Peribahasa Tentang Sapi

  • 4 min read
  • Jul 09, 2020
sapi
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

Guratgarut.com – Beberapa orang ada yang bertanya kumpulan peribahasa tentang sapi. Setelah aku cari kesana kemari, ternyata hanya ada satu yang paling populer.

Sapi sendiri merupakan hewan ternak yang sangat umum, mudah ditemukan diberbagai temapat, bahkan dagingnya sering kita konsumsi sehari-hari.

Daging sapi ini memiliki harga yang cukup lumayan mahal untuk saat ini, berada dikisaran 100 ribu.

Berikut kumpulan peribahasa atau pepatah tentang sapi, silahkan pilih pada ringkasan berikut.

Kumpulan Pepatah & Peribahasa Tentang Sapi

peribahasa tentang sapi

#1. Dahulu bajak daripada sapi

Artinya mendahulukan anak muda yang belum berpengalaman daripada orang tua yang sudah memiliki pengalaman.

Dalam hal yang membutuhkan pengalaman tentu saja hal ini begitu keliru, sebab akan berdampak tidak baik. Sedangkan untuk kasus lainnya ada yang memang harus mendahulukan anak muda agar dia memiliki pengalaman.

Dalam melakukan apapun sebetulnya yang harus didahulukan itu etika atau adab, yang mungkin barangkali saat ini sudah semakin mahal dan langka hal tersebut.

Bagaimanapun juga anak muda harus senantiasa menghormati yang lebih tua.

#2. Jadi sapi perahan

Artinya dijadikan tempat untuk mencari keuntungan, namun yang diperah malah kesusahan. Secara singkat kita dapat artikan dimanfaatkan.

Peribahasa satu ini sangat populer sekali, biasa digunakan sebagai pepatah dan mengingatkan seseorang untuk tidak menjadi sapi perah. Terkadang seorang yang dijadikan sapi perah dalam beberapa kasus mereka tidak sadar.

Hal ini tentu sangat berbahaya sekali, barangkali kehidupannya pun akan terampas secara tidak sadar.

Sebaliknya yang memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya adalah tindakan yang tidak terpuji, bagaimana tidak menggunakan orang lain demi keuntungan pribadi semata.

Hari ini telah sangat banyak yang berlaku demikian, dari mulai orang kecil hingga orang besar.

#3. Laksana lembu dogol, tak boleh ditanduk hanya disondol.

Artinya seorang yang terlihat ganas dan menakutkan, namun sebenarnya sangat lemah dan penakut.

Dalam beberapa kesempatan kita tidak jarang melihat orang yang demikian, terlihat seram dan menakutkan, padahal sebenarnya sangat lemah. Hal ini menunjukan penampilan itu sangat mudah berbohong.

Semasa SMA aku memiliki teman yang terlihat begitu sangat, namun tidak disangkan pas kegiatan pramuka ia menangis.

Aku yakin juga kamu pasti memiliki teman yang terlihat sangar namun sebenarnya tidak demikian.

#4. Laksana lembu kasi

Artinya orang yang berbadan besar namun penakut.

Nah jika ada temen kamu yang memiliki badan besar dan penakut, peribahasa tentang lembu ini sangat cocok sekali dialamatkan kepadanya.

Sebenarnya fisik bukan sebuah ukuran berani atau tidak, karena keberanian itu terletak dalam dada. Tidak sedikit juga orang yang berbadan kecil memiliki nyali besar.

Jika merujuk pada logika, seharusnya orang yang memiliki badan besar, memiliki keberanian besar juga. Karena paling tidak ia telah memiliki modal, yaitu fisiknya.

#5. Lembu diberi berpelana, kuda diberi berpasangan.

Artinya menempatkan seseorang yang tidak sesuai dengan kemampuannya.

Jika dilakukan hal ini cukup fatal, menyebabkan kinerja tidak baik bahkan kacau. Saat ini mungkin telah banyak terjadi yang demikian, tidak melihat kemampuan seseorang, yang penting dekat saja dengan petinggi.

Apabila hal ini terjadi di perusahaan, maka akan menurunkan kualitas, dan pada ujungnya adalah kepercayaan.

kemudian apabila terjadi pada pemerintahan akan menurunkan pelayanan, dan bukan tidak mungkin juga akan terjadi banyaka kesalahan dan permasalahan.

#6. Lembu dogol jangan dibalun

Artinya jangan melawan orang yang pura pura lemah.

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa jangan melawan orang yang pura pura lemah? Sederhannanya karena ia telah merasa lemah, jadi untuk apa dilawan.

Dari peribahasa tentang sapi atau lembu ini kita bisa belajar untuk lebih bijak dalam menghadapi persoalan.

#7. Lembu dongkol hendak menyondol

Artinya mengancam namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Nah dalam kehidupan sehari-hari tidak sedikit yang berprilaku demikian, melakukan ancaman hanya untuk gertakan saja, artinya cuman dimulut.

Kamu tentu saja jangan sampai demikian, ancaman dan menggertak orang lain tentu bukanlah perbuatan yang baik.

Sebaiknya buanglah jauh jauh yang demikian itu, jika ada yang demikian itu seperti dalam peribahasa tentang sapi di atas.

#8. Lembu punya susu, sapi punya nama

Kita yang bersusah payah mengeluarkan modal, namun orang lainlah yang mendapatkan pujian dan laba.

Semoga hal ini tidak terjadi kepada kita ya, meskipun pujian itu bukanlah sesuatu yang harus diusahakan untuk diraih dan dipatkan, akan tetapi jika demikian tentu saja menyakitkan.

Barangkali ini adalah hal yang manusiawi dan lumrah saja, tidak perlu diambil pusing.

#9. Lembu tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk jua.

Seseorang yang tersohor karena kejahatannya, walaupun dia tidak berbuat jahat akan tetap dituduh melakukannya.

Peribahasa tentang lembu atau sapi ini barangkali berbicara tentang citra, bagaimanapun citra itu melekat dengan siempunya.

Citra sendiri bisa dikatakan adalah sesuatu yang nampak dan melekat pada diri seorang.

Apabila seorang telah memiliki citra baik maka akan dipastikan ia bisa dikenal baik pula.

#10. Seekor lembu berkubang, sekandang kena luluknya.

Karena kesalahan seseorang, semua terkena akibatnya.

Jika sudah seperti ini artinya telah merugikan orang lain, dalam sebuah kelompok hal ini kerap terjadi ya.

Kita tentu saja jangan sampai menjadi seorang yang merugikan orang lain, karena kesalahan atau perilaku yang dibuat menjadi orang lain terbawa dan tersered.

#11. Seperti alat di ekor sapi.

Seorang yang menuruti kehendak orang lain, biarpun itu akan membahayakan dirinya sendiri.

Loyalitas menjadi sesuatu hal yang harus kita miliki, akan tetapi jangan sampai membahayakan diri sendiri.

Peribahasa sapi di atas berbicara tentang loyalita atau ketaatan yang begitu tinggi terhadap seseorang atau aturan.

#12. Seperti orang berdagang sapi.

Berkepanjangan dan bertele-tele.

Saat pertama kali membaca peribahasa ini saya tersenyum sendiri, entah kenapa hal itu bisa terjadi, barangkali mungkin sedikit lucu ya.

Apabila kita pikirkan memang berjualan sapi itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sapi sendiri adalah hewan ternak yang cukup mahal, selain harga dagingnya yang kompetitip, sapi juga memiliki bobot fantastis.

Kemudian rasanya kita akan sepakat untuk tidak suka kepada seorang yang yang bertele-tele.

Penutup

Berbicara soal sapi tentu saja ada banyak hal yang bisa kita bahas, mulai dari kegunaan hingga tingkah lakunya.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari peribahasa tentang sapi di atas, yang tentunya ini bisa dijadikan pembelajaran dalam kehidupan.

Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan bermasyarakat ada banyak hal yang bisa terjadi, salah satunya telah tegambarkan oleh peribahasa atau pepatah di atas.

Semoga bermanfaat!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com