Pepatah & Peribahasa Tentang Kucing

  • 4 min read
  • Jun 09, 2020
peribahasa tentang kucing
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

Guratgarut.com – Kucing adalah hewan yang sangat lucu, menarik dan menggemaskan. Maka tidak heran banyak orang menjadikan kucing sebagai peliharaan. Tapi kita tidak akan membahas seluk beluk kucing, melainkan pepatah atau peribahasa tentang kucing.

Artinya setiap pepatah dan peribahasa mengandung kata kata kucing. Sebagaimana kita ketahui, peribahasa seringkali berisikan perumpamaan.

Berikut kumpulan peribahasa tentang kucing yang dapat saya rangkum.

Baca Juga: Peribahasa tentang ayam

Kumpulan Pepatah & Peribahasa Tentang Kucing

peribahasa tentang kucing
Peribahasa tentang kucing oleh berkata.net

1. Merasa Kesal

Ikan gantung, kucing tunggu.

Makna: Merasa kesal dengan sesuatu yang diinginkan, namun tidak mungkin didapat.

Memiliki keinginan adalah hal yang manusiawi, bahkan akan dianggap aneh jika tidak memiliki keinginan.

Akan tetapi keinginan akan menjadi tidak baik jika salah mengarahkannya. Tidak sedikit orang melakukan hal yang tercela untuk memnuhi keinginannya tersebut.

Mungkin dan tidak mungkinnya didapat keinginan tergantung dengan usaha dan doa kita. Jika keduanya dimaksimalkan maka kemungkinan besar keinginan tersebut akan tercapai.

Peribahasa tentang kucing di atas sendiri hanya sebuah kata kata untuk menggambarkan seseoarang yang merasa kesal karena keinginannya tidak mugnkin didapat.

2. Hal yang Mustahil

Awak tikus hendak menampar kepala kucing.

Makna: Menghendaki sesuatu yang tidak mungkin untuk diperoleh atau terjadi.

Ketidakmungkinan adalah lawan kata dari kemungkinan. Pada dasarnya kita mengerti dan paham akan hal ini, mana yang dianggap mungkin dan mana yang tidak.

Ketidak mungkinan hari ini bisa jadi menjadi mungkin untuk hari esok, ataupun lusa. Hal yang perlu kita perhatikan adalah soal kapasitas saja.

Bahkan ada hal-hal yang dahulu kita anggap tidak mungkin, hari ini terjadi. Kemudian ada juga yang sebaliknya.

Kemungkinan dan ketidakmungkinan seperti dua sisi mata uang, berbarengan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Hal yang perlu diingat dan dipahami ialah terdapat ketidakmungkinan yang sifatnya absolute, artinya tidak akan pernah terjadi dan tidak dapat dilakukan oleh manusia, sebab manusia memiliki keterbatasan.

3. Susah untuk Dicari

Bagai kucing lepas senja.

Makna: Sukar atau susah untuk dicari.

Siapa nih yang susah dicari, biasanya anak-anak yang main kebablasan ya hingga tidak tau waktu.

Peribahasa ini ialah perumpamaan untuk berbaagai macam dan hal, bisa ditujukan untuk seorang, barang atau apapun itu. Hal yang pasti ialah susah untuk di cari.

4. Ketakutan

Bagai kucing dibawakan lidi.

Makna: Sangat ketakutan.

Pernahkah kalian membawakan sapu lidi untuk kucing? Saya pastikan reaksi kucing akn ketakutan, karena ia kira kita akan mencambuknya.

Peribahasa ini sebagai perumpamaan untuk menggambarkan seorang yang ketakutan, dapat muncul akibat berbagai macam dan hal.

5. Ditinggalkan Atasan

Kucing pergi tikus menari.

Makna: jika kepala (kantor, perusahaan, dan sebagainya) pergi bawahannya bersuka ria.

Saya rasa ini hal yang sangat lumrah di negeri kita, sebab ketika tidak ada atasan dapat berbuat dan pergi sesuka hati.

Ini bukan berlaku dalam dunia kerja saja, melainkan dalam dunia pendidikan setiap jenjangnya.

Mati kita ingat-ingat kembali perasaan kita bersama tatkala guru tidak bisa masuk kelas, girangnya bukan main, terlebih guru tersebut tidak memberikan tugas sama sekali.

6. Aniaya

Berbuat aniaya dengan cara yang mudah.

Makna: Berbuat aniaya dengan cara yang mudah.

Menganiaya adalah perbuatan tercela, selain merugikan orang lain, hal ini juga menunjukan bagaimana kondisi hati seorang yang melakukan hal itu.

Terlepas bagaimanapun caranya, menganiaya tidaklah diperkenankan, sebab dapat merugikan orang lain.

7. Hal yang Buruk

Malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing).

Makna: Tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh.

Tidak sedikit anak yang mengalami perubahan menjadi tidak baik, faktor yang paling besar ialah soal lingkungan.

Lingkungan membawa seseorang berubah secara tidak sadar, tanpa terkontrol, sadar-sadar saat sudah ada pada posisi yang tidak baik.

Hal paling efektif untuk menghidari perubahan ke arah yang dirasa kurang baik, ialah dengan cara memberikan pemahaman dan bebrbaur dengan orang-orang yang dirasa positif.

8. Hal yang Mustahil

Menantikan kucing bertanduk.

Makna: Mengharapkan hal yang mustahil.

Aneh rasanya jika ada kucing yang bertanduk, bahkan dapat dikatakan sebuah keajaiban. Jika pun ada, maka dipastikan akan sangat viral dijejaring sosial.

Sampai kapanpun kita tidak akan menyaksikan kucing memiliki tanduk, karena memang tidaklah ditakdirkan demikian.

Peribahasa tentang kucing ini perumpamaan dari orang-orang yang mengharapkan sesuatu yang mustahil.

9. Resah Gelisah

Seperti kucing biang.

Makna: Perasaan resah gelisah tanpa sebab.

Terkadang rasa resah dan gelisah datang begitu saja, tanpa tau sebabnya, namun yang pasti hal itu cukum mengganggu hati dan pikiran.

Menurut teori, resah dan gelisah itu muncul ketika ada kekhawatiran yang timbul. Rasa khawatir ini dapat ditimbulkan dari berbagai hal. Bisa jadi karena dosa, ataupun hal-hal yang memang belum dapat terpenuhi.

10. Tidak Karuan

Seperti kucing keguguran anak.

Makna: Merasa tidak karuan tanpa pasal.

Seorang yang merasa tidak karuan tanpa sebab apapun, diibaratkan seperti seekor kucing yang keguguran melahirkan.

Meskipun saya sendiri tidak tahu seperti apa hal tersebut terjadi, yang pasti mungkin tidak mengenakan.

11. Orang yang Ditakuti

Bila kucing tidak bergigi, tikus berani melompat tinggi.

Makna: Apabila orang yang ditakuti sudah tidak berkuasa lagi, maka orang pun merasa leluasa untuk melakukan apapun.

Sebagian besar orang merasa takut dan hormat atas kekuasaan mereka, mengingat banyak orang yang memiliki kepentingan di sana.

Saat seorang tidak memiliki kekuasaan, bukan tidak mungkin ia terlupakan, bahkan bisa jadi dicampakan.

12. Tabiat

Biarpun kucing naek haji, pulangnya mengeong juga.

Makna: Amalan atau tabiat yang tidak dapat diubah.

Tabiat itu barangkali sama dengan tabiat, ia tidaklah dapat dirubah dan diubah, jika pun bisa memerlukan waktu yang tidaklah sebentar.

Salah satu cara untuk mengubah tabiat buruk yaitu dengan cara bergaul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan baik.

13. Takut Perempuan

Bagai kucing takut akan balur.

Makna: Lelaki yang takut akan perempuan.

Biasanya lelaki yang takut kepada perempuan adalah mereka yang sudah menikah, meskipun ketakutan itu lebih kepada rasa kasih sayang, tepatnya menghormati dan mencintai. Akan tetapi sebagian orang menafsirkan itu sebagai bentuk rasa takut.

Tidak seharusnya lelaki itu takut kepada perempuan, seharusnya seorang laki-laki mampu menjadi pelindung.

Sebaliknya juga perempuan, barangkali harus memiliki cinta dan kasih sayang yang lebih terhadap laki laki.

14. Pendiam

Duduk seperti kucing melompat seperti harimau.

Makna: Orang yang memiliki sifat pendiam, namun tangkas dalam bekerja dan berfikir.

Manusia diciptakan dengan berbeda-beda, termasuk soal sifat, ada yang senang ngomong dan ada juga lebih suka menjadi seorang pendiam.

Sebagian besar dari orang-orang pendiam dapat berpikir dan bekerja dengan lebih baih. Pepatah tentang kucing ini menjadi penggambarannya.

Selain dapat sebagai pepatah kucing, tentu saja pepatah ini dapat dikategorikan sebagai peribahasa harimau.

15. Diam Karena Takut

Serta lalu kucing, tikus tidak berdecit lagi.

Makna: Ketika orang yang ditakuti datang, maka diamlah orang yang membuat bising.

Sadar atau tidak, di dalam sebuah kelompok atau lingkungan, terdapat beberap orang yang senang membuat kebisingan atau kegaduhan.

Mereka biasa baru bisa diam setelah ada orang yang ditakuti datang. Hal ini banyak terjadi pada anak anak sekolah.

Penutup

Meskipun peribahasa atau pepatah tentang kucing ini terasa asing ditelinga kita, setidaknya dapat dijadikan sebagai gambaran akan beberapa hal yang terjadi dalam kehidupan kita masing-masing.

Jangan lewatkan peribahasa lain dari berkata, salah satunya ialah peribahasa tentang ayam.

Semoga dengan hadirnya tulisan ini menjadi penambah khazanah dan wawasan bagi kita semua.

Sebab tidak dapat kita pungkiri peribahasa merupakan bagian budaya yang tidak dapat dipisahkan dengan diri kita.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com