Peribahasa Tentang Harimau

  • 3 min read
  • Jun 13, 2020
peribahasa tentang harimau
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

guratgarut.com – Siapa yang tidak mengenal harimau? Semua orang saya pikir mengenal hewan satu ini. berbicara tentang harimau tidak jarang dijadikan sebagai perumpamaan dalam sebuah peribahasa.

Masih belum percaya?

Berikut salah satu contoh dari peribahasa tentang harimau.

Rupa harimau, hati tikus

Ada yang tahu artinya? Peribahasa ini pernah saya muat juga dalam tulisan peribahsa tentang tikus.

Arti dari peribahsa satu ini kurang lebih seorang yang memiliki penampilan gagah berani akan tetapi pada kenyataannya adalah seorang penakut.

Kembali lagi ke soal peribahasa tentang harimau, berikut beberapa peribahasanya yang dapat kalian baca dan pelajari.

Peribahasa Lain:
> Peribahasa tentang burung
> Peribahasa tentang kucing

Kumpulan Peribahasa Tentang Harimau

harimau sumatera

1. Harimau mati karena belangnya

Seorang yang mendapat kecelakaan akibat memperlihatkan keunggulannya, yang seharusnya kelebihan atau keunggulan itu membawa kebaikan, ini malah membawa sebuah musibah.

Hal ini tentu tidak jarang menimpa sebagian orang besar, hendak menunjukan kelebihan dan kebesarannya, yang tejadi malah membauatnya malu.

2. Harimau mati meninggalkan belang …

Peribahasa yang sangat populer sekali, saya sendiri mengenalnya sejak bangku SD (sekolah dasar). Bahkan tidak jarang dijadikan sebagai pegangan dalam menjalani hidup.

Peribahasa ini memiliki terusannya, jika ditulis sempurna maka seperti berikut;

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama

Artinya: orang baik akan meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkana nama buruk.

Dari sini kita dapat belajar bagaimana seharusnya menjalani kehidupan, sebab hidup di dunia tidaklah sempurna, akan ada masa akhir di sana.

Pada saat manusia meninggal maka ada dua kemungkinan dikenang, yaitu antara kebaikan dan keburukan.

Seluruh manusia tentu ingin dikenang karena kebaikannya, karena mereka membutuhkan doa.

so, jika kita ingin dikenang kebaikannya, maka dari sekarang sudah sepatutnya kita membisakan kebaikan itu.

3. Harimau ditakuti karena giginya

Orang yang berpangkat dan memiliki kedudukan ditakuti karena kekuasaannya, hal ini tentu bukan rahasi umum lagi.

Bagaimana para pejabat di negeri ini cukup disegani, sebab mereka memiliki kekuasaan yang dapat ia gunakan dengan bebas.

Nah jika suatu saat nanti kita memiliki kekuasaan, alangkah baiknya kekuasaan tersebut menjadi kebaikan, bukan hanya sekedar ditakuti atau disegani orang lain.

Justru harus lebih dari itu, memberikan manfaat kebaikan seluas-luasnya. Bukankan manusia terbaik itu adlah manusia yang dapat mendatangkan manfaat bagi sesama.

4. Harimau menggaum takan menangkap

Orang yang mengancam dengan perkataan kasar dan keras, pada umumnya tidak berani berbuat apa-apa.

Dalam artian kita bisa menyimpulkan hanya gertakan saja yang keluar dari orang tersebut. Apakah benar demikian?

Pada umumnya memag seperti itu, ibarat harimau kalau mau menerkam mereka tidak akan menggaum terlebih dahulu.

5. Harimau menunjukkan belangnya

Peibahasa tentang harimau satu ini memiliki 2 makna atau arti, orang yang memperlihatkan kekuasannya, dan orang yang memperlihatkan keburukannya.

Antara kekuasaan dan keburukan tentu adalah dua hal yang berbeda, orang yang menunjukan kekuasaan belum tentu buruk. Sedangkan orang-orang yang memperliahtkan keburukannya sudah jelas keburukannya.

Namun tidak sepantasnya kekuasaan diperlihatkan, apalagi dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

6. Seperti harimau menyembunyikan kuku

Sebuah ungkapan yang ditunjukan untuk orang-orang yang menyembunyikan kepandaian atau hal-hal yang sifatnya positif.

Makin memiliki pengetahuan dan pintar, seorang akan merasa semakin tidak ada apa apanya, maka untuk itu mereka biasanya menyembunyikan kemampuannya.

7. Mulut kamu, harimau kamu

Siapa yang tidak mengenal peribahasa satu ini, bisanya kita mendengar saat seorang berbicara relalu berlebihan (lost control).

Barangkali dari kecil kita sudah terbiasa dengan peribahasa ini, bahwa keselamatan dan harga diri tergantung dari perkataan kita.

Dengan demikian sudah seharunya kita pandai dalam menjaga ucapan, jangan sampai ada orang lain yang tersakiti dengan mulut kita. Sebab pada akhirnya semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan sang pencipta.

8. Masuk sarang harimau

Terperangkap ke dalam suatu bahaya yang besar. Hal ini dapat dilihat dari harimau itu sendiri yang merupakan hewan buas.

Maka tidaklah heran diumpamakan untuk orang orang yang mengalami bahaya sangat besar dalam hidupnya.

9. Mengepit kepala harimau

Peribahasa mengenai harimau yang tidak terlalu populer ini memiliki makna seorang yang menakuti nakuti orang lain.

Terlepas dari ebrbagai tujuan menakuti itu, entah itu hanya untuk fun, dendam atau apapun itu.


Temukan berbagai peribahasa hanya di berkata, seperti peribahasa tentang ayam yang sangat menarik ini.

Nah demikian tullisan mengenai kumpulan peribahasa tentang harimau yang dapat saya rangkum, semoga bermanfaat!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com