Peninggalan Kerajaan Demak

  • 5 min read
  • Feb 21, 2021
peninggalan kerajaan demak
Syakila Rahma
Latest posts by Syakila Rahma (see all)

Semangat pagi sahabat sukses, kembali akan saya sajikan informasi menarik. Kali ini saya akan mengangkat tema perihal Kerajaan Demak. Namun akan saya sertakan juga daftar raja yang pernah memerintah, sejarah singkat Kerajaan Demak, peninggalan Kerajaan Demak dan faktor runtuhnya Kerajaan Demak.

Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa negara tercinta ini memiliki sejarah kerajaan yang sangat banyak, seperti : kerajaan sriwijaya, kerajaan mataram, kerajaan banter, kerajaan singosari, kerajaan majapahit, kerajaan goa dan talo, dan termasuk salah satunya yaitu kerajaan demak ini.

Diantara kerajaan-kerajaan ini masing-masing memiliki/meninggalkan peninggalan bersejarah seperti peninggalan kerajaan sriwijaya yang berupa Prasasti Talang tuo, dan masih banyak yang lainnya.

Banyak yang menyebutkan bahwa Kerajaan Demak merupakan kerajaan pertama di pulau jawa. Sekarang untuk lebih jelasnya kita simak yang berikut ini :

Sejarah Kerajaan Demak

peninggalan kerajaan demak

Tahun 1475 Kerajaan Islam Pertama di Jawa Tengah telah berdiri, Kerajaan ini menjadi sentral penyebarluasan ajaran islam di Tanah Jawa. Kerajaan ini berdiri setelah kerajaan Majapahit runtuh.

Raden Patah merupakan pendiri Kerajaan Demak, ia mendapat dukungan penuh dari wali songo. Sebutan lain dari Kerajaan Demak adalah Glagah atau Bintoro.

Pada awalnya Demak merupakan Kadipaten/ salah satu wilayah dari Kerajaan Majapahit, namun Demak mulai berkembang menjadi sebuah kerajaan yang besar tatkala Islam tumbuh, dan kekuasaan dari kerajaan sebelumnya (Kerajaan Majapahit) perlahan runtuh.

Raja yang Pernah Memimpin Demak

  1. Raden Patah (pendiri kerajaan demak) tahun 1478-1518
  2. Pati Unus (1518-1521)
  3. Sultan Trenggono (1521-1546)

Beberapa Kehidupan Pada Masa Kerajaan Demak

  1. Kehidupan Politik
  2. Kehidupan Ekonomi
  3. Kehidupan Agama
  4. Kehidupan Sosial-Budaya

Daftar Peninggalan Kerajaan Demak

masjid demak

Para ahli yang telah banyak melakukan riset menyatakan dan sudah terbukti bahwa peninggalan Kerajaan Demak sangatlah banyak, jumlahnya seperti peninggalan kerajaan Sriwijaya, yaitu lebih dari 10 peninggalan.

Peninggalannya yang sangat besar dari Kerajaan Demak adalah Masjid Agung demak. Untuk lebih rincinya simak yang berikut ini :

NoPeninggalan Kerajaan Demak
1Situs Kolam Wudhu
2Bedug dan Kentongan
3Soko Tatal atau Soko Guru
4Pintu Bledek
5Masjid Agung Demak
6Surya Majapahit
7Makam Sunan Kalijaga
8Maksurah
9Dampar Kencana
10Mihrab
11Piring Campa
12Serambi Majapahit
13Dampar Kencono
14Pawastren
Tabel daftar peninggalan Kerajaan Demak

#1. Situs Kolam Wudhu

Peninggalan kerajaan demak yang pertama yaitu situs kolam wudhu, kolam wudhu ini dibuat bersamaan dengan didirikannya Masjid Demak, dahulu kolam ini sering dipakai untuk bersuci ketika hendak sholat oleh musyafir dan santri, namun sekarang sudah dilarang oleh pemerintah setempat.

#2. Bedug dan Kentongan

Kedua alat tradisional ini sangat bersejarah, karena pada zaman kerajaan tempo dulu belum ada yang namanya pengeras suara seperti sekarang ini, maka dari itu masyarakat pada zaman dahulu menggunakan kentongan dan bedug untuk menandai telah masuknya waktu sholat.

#3. Soko Tatal atau Soko Guru

Ternyata yang dinamakan Soko Tatal dan Soko Guru ini adalah suatu tiang penyangga yang terbuat dari kayu, dan berdiameter kurang lebih sekitar 1 meter dengan jumlah 4 buah, tiang ini digunakan untuk menyangga bangunan Masjid Agung Demak.

Dari penamaan Soko Tatal dan Soko Guru ternyata menyimpan filosofi yang menarik. Jadi, ketika Sunan kalijaga baru menyelesaikan tiga buah tiang (Soko Guru), ternyata dalam pembangunan masjidnya sudah sampai pada tahapan pemasangan atap.

Karena diburu oleh waktu, sunan mengumpulkan tatal atau kulit kayu sisa pahatan dari 3 soko guru yang dibuat menjadi satu tiang soko guru yang dicampuri dengan kekuatan magis yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga, oleh karena itu, tiang-tiang tersebut diberi nama Soko Guru dan Soko Tatal.

#4. Pintu Bledek

Pintu Bledek adalah pintu pahatan yang dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466, konon katanya asal mula pintu bledek ini berawal ketika ki ageng menggunakan kekuatan spiritualnya berupa sambaran petir untuk membuat pintu ini, dan tempat pembuatannya berada di sawah.

Kemudian dibawalah pulang pitu tersebut dan dijadikan sebagai pintu utama pada bangunan masjid Agung Demak oleh Raden Patah. Namun sekarang pintu tersebut hanya menjadi pajangan didalam masjid, karena keadaan pintu yang mulai rusak dimakan usia.

#5. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan peninggalan Kerajaan demak terbesar, masjid yang berumur 6 abad ini telah dibangun pada tahun 1479 Masehi.

Sewaktu kerajaan ini ada, Masjid Demak dijadikan sebagai sentra penyebaran agama islam, maka dari itu muncul anggapan bahwa masjid ini menjadi asal mula kehadiran Kerajaan Demak Bintoro.

Ukuran masjid ini kurang lebih 31×31 meter persegi, dengan bagian sisi serambi berukuran 31×15 meter persegi dan keliling panjangnya 35×3 meter.

Tiang penyangga serambi seluruhnya berjumlah 128 soko, dan 4 (soko guru) diantaranya menjadi tiang penyangga utama, 50 buah sebagai tiang penyangga bangunan, 28 buah sebagai tiang penyangga, dan 16 buah sebagai tiang keliling. Dari keseluruhan bahan bangunan interior maupun eksterior terbuat dari kayu yang telah diukir.

Dalam ilmu geografis, masjid ini terletak di Desa Kauman, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak Kota, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun dengan menggabungkan 2 kebudayaan, yaitu kebudayaan islam dan kebudayaan jawa.

#6. Surya Majapahit

Kebanyakan orang mendefinisikan surya majapahit sebagai gambar dekorasi bentuk segi delapan yang sangat dikagumi pada era majapahit.

Surya Majapahit ini diperkirakan dibuat pada tahun 1401 Saka atau 1479 Masehi, peneliti juga menyebutkan bahwa peninggalan kerajaan demak yang satu ini merupakan lambang dari Kerajaan Demak.

#7. Makam Sunan Kalijaga

Pada tahun 1520 Sunan Kalijaga wafat, dan dimakamkan di Desa Kadilangu, Kota Demak.

Oleh pemerintah setempat, makam ini diklaim dan dijadikan sebagai salah satu peninggalan kerajaan demak dan sebagai tempat peziarah dari berbagai macam daerah.

Pengunjung yang berziarah melakukan do’a, dengan tujuan meminta kemudahan dan keberkahan dari makam Sunan Kalijaga, oleh karena itu pemerintah sangat memperhatikan dan merawat makam ini, yang nantinya membuat nyaman para peziarah untuk berdo’a dan bersholawat.

#8. Maksurah

Ukiran kaligrafi ayat Al-Qur’an yang dipajang untuk menghiasi dinding-dinding Masjid Agung Demak, itulah yang dinamakan maksurah. Dan seorang adipati  Aryo Purbaningrat yang telah melukisnya pada tahun 1866.

#9. Dampar Kencana

Dampar kencana merupakan tempat duduk/singgasana untuk para sultan, tapi kemudian dijadikan sebagai mimbar khutbah di dalam Masjid Agung Demak. Namun lagi-lagi mimbar ini sekarang hanya disimpan dalam museum, supaya tidak rusak.

#10. Mihrab

Mihrab adalah tempat yang digunakan untuk imam pada masa Kerajaan Demak, didalamnya terdapat gambar hewan bulus prasasti Condro Sengkolo. Prasasti tersebut dikatakan memiliki arti “Sariro Sunyi Kiblating Gusti” tahun 1401 saka/ 1479 Masehi.

Hal ini berarti, pada masa Kerajaan Demak telah berkembang proses akulturasi antara kebudayaan islam dan Kebudayaan Jawa.

#11. Piring Campa

Piring campa merupakan peninggalan kerajaan pemberian putri Campa yakni ibu dari Raden Patah (pendiri Kerajaan Demak). Keseluruhan piring porselen ini berjumlahkan 65 buah dan telah digunakan sebagai hiasan dinding masjid.

#12. Serambi Majapahit

Dalam sejarah kerajaan, serambi majapahit mempunyai 8 tiang pendopo yang berasal dari Kerajaan Majapahit, ketika kerajaan majapahit runtuh Adipati Unus membawa benda pusaka ke Demak, yang sekarang ditempatkan di serambi Masjid, dan masih dapat kita saksikan.

#13. Dampar Kencono

Dampar merupakan hadiah dari Raden Kertabumi untuk Raden Patah (pendiri Kerajaan Demak), sejarah juga menyebutkan bahwa Dampar ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

#14. Pawastren

Pawastren merupakan tempat sholat berjamaah perempuan, pasalnya pada masa kerajaan Demak ini, islam sudah berada pada fase sedikit modern, jadi tempat sholat berjamaah antara laki-laki dan perempuan sudah dipisah.

Pawastren ini dibuat oleh Arya Purbaningrat pada tahun 1866 masehi, bangunan ini memiliki 8 tiang penyangga yang 4 tiang utamanya ditopang belandar balok bersusun tiga dengan motif dan ukiran khas Kerajaan Majapahit.

Faktor Runtuhnya Kerajaan Demak

Suatu kerajaan pasti akan mengalami kemunduran/ keruntuhan, karena tidak mungkin suatu kerajaan akan selamanya berjaya, begitu pula dengan Kerajaan Demak. Berikut beberapa faktor runtuhnya kerajaan ini :

  • Kelemahan sistem pemerintahan yang ditetapkan oleh Kerajaan Demak
  • Terjadi perebutan tahta setelah meninggalnya sultan Trenggana
  • Banyak terjadi kerusuhan, hal ini membuat para bangsawan Demak pindah ke Jepara
  • Dipindahkannya pusat pemerintahan, dari Demak ke Pajang (memunculkan Kerajaan Agraris)

Demikian sedikit informasi tentang peninggalan kerajaan demak lengkap dengan sejarah, para tokoh dan keadaan kehidupannya, semoga dengan informasi ini dapat menambah wawasan kita, serta dapat bermanfaat bagi khalayak umum.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com