Pakaian Adat Sumatera Utara

  • 5 min read
  • Jun 19, 2020
pakaian adat medan
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Provinsi Sumatera Utara merupakan rumah bagi berbagai suku, seperti suku Batak, suku Nias dan suku Melayu. Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia karena memiliki sub-sub suku yang cukup banyak, maka dari itu budaya yang dimilikinya sangat beragam seperti pada pakaian adat Sumatera Utara.

Setiap sub suku Sumatera Utara memiliki pakaian adat mereka masing-masing yang dapat memperlihatkan ciri khas dan karakteristik masing-masing kebudayaan mereka. Adapun sub suku Batak di provinsi Sumatera Utara ialah seperti :

  1. Suku Batak Karo
  2. Suku Batak Mandailing
  3. Suku Batak Pakpak
  4. Suku Batak Simalungun
  5. Suku Batak Toba
  6. Suku Batak Angkola

Tentu saja suku Nias dan suku Melayu pun memiliki pakaian adat mereka masing-masing. Untuk selengkapnya kita akan membahas satu per satu dari pakaian adat yang ada di provinsi Sumatera Utara. Simak penjelasan selengkapnya sebagai berikut ini.

Baca Juga: Pakaian adat Betawi

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Sumatera Utara

Pakaian Adat Tradisional Provinsi Sumatera Utara
sumber : pinterest.com

Pakaian adat Sumatera Utara di dominasi oleh sebagian besar suku Batak, mengingat memang mayoritas penduduk provinsi Sumatera Utara memang suku Batak.

Pakaian adat suku Batak memiliki ciri khas pada penggunaan kain khusus yang digunakan, kain tersebut bernama kain ulos. Kain ulos dibuat dengan cara ditenun secara manual dan menggunakan peralatan tradisional. Bahan untuk pembuatan kain ulos ialah benang sutra yang berwarna hitam, putih, perak, merah dan emas.

Kain ulos merupakan kain khas yang sudah menjadi lambang pakaian adat Sumatera Utara di tingkat nasional.

Terdapat berbagai macam jenis kain ulos yang tentu saja dengan motif yang berbeda-beda di setiap sub suku Batak, seperti kain ulos antakantak, kain ulos bintang maratur, kain ulos boelan, kain ulos mangiring, kain ulos adang ursa, kain ulos pinan lobu-lobu, kain ulis pinuncaan dan lain sebagainya.

Setiap kain ulos yang digunakan mempunyai nilai dan makna filosofis yang berbeda-beda tergantung pada motif dan warnanya, seperti :

  • Warna putih yang melambangkan kejujuran dan kesucian
  • Warna merah yang melambangkan jiwa pemberani dan kepahlawanan
  • Warna kuning yang melambangkan kesuburan dan kekayaan
  • Warna hitam yang melambangkan duka cita

8 Jenis Pakaian Adat Tradisional Sumatera Utara

Pakaian Adat Tradisional Provinsi Sumatera Utara
sumber : sumutpos.co

Setidaknya ada delapan jenis pakaian adat yang berada di provinsi Sumatera Utara, diantaranya adalah :

1. Pakaian Adat Suku Batak Toba

Baju Adat Suku Batak Toba
sumber : idntimes.com

Yang pertama ialah pakaian adat suku Batak Toba. Busana ini terbuat dari bahan utama kain ulos dari mulai bagian atas sampai bagian bawah baju. Bagian atas disebut hande-hande untuk laki-laki, sedangkan untuk bagian bawahnya disebut singkot.

Terdapat aksesoris penutup kepala yang disebut bulang-bulang, detat atau tali-tali dan kain selendang yang digunakan pada saat acara atau upacara adat yang terbuat dari kain ulos ukia ragihotang, sadum, jugjaragidup dan runjat.

Selain itu baju adat suku Batak toba dapat digunakan juga untuk perayaan pesta dan acara pernikahan.

Baca Juga: Pakaian adat Jawa Tengah

2. Pakaian Adat Suku Batak Karo

Baju Adat Suku Batak Karo
sumber : pesona.travel

Pakaian adat suku Batak karo terbuat dari bahan kain berupa pintalan kapas yang dikenal dengan nama uis gara. Uis gara pada umumnya menggunakan benang berwarna merah, maka dari itu kain ini seringkali disebut dengan nama kain merah.

Busana adat Batak Karo seringkali memadukan kain uis gara dengan warna lain seperti warna hitam dan putih. Ditambah dengan motif berwarnakan logam mulia seperti emas dan perak yang memberikan warna yang elegan dan mewah.

3. Pakaian Adat Suku Batak Simalungun

Baju Adat Suku Batak Simalungun
sumber : suratkabar.xyz

Pada suku Simalungun kain ulos yang digunakan seringkali disebut dengan nama hiou. Pemakaian ulos tersebut digunakan juga pada selendang yang khas ditambah aksesoris pendukung seperti gotong untuk pria dan bulang untuk wanita, ditambah dengan suri-suri atau kain pelengkap berupa samping.

4. Pakaian Adat Suku Batak Pakpak

Baju Adat Suku Batak Pakpak
sumber : modelbaju.id

Pada suku Pakpak terdapat busana adat yang terbuat dari kain ulos pada umumnya. Busana ini terbagi menjadi dua yaitu untuk kaum pria yang bernama borgot  dan untuk kaum wanit bernama cimata. Terdapat aksesoris atau pelengkap berupa kalung emas yang bertahta.

5. Pakaian Adat Suku Batak Mandailing

Baju Adat Suku Batak Mandailing
sumber : primerawedding.id

Suku Mandailing merupakan sub-suku Batak yang bertempat tinggal di daerah Tapanuli Selatan, Mandailing dan Padang Lawas. Busana suku ini menggunakan kain ulos, tetapi terdapat perbedaan yaitu pada perpaduan aksesoris pada saat digunakan.

Terdapat sebuah aksesoris yang khas dan dikenakan oleh kaum perempuan yang bernama bulang. Bulang merupakan penutup kepala sejenis mahkota yang terbuat dari bahan dasar emas sepuhan. Mahkota ini memiliki makna sebagai lambang kemuliaan dan merupakan simbol struktur masyarakat.

Sedangkan pada kaum laki-laki terdapat penutup kepala yang bernama ampu. Ampu memiliki bentuk yang khas dan berwarna hitam. Pada zaman dahulu ampu digunakan oleh para raja suku Mandailing dan Angkola yang menunjukan simbol kebesaran.

6. Pakaian Adat Suku Batak Angkola

Baju Adat Suku Batak Angkola
sumber : budaya-indonesia.org

Busana suku batak Angkola merupakan busana yang hampir mirip dengan busana adat suku Batak Mandailing, tetapi busana ini lebih cenderung berwarna hitam dengan penggunaan aksesoris berwarna keemasan.

Seperti busana adat suku Batak pada umumnya, busana ini menggunakan bahan kain ulos sebagai bahan utama pembuatan pakaian ini.

7. Pakaian Adat Suku Nias

Baju Adat Suku Nias
sumber : yaahowu.id

Suku Nias merupakan salah satu suku yang mendiami provinsi Sumatera Utara selain Batak, Melayu dan suku lainya. Dikarenakan letak suku Nias dan Batak terpisah membuat suku Nias mempunyai budaya dan adat istiadat yang berbeda dengan suku Batak.

Suku Nias sendiri terkenal dengan tariang perang, oleh karena itu busana ini didominasi oleh warna kuning, merah, emas, hitam dan putih. Terdapat dua buah jenis pakaian yang digunakan oleh pria dan wanita, diantaranya ialah :

  • Baru Oholu. Busana ini merupakan busana adat yang digunakan oleh kaum pria, terdapat atasan yang bernama baru. Baru tersebut terbuat dari bahan kulit kayu dan dibentuk menyerupai rompi tak berkancing berwarna hitam ataupun coklat. Ditambah dengan aksesoris kalabubu atau kalung kuningan sebagai pelengkap yang membuatnya menarik.
  • Oroba Si Oli. Busana ini digunakan oleh kaum wanita masyarakat Nias yang terbuat dari kain kulit kayu atau blacu hitam. Terdapat beberapa aksesoris yang dikenakan pada saat penggunaan busana adat ini seperti gelang aja kola dan anting logam saro delinga.

Setiap warna yang digunakan dalam pakaian adat ini memiliki makna dan simbol filosofis, seperti :

  • Kuning, warna kuning seringkali dipadukan dengan corak persegi empat (ni’obakola) dan pila bunga kapas (ni’obowo gafasi) yang digunakan oleh para kaum bangsawan yang menunjukan kejayaan, kekuasaan, kebesaran dan kemakmuran.
  • Merah, warna ini seringkali dipadukan dengan corak segitiga (ni’ohulayo atau ni’ogona) yang digunakan oleh para prajurit yang melambangkan darah, keberanian dan kapabilitas prajurit.
  • Hitam, warna ini seringkali digunakan oleh rakyat petani yang menggambarkan sitasu kesidhan, ketabahan dan kewaspadaan.
  • Putih, warna yang terakhir dan digunakan oleh para pemuka agama kuno (ere) yang melambangkan kesucian, kemurnian dan kedamaian.

8. Pakaian Adat Suku Melayu

Baju Adat Suku Melayu
sumber : modelbaju.id

Suku Melayu yang tinggal di provinsi Sumatera Utara biasanya bertempat tinggal di area Kota Tebing Tinggi, Langkat, Batu Bara, Medan, Binjai, Deli Serdang dan Bedagai.

Suku Melayu biasanya menggunakan baju kurung dan kain songket sebagai busana adat masyarakat tersebut. Kain songket merupakan kain khas yang biasa dililitkan dari pundak sampai pinggang.

Untuk perempuan, baju kurung terbuat dari bahan sutra atau brukat yang disematkan peniti emas dan dipadukan dengan aksesoris berupa kalung rantai serati, mentimun, sekar sukun, tanggang dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk laki-laki masyarakat Melayu terdapat penutup kepala yang bernama tengkulak. Penutup kepala tersebut terbuat dari songket sedangkan destar terbuat dari bahan dasar rotan yang dibalut kain beludru. Selain itu penutup kepala ini merupakan simbol kebesaran dan kegagahan kaum pria Melayu.

Baca Juga: Pakaian adat Bali

Penutup

Demikian penjelasan mengenai delapan buah jenis pakaian adat tradisional yang ada di provinsi Sumatera Utara.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi salah satu media pelestarian budaya nenek moyang kita bangsa Indonesia.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com