaian adat dari daerah atau provinsi lain.

Walaupun cukup sederhana, tetapi pakaian adat ini sarat akan nilai dan makna filosofis seperti pada penggunaan warna dan lain sebagainya.

Selain itu baju adat provinsi Maluku tidak hanya satu, tetapi terdapat beberapa macam seperti baju cele, baniang putih dan jenis lainya akan kita bahas selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Provinsi Maluku

pakaian adat maluku
Sumber: rumahulin.com

Di pulau Jawa pakaian kebaya terkenal sebagai pakaian yang hanya dapat dikenakan oleh keluarga kesultanan dan kerajaan yang ada di Jawa.

Tetapi siapa sangka penggunaan kebaya juga terdapat provinsi Maluku sebagai pakaian adat yang memiliki fungsi beragam.

Masyarakat Maluku dikenal menyukai tari dalam acara seperti pesta rakyat. Dalam acara tersebut seringkali digunakan bermacam kebaya sesuai dengan fungsinya.

Bukan hanya kebaya saja tetapi terdapat busana adat lain yang mempunyai ciri khas tersendiri.

Menurut sejarah yang ada, provinsi Maluku mempunyai kerjaan yang berdiri di daerah tersebut.Terdapat busana yang hanya dapat digunakan oleh raja / sultan dan kerabat kerjaan.

Namun sering berjalannya waktu aturan tersebut mulai pudar dan dapat digunakan oleh siapa saja.

Terdapat juga pakaian adat yang dapat dibedakan dalam fungsinya seperti pada upacara adat, upacara keagamaan, pesta rakyat dan lainya.


Artikel Terkait:


9 Jenis Pakaian Adat Tradisional Provinsi Maluku

Setidaknya terdapat sembilan macam pakaian adat tradisional yang terdapat di provinsi Maluku, selengkapnya ialah :

NoNama Pakaian Tradisional Adat Maluku
1Baju cele
2Kebaya Hitam Gereja
3Kebaya Putih Tangan Panjang
4Kebaya Dansa
5Baniang Putih
6Baju Nona Rok
7Manteren Lamo
8Kimun Gia
9Baju koja

1. Baju Cele

Baju cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku
sumber : taldebrooklyn.com

Baju cele atau seringkali disebut dengan nama kain salele, mungkin merupakan busana yang paling populer di daerah provinsi Maluku. Busana ini terbuat dari bahan kain yang cukup tebal, tetapi tetap nyaman ketika digunakan dan memiliki warna yang cukup mencolok yaitu warna merah dengan motif atau garis berwarna emas ataupun perak.

Baju cele mempunyai dua jenis pakaian, yaitu pakaian khas untuk pria dan pakaian khas untuk wanita yang tentu saja memiliki perbedaan tetapi tetap serasi jika disandingkan.

  • Baju Cele Pria

Baju cele yang dikenakan oleh pria terdiri dari kemeja putih, kerah melingkar, jas merah yang khas dan sabuk berwarna merah kain salele, sedangkan untuk bawahan biasanya menggunakan celana kain berwarna hitam atau warna putih.

Pada busana pria jarang sekali dikenakan aksesoris seperti perhiasan dan lain sebagainya, tetapi untuk memberikan kesan elegan para kaum pria biasanya menggunakan sepatu vantovel.

  • Baju Cele Wanita

Pada baju cele wanita menggunakan kebaya putih, selop dan kain sarung tenun yang khas. Terdapat juga aksesoris yang digunakan pada baju cele wanita yang menambah keindahan baju ini, diantaranya :

  1. Kain Lenso. Kain lengso merupakan kain berbentuk kotak dan memiliki lubang kepala berbentuk huruf “V” menjuntai ke dada yang di pasangkan di leher menggunakan peniti. Dalam kain tersebut terdapat motif motif seperti bunga menggunakan kain berwarna emas atau perak.
  2. Konde. Pada baju cele terdapat juga konde yang mempunyai bentuk hampir sama dengan konde pada umumnya. Konde ini berwarna emas ataupun perak yang bernama haspel.
  3. Bunga Ron. Bunga ron merupakan aksesoris yang dapat dipadukan dengan konde dan dipasang melingkar. Bunga ron ini terbuat dari papeceda ataupun gabus.
  4. Sisir Konde. Sisir konde berfungsi sebagai alat untuk menjaga konde agar tidak jatuh dan terlihat tetap rapi. Sisir ini ditancapkan di bagian tengah dan menjadi penambah nilai estetika penggunanya.
  5. Kak Kuping. Kak kuping memiliki fungsi hampir serupa dengan bung ron. Kak kuping mempunyai bentuk menyerupai bunga dan berjumlah empat buah dan dipasang dengan konde dan bunga ron.

2. Kebaya Hitam Gereja

Kebaya Hitam Gereja, Pakaian Adat Maluku
sumber : twitter.com

Sesuai dengan namanya, kebaya hitam gereja digunakan pada saat beribadah ke gereja bagi masyarakat Maluku. Kebaya ini memiliki model lengan panjang yang terbuat terbuat dari bahan brokat berwarna hitam.

Kebaya hitam gereja dapat dipadukan dengan kain sarung dan aksesoris seperti kain lenso, celana hitam dan kaos kaki putih. Untuk bagian kepala terdapat sanggul bulan lengkap dengan tusuk konde.

Jika satu wanita menggunakan kebaya hitam gereja, makan untuk pasangan laki-laki nya menggunakan setelan jas hitam dan celana bahan dengan kemeja baniang di dalamnya.

3. Kebaya Putih Tangan Panjang

Kemeja Putih Tangan Panjang, Pakaian Adat Maluku
Sumber : tahuribabunyi.com

Kebaya putih tangan panjang merupakan pakaian yang dikenakan oleh orang tertentu seperti guru, wanita kerajaan ataupun para kalangan bangsawan.

Busana ini terbuat dari bahan brokat dengan motif bunga besar dan hiasan bordir pada bagian belakang yang hanya dikenakan pada acara penting seperti pesta rakyat.

Terdapat juga aksesoris yang digunakan untuk menambah nilai estetika. Seperti kancing di pergelangan tangan, kancing di bagian depan, tusuk konde dan alas kaki berwarna putih.

4. Kebaya Dansa

Kebaya Dansa , Pakaian Adat Maluku
sumber : infosoalpelajaran.com

Kebaya dansa merupakan sejenis kebaya yang digunakan pada saat ada acara seperti pesta rakyat. Kebaya ini terbuat dari bahan kain polos yang mempunyai motif bunga-bunga berukuran kecil.

Kebaya ini berbentuk seperti kemeja berleher bundar yang tidak memiliki kancing. Selain itu kebaya ini dapat digunakan oleh pria maupun wanita.

5. Baniang Putih

Baniang Putih , Pakaian Adat Maluku
sumber : keluyuran.com

Baniang putih merupakan pakaian yang berasal dari Maluku Tengah dan hanya dikenakan untuk kaum pria. Baniang putih merupakan sejenis kemeja dalaman yang pada umumnya menggunakan kancing berwana hitam berukuran kecil.

Tetapi terdapat perbedaan pada kemeja lainya yang berada pada bagian kerah, kemeja baniang memiliki kerah melingkar. Baniang putih merupakan busana yang wajib dimiliki oleh masyarakat pria di Maluku.

6. Baju Nona Rok

Baju Nona Rok, Pakaian Adat Maluku
sumber : keluyuran.com

Sekilas baju ini mirip seperti baju cele wanita, tetapi baju ini tidak menggunakan kain lenso dan hiasan kepala. Baju nona rok merupakan kebaya putih berbahan borkat dengan rok yang mempunyai motif bunga kecil.

Terdapat aksesoris yang hampir sama dengan baju cele seperti sanggul, tusuk konde dan ikat pinggang berwarna perak.

7. Manteren Lamo

Manteren Lamo, Pakaian Adat Maluku
sumber : cintaindonesia.web.id

Manteren lamo merupakan pakaian yang hanya dikenakan oleh sultan yang terdiri dari celana panjang berwarna hitam dengan bis merah memanjang.

Terdapat sebuah jas tertutup berwarna dengan kancing yang cukup besar dan terbuat dari bahan perak dengan jumlah kancing sembilan buah.

Terdapat hiasan berupa bordir dan pernik berwarna emas yang terdapat pada ujung tangan, leher dan saku jas bagian luar.

8. Kimun Gia

Kimun Gia, Pakaian Adat Maluku
sumber : indonesiakaya.com

Kimun gia merupakan nama dari sebuah kebaya yang hanya digunakan oleh perempuan keluarga atau kerabat kerajaan. Kimun gia terbuat dari kain satin berwarna terang sebagai simbol jiwa muda mereka.

Terdapat aksesoris atau perhiasan yang terbuat dari emas asli seerti bros, kalung, ikat pinggang dan tusuk konde. Seperti busana wanita Maluku lainya, penggunaan konde sangat penting dalam pakaian kimun gia.

9. Baju Koja

Baju Koja, Pakaian Adat Maluku
sumber : remo-xp88

Bila tadi terdapat kimun gia sebagai pakaian perempuan keluarga kerjaan, untuk laki-laki terdapat baju koja yang memiliki bentuk jubah panjang yang mempunyai warna yang cukup beragam. Warna tersebut ialah warna merah muda, biru muda dan kuning muda.

Baju koja dapat dipasangkan dengan celana panjang berwarna putih ataupun hitam dengan hiasan kepala yang bernama toala palulu.

Artikel Terkait:
~ Pakaian adat Riau
~ Pakaian adat Lampung

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai pakaian adat provinsi Maluku dimulai dari jenis dan penjelasanya.

Pakaian adat Maluku seringkali dikenakan pada saat acara seperti upacara, pesta rakyat ataupun pernikahan seperti pada baju cele.

Pakaian adat Maluku dapat dibilang sederhana, karena tidak menggunakan banyak aksesoris jadi terkesan elegan dan mempesona.

Apabila ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan, bisa tulis dikolom komentar, atau hubungi kami melalui email[email protected].

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com