Peribahasa Tentang Burung

  • 3 min read
  • Jun 11, 2020
peribahasa tentang burung
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

guratgarut.com – Berbicara soal burung, pasti setiap orang mengenalnya. Beberapa di antaranya terkenal dengan keindahan suara dan rupanya, sedangkan sebagian lainnya terkenal karena keganasannya. Namun seperti pada judul tulisan ini akan membahas mengenai peribahasa tentang burung.

Baik di Indonesia atau negara-negara lain di luar sana, tidak sedikit peribahasa atau ungkapan yang menjadikan burung sebagai perumpamaannya.

Dari itulah tulisan ini hadir di tengah-tengah kita semua, baik untuk media hiburan ataupun media pembelajaran.

Selamat membaca semoga mendapatkan hal yang manfaat!!

Tulisan ini dilengkapi dengan arti, makna dan penjabaran yang diberikan oleh penulis berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.

Kumpulan Peribahasa Tentang Burung paling Populer

gambar burung cantik

1. Burung terbang dipipis lada

Bagi sebagian orang dan termasuk saya, peribahasa tentang burung satu ini cukup tidak umum, artinya kurang dikenal oleh masyarakat secara luas.

Kira kira apa artinya?

Arti dari peribahasa tersebut kurang lebih sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah direncanakan pemakaiannya.

Tidak jarang di antara kita menginginkan sesuatu untuk digunakan, sebelum barang itu sampai kita sudah merencanakan penggunaannya.

Padahal sebetulnya belum tentu barang yang kita inginkan akan benar-benar dimiliki, meskipun telah direncanakan sedemikian rupa.

Berbicara soal keinginan, setiap orang memiliki keinginan pastinya, namun bedanya hanya sedikit sekali orang yang mampu untuk berusaha mewujudkannya.

Bagaimana dengan kalian, apakah hari ini masih semangat untuk mewujudkan mimpi-mimpinya? Semoga demikian ya.

Pastikan diri kita tidak merasa lelah untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu, sebab merekalah yang membuat kita besar suatu hari nanti, tentunya dengan izin dan pertolongan Allah.

Peribahasa Lain:
> Peribahasa tentang ayam
> peribahasa tentang harimau

2. Bagaikan burung di dalam sangkar

Seorang yang hidupnya merasa dikekang, kurang lebih seperti itu makna dan arti dari peribahasa ini.

Hal seperti ini pada umumnya terjadi pada seorang yang menjalin hubungan, baik itu dengan status sudah sah atau belum.

Buntuk dari hal ini biasanya adalah perpisahan, sebab siapa yang sudi jika kehidupannya merasa terbatasi dan tidak bebas, padahal manusia itu adalah mahluk yang merdeka.

Selain terjadi pada hubungan, tidak jarang juga peribahasa yang menggambarkan seekor burung dalam sangkar ini ditujukan anak yang merasa berat dengan beban sekolah atau lingkungan tertentu.

Terlepas dari soal perasaan dan presfektif, pengekangan adalah sesuatu hal yang sangat buruk untuk dilakukan, karena hal itu tidak akan membuat seorang tumbuh dan berilmu, malah akan menimbulkan sesuatu hal yang buruk.

3. Kuat burung karena sayap

Setiap orang memiliki kekutan dan kemampuan masing-masing, itu artinya kelebihan seorang berbeda-beda.

Burung kuat karena ada sayap, coba bayangkan jika burung tidak memiliki sayap, mana mungkin mereka dapat terbang.

Begitupun manusia, memiliki kelebihan masing-masing, terutama soal kemampuan atau skill. Bisa jadi si A tidak pandai dalam bernyanyi, namun ia sangat pandai dalam berjualan.

Hal ini dapat menjadi renungan kita semua untuk lebih bersyukur dan menikmati hidup. Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak percaya diri, atau bahkan sebaliknya malah menjadi sombong.

4. Seperti burung gagak pulang ke benua

Peribahasa tentang burung ini menggambarkan sifat dan keadaan seorang yang masih sama, meskipun ia telah merantau jauh dan lama.

Hal ini bisa jadi baik atau mungkin sebaliknya, tergantung ke adaan seorang saat ia berangkat.

Akan menjadi baik apabila saat berangkat dalam keadaan baik, entah itu sifat dan keadaanya.

Akan tetapi barangkali akan buruk jika saat pergi ia dalam ke adaan kurang baik, entah itu sifat atau keadaannya.

Dari peribahasa ini kita dapat belajar tentang merantau dan perubahan, alangkah baiknya sebagai manusia terus tumbuh dan berkembang, sehingga pada akhirnya dapat menebar kebaikan untuk khalayak.

5. Satu sangkar dua burung

Dua orang perempuan yang suka dengan satu orang laki-laki. Dalam kehidupannya nyata, hal ini tiak ayal terjadi, dalam beberapa kesempatan bahkan saling rebut satu sama lain menggunakan berbagai intrik.

Kenapa hal ini dapat terjadi?

Tentu saja sayapun tidak cukup tahu tentang persolan seperti ini, sebab belum pernah mengalaminya.

Jalan tengah yang dapat diambil ialah dengan menikahi keduanya, artinya dalam hal ini berpoligami.


Bagaimana menurut kalian mengenai kumpulan peribahasa tentang burung di atas? Semoga mendatangkan manfaat dan kebaikan untuk kita semua!

Jangan lewatkan peribahasa populer lain, salah satunya peribahasa tentang buaya yang menarik dan kaya pembelajaran.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com