Peribahasa Tentang Ikan

  • 5 min read
  • Jun 10, 2020
peribahasa tentang ikan
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

Guratgarut.com – Berbicara mengenai ikan, rasanya kita akan sangat setuju bahwa hewan air satu ini memiliki banyak manfaat. Bukan hanya manfaat untuk dikonsumsi, melainkan kita juga dapat mempelajari filosofi tentang ikan. Maka tidaklah heran apabila terdapat berbagai peribahasa tentang ikan di masyarakat.

Untuk itu dalam tulisan ini saya merangkum peribahasa tentang ikan yang paling populer di masyarakat.

Silahkan baca dan pahami stiap peribahasa tentang ikan ini, semoga mendatangkan manfaat untuk kita semua.

Peribahasa Lain:
> Peribahasa tentang kuda
> peribahasa tentang kura-kura

Kumpulan Peribahasa Tentang Ikan Penuh Makna

peribahasa ikan
Sumber: paktanidigital.com

1. Asam di darat, ikan di laut bertemu dalam belanga

Setiap manusia yang telahir ke dunia sudah memiliki jodoh, maka untuk itu tidaklah perlu dirisaukan. Sebab kita akan dipertemukan dengan caranya, bahkan pertemuan yang tidak kita duga sama sekali.

Kata kata di atas merupakan peribahasa yang memiliki arti “Seorang perempuan dan laki-laki jika berjodoh akan dipertemukan”.

Meski demikian bukan berarti tidak melakukan ikhtiar sama sekali, justru dengan adanya hal ini kita harus lebih semangat untuk berikhtiar. Salah satu ikhtiar yang kita lakukan ialah terus memperbaiki diri.

Sebab bukankah jodoh adalah gambaran dari diri kita? Jika ingin mendapatkan pasangan yang baik maka kita harus baik juga. Hal ini seperti yang telah di ulas dalam artikel islampos tentang jodoh cerminan diri kita.

2. Ada air ada ikan

Ayo siapa yang tahu makna dari kata kata di atas? Peribahasa mengenai ikan satu ini sangat populer di masyarakat kita, yang mana ikan digambarkan sebagai rejeki dalam kehidupan.

Ada air ada ika memiliki arti kurang lebih “dimana kita tinggal di situlah kita mendapatkan rejeki”.

Kesimpulannya rejeki itu sudah disiapkan Allah, jadi sejatinya manusia tidaklah mencari rejeki, akan tetapi menerima atau diberi rejeki.

Mungkin hal ini harusnya menjadi penguat bagi kita semua untuk menjalani kehidupan. Sebab sebagian besar dari manusia merasa khawatir akan rejeki dan kehidpan dunianya.

3. Ada nyawa, ada ikan

Menggambarkan seorang yang hampir mati, dalam artian sudah sekarat. Setiap yang bernyawa pasti akan mati jua, termasuk kita manusia.

Setelah kematian kita percaya masih ada berbagai kehidupan yang harus dilalui, bahkan dapat dikatakan masih amat panjang dan jauh.

Perjalanan yang panjang dan jauh itu dipersiapkan saat di dunia. Jika seorang manusia dapat menyiapkan dengan baik, maka akan selamatlah dia, jika tidak maka akan menjadi orang yang celaka.

Bekal apa yang dipersiapkan untuk kehidupan selanjutnya? Tidak jarang banyak orang bertanya hal yang demikian. Bekal untuk kehidupan selanjutnya ialah amal soleh dan amal kebaikan.

4. Bagai ikan dalam keroncong

Peribahasa yang menggambarkan sesuatu yang tidak tertolong. Hal ini tentu saja dapat dikaitkan dengan berbagai hal dan kondisi.

Perlu kalian ketahui, keroncong adalah benda atau perangkap ikan. Jadi saat ikan masuk ke dalam keroncong mereka tidak mungkin lagi dapat melarikan diri.

Jika hal demikian telah terjadi, satu satunya yang dapat kita lakukan ialah merelakan dan mengikhlaskannya.

5. Bagai ikan kena tuba

Tuba merupakan musibah atau penyakit, jadi memiliki arti suatu daerah yang terkena musibah atau penyakit.

barangkali peribahasa ini dapat menggambarkan kondisi yang terjadi di Wuhan, Tiongkok. Seperti yang kita ketahui, banyak orang di sana terkena penyakit yang disebut dengan virus corona.

Penyakit ini sangat mengerikan, dimana penderitanya dapat mennggal hanya dengan hitungan hari saja.

Hingga saat ini belum ada yang memiliki vaksin untuk mengobati virus corona. Terlepas dari beberapa teori konspirasi yang beredar, virus corona sangat menakutkan.

6. Gula di mulut, ikan dalam belanga

Menggambarkan sesuatu yang telah ada dalam genggaman kita. Kira kira apa yang telah ada dalam genggaman kita? Apapun tentu bisa, hal ini dapat menggambarkan tentang banyak hal termasuk tentang kesempatan.

Dalam beberapa kondisi tentu tidak jarang kita menggenggam banyak hal, termasuk kesempatan. Artinya sesuatu yang sudah kita pastikan menjadi milik kita dan terkondisikan, rasanya mustahil ia dapat lari dan pergi.

7. Bondong air bondong ikan

Sebuah perkumpulan atau organisasi selalu bergantung dengan kegiatan dan kecakapan pemimpinnya.

Pemimpin dapat kita katakan sebagai kepala, pengurus badan, sedangkan anggota merupakan ekornya.

Mengarah ke kiri atau ke kanan tentu tergantung dari kepala, rasanya tidak mungkin kepala maju ke arah kanan, sedang badan dan ekor ke kiri.

Maka dari itu seorang pemimpin harus memiliki keberanian dan berbagai pertimbangan dalam melakukan berbagai hal.

8. Ikan terkilat, jala tiba

Makna dari perbahasa tentang ikan di atas adalah “seorang yang sangat pandai dan tajam dalam menangkap perkataan”.

Jika kita boleh simpulkan, hal tersebut menggambarkan seorang yang responsif atau mung reaktif. Sebab sangat mudah dalam menangkap berbagai perkataan yang dilontarkan.

Haruskah kita memiliki hal yang demikian?

Mungkin tentu, sebab seorang dianggap cerdas dan pintar ketika ia mampu menangkap perkataan orang lain dengan sangat baik.

9. Hendak menangguk ikan, tertangguk batang

Dalam menjalani kehidupan setiap orang tentu saja mengharapkan keuntungan dan menghindari kerugian.

Keuntungan adalah sesuatu yang mendatangkan kebaikan, kenyamanan dan kebahagian serta dapat membuat hati senang.

Sedangkan kerugian lawan kata dari keuntungan, yang mana setiap orang menghindari itu, sebab akan menimbulkan ketidaknyamanan, dan hal yang dianggap buruk.

Pribahasa ini memiliki makna seorang yang mengharapkan keuntungan akan tetapi malah kerugianlah yang ia dapatkan.

10. Ikan belum dapat, airnya sudah keruh

Peribahasa yang menggambarkan sebuah pekerjaan yang belum selesai, akan tetapi keadaan menjadi buruk dan tidak terkondisikan.

Apabila kita menggunakan nalar dan logika untuk membedah peribahasa tentang ikan di atas, kita akan menemukan sesuatu hal, yaitu ikan akan sangat sulit ditangkap dalam keadaan kolam yang begitu keruh.

Hal ini banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita, maka tidak heran apabila peribahasa tentang ikan satu ini cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia dan Melayu.

11. Ikan biar dapat, serampang jangan pukah

Mencapai tujun tanpa ada sesuatu atau seorangpun yang dirugikan, kira kira itulah makna yang terkandung dari peribahasa ini.

Sebab hari ini tidak jarang seorang atau organisasi yang mencapai tujuannya akan tetapi merugikan orang lain dan sekelompok yang lainnya.

Maka seorang dikatakan sukses dalam meraih tujuannya ketika ia tidak merugikan orang lain disamping mencapai apa yang dikehendaki.

12. Ikan dihulu, tuba dihilir

Makna dari kata kata di atas ialah perbuatan yang sia-sia, dimana perbuatan tersebut tidak mendatangkan manfaat.

Secara tidak sadar kita mungkin masih banyak melakukan hal-hal yang demikian, dimana perbuatan sia-sia masih mendominasi dalam kehidupan.

Merugikan tidak memang, namun alangkah baiknya kita melakukan hal yang bermanfaat, bukankah waktu itu sangat berharga. Terkadang kita tidak sadar menghargai waktu dengan sangat murah.

13. Ikan gantung, kucing tunggu

Meraas kesal melhat barang yang diinginkan, akan tetapi tidak mungkin untuk didapatkan.

Kebanyakan di antara kita pernah merasa demikian barangkali, menginginkan sesuatu, namun kita merasa itu tidak mungkin.

Saya rasa di dunia ini masih mungkin jika logika menjangkaunya, atau bahkan yang dianggap tidak mungkinpun banyak kejadian.

Ketidakmungkinan sebenarnya ada untuk mereka yang menyerah dan tidak mau berjuang. Padahal apabila diusahakan dan diperjuangkan semuanya saya rasa mungkin terjadi.

14. Umpan habis, ikan tak kena

Sebuah usaha yang tidak mendatangkan hasil apapun, bahkan dapat dikatakan merugi. Hal ini sering terjadi dalam usaha tau bisnis.

Ketika hal ini terjadi bukan berarti kita harus menyerah dan berhenti begitu saja, justru sebaiknya dijadikan sebagai pengalaman yang dapat memperkuat serta memperkokoh diri dan keadaan.

Sebab orang yang sukses hari inipun tidak langusung sukses begitu saja, mereka membutuhkan proses yang tidaklah sebentar.

15. Seperti menangkap ikan dalam belanga

Peribahasa tentang ikan yang menggambarkan sesuatu yang pasti akan didapatkan tanpa terkecuali.

Sama halnya dengan peribahasa laian, peribahasa ini cukup populer dikalangan masyarakat kita, terutama orang tua.

Penutup

Nah itu dia kumpulan peribahasa tentang ikan yang dapat saya rangkum dalam kesempatan kali ini.

Adapun tulisan lain mengenai peribahasa dapat kalian dapatkan pada tulisan sebelumnya, salah satunya peribahasa tentang ayam.

Semoga tulisan yang singkat dan sangat sederhana ini menjadi hal bermanfaat dalam kehidupan kita.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com