Pakaian Tradisional Jepang

  • 4 min read
  • Nov 19, 2020
pakaian tradisiona jepang yang unik
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Jika ditanya tentang pakaian konvensional atau tradisional Jepang, Anda pasti akan menjawab Kimono bukan? Jubah yang paling populer dan umumnya digunakan sebagai kenang-kenangan khas Jepang.

Sungguh Jepang memiliki banyak jenis pakaian khas. Semua jenis pakaian tradisional benar-benar memiliki berbagai fitur dan orisinalitas.

Sebelum kita mengetahui menengenai baju tradisional jepang, berikut kami ulas sedikit mengenai sejarahnya.

Sejarah Pakaian Tradisional Jepang

baju tradisional jepang
Sumber: artforia.com

Pakaian kimono yang disebut sebagai salah satu pakaian khas Jepang juga merupakan simbol kebanggaan negara ini.

Kimono telah digunakan Jepang sejak periode pemerintahan Heian, tepatnya pada tahun 794 hingga 1185, pada saat itu kimono yang digunakan oleh para wanita merupakan sebagai hal yang menarik, berkelas, dan juga hal-hal yang mewah.

Karena fakta bahwa proses pembuatan Komono juga sangat kompleks, serta produk yang digunakan agak besar sehingga tidak nyaman untuk digunakan dalam penggunaan sehari-hari.

Di masa lalu, satu-satunya bahan yang digunakan untuk Kimono adalah sutera, tidak sembarang orang dapat menggunakan Kimono. Karena pada awalnya Kimono hanya menggunakan sutera atau brokat sutera, yang secara alami memiliki kualitas tinggi.

Seiring waktu, banyak Kimono yang disesuaikan, menggunakan poliester, rayon atau kapas, sehingga pakaian kimono tidak hanya digunakan oleh kalangan atas saja.

Warna pakaian tradisional Jepang ini disesuaikan berdasarkan musim, Jepang memiliki 4 periode, tentu saja pakaian yang ditawarkan akan berubah dengan setiap musim, banyak toko mode menawarkan pakaian Jepang kontemporer seperti Uniqlo yang akan mengubah desain dan desain mereka pada setiap perubahan musim.

Pakaian standar Kimono dikenakan dalam berbagai kesempatan, beberapa kimono dirancang khusus agar sesuai dengan acara yang akan dihadiri. Saat pemakaman, beberapa orang Jepang sengaja membuat Kimono dalam warna Hitam, Putih, Coklat atau Biru.

10 Baju Tradisional yang Paling Populer di Jepang

pakaian khas jepang
Sumber: kyoto-kimono-rental.com

Sebagai salah satu negara dengan budaya yang luar biasa, Jepang menyimpan keunianan yang menarik untuk kita ketahui, salah satunya adalah tentang pakain khas atau baju tradisional yang dimiliki.

[su_table responsive=”yes”]

No Pakaian Tradisional Jepang
1 Komono
2 Furisode
3 Yukata
4 Jinbei
5 Hakama
6 Hanori
7 Kurotomisode
8 Uchikake
9 Kumon
10 Irotomesode

[/su_table]


1. Kimono, Pakaian Tradisional Jepang Tertua

baju kimono
Sumber: klok.com

Sebelum menjadi nama untuk pakaian tradisional, Kimono memiliki arti pakaian dalam bahasa Jepang. Di masa lalu orang Jepang membuat pakaian dari kulit binatang peliharaan dari hasil memburu.

Sebagai pakaian tradisional paling awal di Jepang, Komono dapat digunakan oleh pria dan wanita. Seiring waktu, Kimono saat ini diubah menjadi pakaian Jepang modern.

Jika dilihat dari warna, Kimono untuk wanita memiliki lebih banyak varian. Komono untuk wanita biasanya memiliki warna lebih cerah seperti Merah, Merah Muda dan Ungu.

Sedangkan untuk pakaian khas Jepang untuk pria umumnya memiliki nuansa gelap seperti hitam, abu-abu serta kecoklatan.

2. Furisode, Baju Khas Jepang Untuk Perempuan Berusia 20 tahun

baju Furisode
Sumber: artforia.com

Ibu dan ayah Anda akan memberi Anda hadiah dalam jenis pakaian khas Jepang seperti jubah jika Anda tinggal di Jepang dan saat ini berusia 20 tahun.

Gaun standar ini akan digunakan pada saat ulang tahun. Pakaian tradisional Jepang ini terbuat dari sutra yang memiliki kualitas premium.

Gaun khas Jepang ini memiliki konsep yang mencolok. perbedaan dengan kimono ada di lengan.

Furisode memiliki bentuk lengan panjang dan berkibas. Biasanya pakaian ini digunakan untuk pergi ke berbagai acara resmi sebelum wanita itu menikah.

3. Yukata, Pakaian Khas Jepang untuk Bersantai

pakaian yukata
Sumber: visitkinosaki.com

Banyak orang Jepang menghabiskan waktu bersantai dengan berendam di air panas. Jangan kaget jika Jepang memiliki banyak pemandian air panas. Yukata ini dapat digunakan setelah mandi air panas.

Karena fungsi baju ini adalah agar individu benar-benar merasa trendi dan juga bisa bersantai setelah berendam di air hangat.

Digunakan untuk melonggarkan, Yukata juga sering digunakan untuk melihat festival kembang api.

4. Jinbei, Baju Bersantai Masyarakat Jepang

jinbei
Sumber: teitter.com

Jinbei pada umumnya digunakan untuk tidur, hal ini berbeda dengan Yukata yang digunakan setelah mandi air hangat.

Jinbei memiliki model langsung dengan basis katun yang nyaman dan lembut. Meskipun dimanfaatkan untuk tidur, namun jinbei juga digunakan untuk pergi ke acara-acara santai seperti perayaan kembang api.

Jadi wanita Jepang akan menggunakan yukata, sedangkan untuk laki-laki akan menggunakan jinbei untuk menikmati festival kembang api.

5. Hakama, Pakaian Khas Samurai

hakama
Sumber: steweoverseas.com

Salah satu pakaian tradisiona Jepang yang dipengaruhi oleh kekaisaran Cina, dalam bentuk jenis bawahan yang digunakan dengan mengikatnya ke jubah.

Pada masa lalu, Hakama dimanfaatkan oleh samurai. Anda dapat mengunjungi Shinjuku Samurai Gallery jika Anda ingin tahu tentang samurai.

Bawahan yang terbuat dari 2 lembar kain sederhana memiliki bentuk seperti trapesium. Untuk menggunakan bawahan ini, Anda membutuhkan 4 tali dengan panjang yang berbeda.

Dua pita pendek harus terhubung ke kiri serta tepat di belakang. Sedangkan untuk tali yang lebih panjang bisa digunakan untuk mengikat bagian kanan maupun kiri.

Hakama memiliki panjang hingga sendi pergelangan kaki. Saat bertarung, ini berfungsi untuk mengecoh lawan. Biasanya Hakama ini memiliki 7 lipatan, hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan samurai.

Kemudian saat ini, Hakama akhirnya menjadi pakaian formal yang biasanya digunakan oleh kaum laki-laki.

6. Hanori, Aksesoris Kimono

hanori
Sumber: klook.com

Hanori adalah aksesori yang berfungsi untuk mempertahankan komono agar terlihat keren dan juga bersih.

Apabila diperhatikan pakaian tradisional ini memiliki kemiripan dangan pakaian tradisional dari Korea.

Hanori itu sendiri adalah pakaian longgar dan terlihat seperti mantel. Biasanya lapisan ini digunakan untuk menghadiri acara-acara formal seperti acara pernikahan, ulang tahun ataupun acara keluarga lainnya.

7. Kurotomisode, Pakaian Tradisional Jepang untuk Perempuan yang Sudah Menikah

Kurotomisode
Sumber: kyitokimonorental.com

Kurotomisode adalah pakaian konvensional yang dapat digunakan oleh wanita yang sudah menikah. Sebenarnya kata kurotomisode didapat dari kata tomode yang artinya hitam.

Setelah itu di bagian bawah ada motif yang menunjukkan usia Kurotomisode untuk per individu. Semakin bawah lokasi motif, semakin rendah usia individu.

8. Uchikake Baju Khas yang Digunakan di hari yang Spesial

Uchikake
Sumber: lavie-photography.com

Uchikake adalah gaun pengantin khas Jepang. Pakaian tradisional Jepang ini terbuat dari produk yang tebal dan juga memiliki desain khusus.

Ketika diperhatikan dari tujuan, Uchikake memiliki tema dalam jenis bangau. Selain dimanfaatkan oleh pengantin baru Jepang, gaun ini juga biasa digunakan oleh seniman saat melangsungkan pertunjukan.

Untuk menggunakan pakaian tradisional ini, Anda biasanya harus menggunakan kimono terlebih dahulu tanpa menggunakan obi. Uchikake dimanfaatkan seperti menggunakan mantel.

9. Komon Pakaian Khas untuk Bertemu dengan Teman

Komon
Sumber: jooin.com

Komon adalah pakaian khas Jepang yang digunakan untuk bersantai dan juga menemui teman dekat.

Pakaian ini memiliki motif yang berulang dan kecil. Pada umumnya dapat digunakan oleh wanita yang belum menikah dan juga wanita yang sudah menikah.

10. Irotomesode Pakaian Tradisional untuk Menghadiri Undangan Kaisar

Irotomesode
Sumber: japansukii.blogspot.com

Meskipun kurotomisode adalah pakaian tradisional Jepang yang benar-benar resmi, Anda tentu tidak akan dapat menggunakan pakaian ini untuk tugas-tugas lain di Kerajaan Kekaisaran.

Ini karena fakta bahwa Kurotomisode memiliki warna hitam. Orang Jepang harus menggunakan Irotomesode untuk menghadiri acara resmi di kediaman kaisar.

Selain itu pakaian ini juga bisa digunakan oleh wanita yang tidak menikah. Gaun standar ini memiliki tiga tanda. keluarga terletak di belakang lengan dan juga di belakang. Bahan kaos ini adalah kain krep yang warnanya lebih cerah.

Penutup

Nah demikian tulisan mengenai pakaian adat tradisional Jepang yang dapat kami sajikan, semoga tulisan singkat ini menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.

Jika ada yang ingin disampaikan, dapat tulis di kolom komentar atau kirim pesan melalui [email protected].
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com