Peribahasa Tentang Unta

  • 2 min read
  • Mei 04, 2021
unta di padang pasir
Ruru Ruhama
Latest posts by Ruru Ruhama (see all)

Masih berbicara soal peribahasa yang berhubungan dengan hewan, pada kali ini aku ingin membahas peribahasa tentang unta. Meskipun peribahasa satu ini sangat terbatas sekali. Setelh buka sana sini mencari referensi, peribahasa yang ditemukan hanya satu saja.

Tadinya kepikiran untuk tidak menulisnya, namun sudah terlanjur, lagian tidak jadi masalah hanya satu atau dua juaga, yang penting dapat melengkapi koleksi tulisan tentang peribahasa.

Sebelum kita lebih jauh membahas peribahasa tentang unta, aku mau ngasih sedikit gambaran seperti apa unta itu. Yuk simak hingga beres ya.

Apa Itu Unta?

Unta atau unta adalah sebuah hewan yang identik dengan daerah gurun, maka tidak heran mereka banyak menghuni daerah-daerah di Timur Tengah, seperti;

  • Arab Saudi
  • Qatar
  • Oman
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
  • Bahrain
  • Dll

Hewan ini memiliki ukuran yang besar dengan leher panjang menjuntai. Terdapat fakta unik tentang mereka, seperti mereka mampu bertahan pada cuaca ekstrim, mampu menyimpan minuman dlam tubuhnya, serta mampu melakukan perjalanan dengan sangat jauh.

Jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), unta merupakan hewan berkuku belah, berleher panjang dan memiliki punduk.

Bagai Unta Menyerahkan Diri

Artinya ialah amat patuh menuruti perintah.

Dari sini kita dapat menyimpulkan, bahwa peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang senantiasa patuh. Bisa jadi loyalitas terhadap, atasan, majikan atau yang lainnya. Hal yang sudah pasti mereka memiliki kepatuhan yang sangat tinggi.

Menjadi seorang yang patuh tidaklah mudah, bagaimana hari ini kita melihat, tidak sedikit orang yang tidak patuh terhadap atasan mereka, bahkan lebih parahnya lagi berani berkhianat.

Loyalitas dan kepatuhan tidak bisa dilihat sesaat, tapi memerlukan waktu yang cukup panjang, artinya tidak sebentar. Kita baru bisa menilainya setelah berjalan sekian lama.

Tidak sedikit juga kepatuhan muncul karena berbagi faktor. dalam profesionalisme, kepatuhan menjadi tuntutan dan kehararusan dalam bekerja.

Seseorang dengan loyalitas tinggi biasanya sangat disukai, karena orang lain akan merasa nyaman saat melakukan segala sesuatu dengannya.


Pemaparan dari peribahasa di atas murni dibuat oleh penulis berdasarkan atas pandangan dan pemahamannya, semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com