Peribahasa Tentang Udang

  • 3 min read
  • Jun 19, 2020
udang
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

Guratgarut.com – Berbicara tentang peribahasa, ada satu peribahasa yang sangat familiar sekali dimasyarakat kita dengan udang sebagai perumpamaannya.

Ada udang dibalik batu

Artinya ada maksud tersembunyi

Apakah hanya itu saja peribahasa yang menggunakan udang sebagai perumpaannya? Tentu saja tidak, ada banyak sekali peribahasa lain yang cukupmenarik untuk kita telaah.

Peribahasa atau pepatah sendiri sering kali digunakan untuk nasehat dan sindiran.

5 Peribahasa Tentang Udang, Menarik untuk Ditelaah

peribahasa tentang udang

Seperti yang telah disinggung pada bagian awal, peribahasa yang memiliki kata udang itu banyak, bukan hanya satu.

Setelah ditelusuri setidaknya terdapat 5 peribahasa yang cukup menarik untuk kita telaah bersama, apa arti dan maksud dari masing masing bahasa tersebut.

#1. Diri Sendiri

Udang tidak tahu dibungkuknya

Tidak mengetahui akan cela dan cacatnya diri sendiri.

Celanya seorang itu barangkali ebih diketahui olah orang lain, terkecuali orang-orang yang sangat pandai sekali dalam urusan intropeksi diri.

Namun intropeksi diri itu bukanlah perkara yang mudah, ini urusannya dengan hati dan kesadaran.

Sadar atau tidak, mengakui sebuah kesalahan itu amatlah sulit, terlebih jika memiliki ego yang kuat.

Hal ini bisa tergambar dari udang yang tidak akan menydari bahwa mereka bungkung. Bukan hal yang tidak mungkin jika mereka tidak sadar sama sekali.

Semoga saja kita menjadi orang yang mampu melihat ke dalam diri, bukan sebaliknya. Seharusny kita lebih tahu dengan keburukan diri sendiri daripada orang lain.

Dengan demikian Insha Allah kita akan menjadi orang yang lebih baik dari waktu ke waktu. Menyadari bisa dikatakan sebagai pintu gerbang untuk menuju hal kebaikan.

#2. Gelisah

Udang dalam tangguk

Seorang yang sangat gelisah, sudah dan resah.

Kegelisahan dan keresahan itu ada dalam diri seorang, hal ituakan muncul jika ada pemicunya. Sehingga kita bisa simpulkan gelisah dan resah hanya sebuah akibat.

Penyebabnya pun bisa terjdi dari luar diri atau dalam diri. Keresahan dan kegelisahan ini sangat erat kaitannya dengan ketakutakan dan ketidaknyamanan.

Peribahasa tentang udang ini mungkin tidak begitu familiar di masyarakat saat ini.

#3. Tidak Tau Diri

Udang hendak mengatai ikan

Tidak bertaubat dengan aib sendiri yang dimilikinya.

Tidak tau diri merupakan sesuatu hal yang sangat bahaya, bahkan bisa dikatakan akan menyelakainya, baik di dunia ataupun setelah meninggal.

Bagaimana tidak, misal seorang yang merasa benar tidak akan pernah tau kesalahannya terletak dimana.

bahkan bukan tidak mungkin perasaan inilah yang akan menghancurkan dan mencelakai dirinya.

Nah untuk itu tentu jangan sesekali kita menjadi orang yang demikian, sebab akan sangat membahayakan kehidupan sendiri.

jadilah seorang yang mampu mengendalikan diri serta intropeksi setiap saat, dengan demikian Insha Allah akan menjadi seorang yang terus maju melangkah.

#4. Malu

Seperti udang yang dipanggang

Seorang yang terlihat merah karena malu.

Malu merupakan sebuah kata sifat, dimana saat kondisi merasa tidak percaya diri akan sesuatu hal. banyak sekali hal atau faktor yang menyebab timbulnya malu, seperti;

  1. Dipuji
  2. Dihina
  3. Sesutu hal yang seharusnya tidak diketahui orang lain
  4. Dll

Ini adalah sesuatu hal yang wajar dan lumrah, tidak jauh berbeda dengan marah ataupun bahagia.

Jika berbicara soal malu, ada yang unik sebenarnya, terutama pada wanita. Sebab malu itu adalah sesuatu yang berharga untuk wanita.

Bahkan disarankan untuk menjaga rasa malu ini, dengan demikian bertindakpun akan sangat hati hati sekali.

#5. Maksud Tersembunyi

Ada udang dibalik batu

Memiliki maksud yang tersembunyi.

Dari sekian peribahasa tentang udang yang telah kita bahas, peribahasa ini merupakan paling familiar di masyarakat kita, dalam beberapa kesempatan kita sering sekali mendengar peribahasa ini.

Tidak jarang seoarang ketika melakukan sesuatu diselipi dengan maksud tertentu. Peribahasa ini biasanya memiliki konotasi yang kurang baik.

Sebagai contoh maksud tersembunyi disini adalah keburukan yang dibungkus dengan kebaikan.

Jika kita coba menelaahnya, kudang dibalik batu memang tidaklah akan terlihat sama sekali.

Begitupun dengan maksud tertentu, tidak ada yang tahu sama sekali, hanya dirinya dan tuhan.

Apabila maksud tertentu itu adalah sebuah kebaikan maka tidaklah menjadi masalah. Hal ini baru akan menjadi masalah apabila maksudnya merupakan sesuatu hal yang buruk.

Penutup

Bagaimana cukup menarik bukan peribahasa tentang udang di atas? Semoga kita semua dapat mengambil pembelajaran dan kebaikan dari tulisan ini.

Peribahasa merupakan warisaan yang sangat berharga, untuk itu minimal kita mengetahu dan mengajarkannya kepada orang terdekat.

Terimakasih!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com