Peribahasa Tentang Tupai

  • 2 min read
  • Jun 25, 2020
peribahasa tentang tupai
Anatya Alifa
Latest posts by Anatya Alifa (see all)

Guratgarut.com – Hewan seperti apakah tupai itu? Hewan satu ini menurutku lumayan lucu ya, apalagi kalo sedang berada di pohon, loncat kesana kemari. Seperti judulnya, tulisan ini akan membahas peribahasa tentang tupai.

Setelah saya telusuri terdapat beberapa peribahasa yang menjadikan tupai sebagai perumpamaannya.

Setidaknya terdapat 2 peribahasa tupai yang menarik untuk kita telaah, salah satu diantaranya begitu terkenal.

2 Peribahasa Tentang Tupai Paling Populer

pepatah tupai

#1. Sepandai-pandai tupai melompat pasti jatuh juga

Nah peribahasa satu ini sangat populer di masyarakat kita, aku sendiri telah mendengar ini sejak kecil, mungkin ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Bagaimana dengan kamu?

Aku rasa tidak jauh berbeda ya, terutama kamu yang tinggal di desa, ketika orang tua memberikan nasehat atau pepatah ada saja terselip peribahasa, salah satunya peribahasa tupai ini.

Apabila kita maknai peribahasa satu ini, maka secara garis besar begini artnya.

Sepandai-pandainya orang dalam melakukan apapun, pasti akan ada keliru dan salahnya juga.

Akan tetapi peribahasa ini biasanya lebih ditujukan pada kebohongan. Misal, seorang yang terus berbohong, pasti suatu saat akan ketahuan juaga.

Peribahasa ini dapat digunakan dalam banyak hal ya, menganalogikan kebaikan ataupun keburukan juga, jadi tergantung situasi dan kondisi aja.

Kemudian berbicara soal kebohongan, kita harus sangat hati hati sekali, sebab bukan tidak mungkin ketika satu kali telah berbohong akan terus berbohong.

#2. Mumbang ditebuk tupai

Kalo peribahasa satu ini sangat asing sekali ditelinga aku, bagaimana dengan kamu?

Usut punya usut memiliki arti diucapkan kepada anak yang masih kecil, akan tetapi sudah rusak.

Sehingga arti secara pastinya tidak diketahui ya, mungkin kamu ada ya paham tentang artinya.

Kemudian berbicara soal anak yang rusak, tentu hal ini tidak terlepas dari pendidikan orang tua dan juga lingkungannya. Tidak bisa kita pungkiri, orang tua adalah sekolah pertama bagi sang anak.

Apabila anak rusak tidak perlu menyalahkan siapapun, yang paling bertanggung jawab adalah orang tua itu sendiri.

Penutup

Demikian peribahasa tentang tupai yang dapat aku sajikan pada tulisan kesempatan ini. Meskipun pendek, semoga tetap bermanfaat untuk kita semua ya.

Terimakasih untuk yang sudah membaca!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com