Puisi Kontemporer

  • 3 min read
  • Sep 14, 2020
tanda petik
Kalila Mika
Latest posts by Kalila Mika (see all)

Puisi Kontemporer – Setelah dalam postingan sebelumnya kita membahas mengenai puisi baru dan puisi lama, rasanya belum sempurna apabila kita melewatkan puisi yang satu ini.

Yapp puisi kontemporer, tentunya puisi satu ini memiliki hal beberapa perbedaan dan ke-khasanya tersendiri. Untuk itu mari kita bahas langsung.

Video penjelasan mengenai puisi kontemporer;

Pengertian Puisi Kontemporer

Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Secara harfiah kontemporer artinya terkini.

Maka dapat disimpulkan puisi kontemporer itu jenis puisi yang memiliki kebebasan berekspresi, bebas membuat dan membentuk kata baru meskipun kata yang digunakan tidak dikenal sebelumnya.

Tidak terikat oleh baris, bentuk ataupun rima. Tujuan dari puisi ini adalah untuk menyampaikan tujuan dan gagasan.

Ciri-ciri Puisi Kontemporer

ciri ciri puisi kontemporer
  • Tipografi atau bentuk tulisannya unik
  • Menggunakan idiom yang tidak lazim atau inkonvensional
  • Memperhatikan kemerduan bunyi
  • Terjadi kemacetan bunyi karena terkadang hanya berupa tanda yang disejajarkan bahkan tidak bisa dibaca atau sulit dipahami
  • kadang mencampurkan berbagai bahasa
  • Menggunakan gaya bahasa paralelisme dikombinasikan dengan gaya bahasa hiperbola

Jenis-jenis Puisi Kontemporer

Puisi Mantra

Puisi mantra yaitu puisi yang berkaitan dengan salah satu jenis pusi lama yaitu mantra. Puisi ini pertama kali dikenalkan oleh Sutardji Calzoum Bachri

Ciri-ciri: Memberikan efek kemanjuran, menghubungkan dengan dunia mistis

Contoh Puisi Mantra

Shang Hai
Ping di atas pong
Pong di atas ping
Ping-ping bilang pong
Pong-pong bilang ping
Mau pong? bilang ping
Mau mau bilang pong
Mau ping? bilang pong
Mau mau bilang ping
Ya pong ya ping
Ya ping ya pong
Tak ya pong tak ya ping
Ya tak ping ya tak pong
Ku tak punya ping
Pinggir ping ku mau pong
Tak-tak bilang ping
Pinggir pong ku mau ping
Tak-tak bilang pong
Sembilu jarakmu merancap nyaring

Puisi Mbeling

Puisi mbeling berasal dari Jawa artinya nakal atau sulit diatur dan ternyata sesuai dengan ciri puisi ini. Puisi ini tidak mengikuti aturan.

Ciri-ciri: Berisi kritik sosial untuk pemerintahan, menyindir penyair puisi jenis lain, Mengutamakan unsur kelakar tanpa ada unsur tersirat.

Contoh Puisi Mbeling

Potret
(Remy Sylado)

Anak-anak berlari-lari, lalu
Bernyanyi, “Ambilkan bintang, Bu!” setelah itu
Berkata, “Pak,’bu, minta uangnya.”

Semua terdiam tak memperhatikan

“Lapar, belum makan,” wajah memelas

100, 200, 500, 1000 rupiah
Senyumlah sang anak, ia pergi
Berlari bernyanyi kembali
Potret bangsa sore ini

Puisi Konkret

Puisi Konkret yaitu sebuah puisi kontemporer yang menitikberatkan pada tampilan grafis susunan kata yang bisa menyerupai gambar tertentu atau tipografi.

Contoh Puisi Konkret

DOA PERAHU
(Ismed Natsir, 1974)

tuhanku
beritahu
kini

ke manakah
harus
kupergi

ke muara
menyongsong
laut
biru

ataukah
melawan
arus
menuju
hulu

Atau puisi yang sudah lazim yaitu puisi karya Sutardji Calzoum Bachri berjudul Tragedi Winka & Sihka.

Puisi Tanpa Kata

Puisi tanpa kata yaitu puisi yang tidak menggunakan kata untuk mengungkapkan ekspresinya, namun menggunakan tanda baca, garis, huruf atau symbol tertentu.

Contoh Puisi Tanpa Kata

Pupus
(Abdul Malik)

“ “
? ?
?
X

Penjelasan:

Tanda petik yang di dalamnya tidak ada tulisan apapun menandakan kekosongan hati si penulis. Dua tanda Tanya pada baris kedua menandakan kebimbangan hati ketika ada seorang wanita yang memberika harapan.

Satu tanda Tanya pada bais ketiga menandakan ketidakpastian harapan yang diberikan oleh seorang wanita yang memberi harapan.

Huruf X menandakan cinta yang tak berbalas atau pupus

Puisi Mini

Puisi mini yaitu puisi yang sangat minim sekali dalam penggunaan kata, namun dilengkapi dengan symbol berupa huruf, garis atau tanda baca.

Contoh Puisi Mini Kata

COMMUNICATION GAP
Oleh :(Remy Sylado)

Ya
TUHAN
Tuhan Tuhan Tuhan
Tuhan
Tu
Han
Tu
Han
Tu
Hantu
Hantu Hantu
Hantu Hantu Hantu
HANTU
Ay

Puisi Kontenporer: Puisi Multi Lingual

Puisi multi lingual yaitu puisi yang menggunakan kata atau kalimat dalam berbagai bahasa.

Contoh Puisi Multi Lingual

KAKI
Oleh : (Ibrahim Sattah)

ada kaki kaki kau ada kuku kuku kau
ada katak katak kau ada kuda kuda kau ada kuli
kuli kau
tokkek
kuku kuli kuku kau kaki kuli kaki kau
kaki kuda kaki kau kuku kuda kuku
kau
kuku katak kuku kau
kaki katak kaki
kau
tokkek
kaki ke kanan jauh ke depan jauh ke matahari
mendaki kekiri ke
punca ke mana
kaki ka pai ka ma katamu kataku kaki ka pai lai
kaki ka pai ka ma katamu kataku
kaki ka pai kini
kaki ka pai ka ma katamu
kataku kaki
ka pai
juo
kaki ke mana kita katamu kataku diamlah kau
kaki kau kaki katak kuku katak kuku kau
kuku kuda kuku kau kaki kuda kaki
kau
kaki kuli kaki kau kuku kuli kuku
kau
tokkek
sebut sekian kaki satu sekian kaki kau
sebut sekian kali kali sekian kaki
kau
sebut sekian depa berapa rimba ke kau
sebut sekian dupa berapa mantera ke
kau
sebut sekian kata
berapa doa ke
kau
sebut sebanyak rumput sebut sebanyak mulut
tumpahkan tuak
biar bijak
jejak ke
kau
ke mana kita katamu
kataku diamlah
kau

Puisi Supra Kata

Puisi sapra kata yaitu puisi yang menggunakan kata-kata konvensional. Aspek bunyi dan ritme merupakan hal yang paling ditonjolkan.Puisi ini mirip dengan puisi mantra karena dapat merangsang timbulnya suasana magis.

Contoh Puisi Supra Kata

EPISAUPI
(Sutardji Calzoum Bachri)

Sepisau luka sepisau duri
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisapanya sepikau sepi
Sepisaupa sepisaupoi
Sepikul diri keranjang duri
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisauNya ke dalam nyanyi

Puisi Kontemporer: Puisi Idiom Baru

Puisi idiom baru yaitu puisi yang mengandung kata yang digunakan diungkapkan dengan cara baru sehingga mengandung nyawa baru.

Contoh Puisi Baru

Berikut ini merupakan contoh puisi baru;

TAPI
(Sutardji Calzoum Bachri)

aku bawakan bunga padamu
tapi
Kau bilang masih aku bawakan resah padamu
tapi
kau bilang hanya aku bawakan darahku padamu
tapi
kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku
padamu
tapi
kau bilang meski
aku bawakan dukaku
padamu
tapi
kau bilang tapi
aku bawakan mayatku
padamu
tapi
kau bilang hampir
aku bawakan arwahku
tapi
kau bilang kalau
tanpa apa aku datang
padamu.

Nah, itulah pengertian, jenis-jenis puisi kontemporer beserta contohnya. Semakin berkembangnya zaman pasti sastra atau pun suatu karya akan berubah pula. Semoga bermanfaat. Jangan lupa kasih komentar ya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com