Peribahasa & Pepatah Minang

  • 5 min read
  • Nov 20, 2020
minang
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

Guratgarut.com – Untuk bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, seseorang butuh pedoman hidup yang jelas. Nah, tidak sedikit dari mereka yang menggunakan pepatah dari beberapa daerah. Misalnya saja adalah pepatah Minang.

Pepatah atau nasihat yang berasal dari Minang syarat akan makna bagi kehidupan ini.

Ada banyak sekali pepatah dari Minang yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman hidup. Berikut adalah beberapa pepatah Minang yang memiliki makna mendalam.

Temukan hal menarik dari pepatah Suku baduy yang luar biasa. Suku Baduy sangat terkenal dengan adat istiadatnya.

Pepatah Minang Kabau yang Sarat Akan Makna Bagi Kehidupan

pepatah minang kabau yang baik untuk kehidupan

1. Menggunakan Kebiasaan yang Baik


Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuang.


Arti dari nasihat tersebut adalah, “Kebiasaan yang baik haruslah dipakai, dan kebiasaan yang buruk harus dibuang.”

Kebiasaan yang baik akan mengantarkan Anda pada kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup, sedangkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk akan membawa Anda pada kesengsaraan.

Oleh karena itu, buanglah beberapa kebiasaan buruk yang Anda lakukan selama ini dan pertahankan kebiasaan baik yang dimiliki.

Meskipun mempertahankan dan membuat kebiasaan baik itu tidak mudah, bahkan cendrung sulit. Bayangkan saja jika mudah, saya rasa setiap orang dapat melakukan hal atau kebiasaan baik.

Lalu bagaimana cara menumbuhkan kebiasaan yang baik? Salah satu caranya dengan memiliki target.

2. Mental yang Rusak


Alat baulah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku.


Artinya adalah, “Seseorang yang tidak mau dibawa ke jalan yang benar menandakan bahwa mentalnya sudah rusak.”

Seseorang yang memiliki mental rusak, maka akan membuat dia susah untuk diajak menuju jalan yang benar.

Mental rusak bukan hanya saja membuat dirinya menjadi rusak, namun bukan tidak mungkin juga mempengaruhi orang lain menjadi tidak benar.

3. Pegangan Hidup


Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti musim sandi Adat jangan dianjak.


Nasihat tersebut jika dalam Bahasa Indonesia memiliki arti, “Meskipun tahun berganti dan musim berubah, tetapi pegangan hidup janganlah lepas.”

Kata kata ini juga terkenal di daerah, maka tidak heran jika hadir dalam pepatah lain seperti pepatah Melayu.

Pegangan hidup yang Anda yakni merupakan pedoman bagi diri sendiri untuk selalu melakukan hal yang baik dan mencapai beberapa tujuan hidup diri Anda sendiri.

Pegangan hidup yang baik tidak boleh sampai hilang ditelan oleh masa, harus tetap tersimpan di dalam dada.

4. Menyempurnakan Kehidupan


Anak-anak kato manggaduah, sabab manuruik sakandak hati, kabuki tarang hujanlah taduah, nan hilang patuik dicari.


Nasihat dari Minang tersebut memiliki arti, “Sekarang telah baik, keadaan telah pulih, sudah waktunya menyempurnakan kehidupan.”

Tidak selamanya Anda terlarut dalam kesedihan, jika keadaan sudah mulai stabil dan membaik, segeralah untuk menyempurnakan kehidupan Anda.

Barangkali banyak yang bertanya mengenai penyempurnaan hidup itu seperti apa, setiap orang tentu tidak sama, memiliki standar berbeda.

Akan tetapi yang jelas penyempurnaan hidup itu berkaitan erat dengan kebaikan yang hadir dalam kehidupan.

5. Tidak Dapat Menerima Pendapat Orang Lain


Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluan.


Peribahasa Minang tersebut memiliki arti, “Seseorang yang tidak mau menerima nasehat dan pendapat orang lain, meskipun orang tersebut berada di pihak yang benar sekalipun.”

Dalam hal ini, seseorang harus membuka pikirannya sendiri untuk bisa menerima pendapat dan nasihat dari orang lain dan tidak mementingkan egonya sendiri.

6. Beban dan Budi


Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi di tanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso darek.


Artinya ialah, “Beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat.” Petuah ini memberikan pengertian bahwa seberat apapun berat dapat dipikul, akan tetapi jika tidak berilmu maka hal tersebut jauh lebih berat jika dibandingkan dengan beban yang sangat berat sekalipun.

Peribahasa atau pepetah ini mengajarkan kepada kita semua untuk menjadi orang yang berilmu, agar permasalahan atau beban yang kita pikul menjadi terasa ringan.

7. Berguru


Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi.


Pepatah Minang yang satu ini memiliki arti, “Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemuliaan hanya didapat dengan budi yang tinggi.”

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan, maka bergurulah kepada seseorang yang memiliki pengetahuan lebih baik dari Anda.

Namun, jika Anda ingin mendapatkan sebuah kemuliaan, maka milikilah budi pekerti yang baik.

8. Tegas & Bijaksana


Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.


Dalam Bahasa Indonesia, pepatah tersebut memiliki arti, “Sifat seseorang yang tegas bertindak atas kebenaran dengan penuh bijaksana.”

Jika seseorang memiliki sifat yang tegas dalam menegakkan kebenaran, maka orang tersebut bertindak dengan penuh kebijaksanaan.

Ke-dua sifat ini yang harus dimiliki oleh para pemimpin, supaya mereka tahu bagaimana bertindak dan mengambil keputusan yang sesuai.

9. Pandai Berkata


Anjalai pamago koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli.


Kata kata mutiara Minang tersebut mempunyai arti, “Seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik bagi orang yang dihadapi.”

Orang yang berbicara dengan perkataan yang baik, maka orang tersebut akan terlihat menarik di hadapan orang lain.

Tak hanya itu, berbicara dengan sopan juga menjadi nilai tambah tersendiri di depan orang lain.

10. Adat Minangkabau


Adat dipakai baru, jikok kain dipakai using.


Artinya, “Adat Minang Kabau kalau selalu diamalkan dia merupakan ajaran yang bisa berguna sepanjang zaman.”

Ada banyak sekali adat dari Minang Kabau yang memiliki nilai positif untuk kehidupan manusia.

Tak heran, jika sampai saat ini berbagai macam adat asal Minang Kabau masih dilestarikan di tengah-tengah masyarakatnya.

11. Kebudayaan yang Tergerus


Alah limau dek mindalu, hilang pusako dek pancarian.


Arti dari pepatah Minang tersebut adalah, “Kebudayaan asli dari suatu bangsa dikalahkan oleh kebudayaan lain.”

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam budaya luar yang bisa masuk ke Indonesia dengan mudah dan menyingkirkan beberapa kebudayaan asli Indonesia.

Hal tersebut karena adanya kecanggihan teknologi yang semakin modern. Tak heran, jika saat ini banyak anak muda yang tidak mengenal budaya sendiri dan justru lebih mengelu-elukan budaya luar.

Hal tersebut membuat kebudayaan asli Indonesia semakin lama semakin tergerus eksistensinya.

Jangan sampai peribahasa atau pepatah ini juga hilang begitu saja, padahal seperti yang kita ketahui merupakan warisan leluhur. Untuk itu sebaiknya kita mengetahui pepatah lain, tidak ada salahnya orang Minang mempelajari pepatah Sunda, dan sebaliknya.

12. Idaman Pemuda


Adaik rang mudo manangguang rindu, adaik tuo manahan ragam.


Pengertian dari peribahasa Minang tersebut adalah, “Sudah lumrah seorang pemuda mempunyai idaman, dan lumrah seseorang yang telah tua menahan banyak karena umurnya.”

Saat usia masih muda, merasakan indahnya jatuh cinta dan memiliki seorang idaman adalah hal yang lumrah. Namun, saat usia telah beranjak tua maka ada banyak hal yang harus dirasakan.

13. Jangan Mengasingkan Diri


Batolan mangko bajalan, mufakat mangko bakato.


Nasihat yang satu ini memiliki arti, “Dalam masyarakat jangan mengasingkan diri, dan bertindak tanpa mufakat.”

Manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu dalam hidup bermasyarakat haruslah hidup saling berinteraksi satu sama lain dan jangan mengasingkan diri.

Selain itu, dalam memutuskan sebuah perkara harus adanya kata mufakat agar keputusan yang diputuskan dapat diterima oleh semua masyarakat.

14. Ajaran & Adat Minang


Bapuntuang suluah sia, baka uoeh racun sayak batabuang, paluak pangku Adat nan kaka kalanggik tuah malangguang.


Artinya, “Kalau ajaran adat Minang Kabau benar-benar dapat diamalkan oleh anggota masyarakat, maka masyarakat itu menjadi masyarakat yang tinggi peradabannya dan kuat persatuannya.”

Adat yang baik itu tidak seharusnya ditinggalkan, bahkan harus kita pertahankan dan amalkan agar tidak tergerus oleh budaya orang lain.

15. Keras Kepala


Bagai kabau jalang kareh hiduang, parunnyuik pambulang tali, tak tanu dima kandangnyo.


Artinya, “Seseorang yang memiliki sifat keras kepala dan tidak mau menerima nasehat dari orang lain, sedangkan dia sendiri tidak paham dengan sesuatu tersebut.”

Hari ini tidak jarang orang yang demikian, keras kepala akan tetapi tidak paham dengan permasalahan yang ada.

Penutup Dari Pepatah Minang

Masih ada banyak pepatah Minang yang syarat akan makna bagi kehidupan masyarakat. Apabila kita mampu mengamalkannya, bukan tidak mungkin akan terjadi hal-hal yang luar biasa.

Untuk menambah wawasan dan khazanah kita, baca juga pepatah dari Madura yang telah saya tulis sebelumnya.

Tak heran jika nasihat-nasihat tersebut masih digunakan hingga saat ini oleh masyarakat Minang Kabau itu sendiri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com