Rumah Adat Batak

  • 4 min read
  • Mei 12, 2020
rumah adat batak
Ricad Mulyana
Latest posts by Ricad Mulyana (see all)

guratgarut.com – Tak heran jika Rumah adat Batak memiliki beragam jenis dan keunikanya masing-masing. Karena Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia, Suku Batak memiliki beragam suku, diantaranya :

  • Toba
  • Karo
  • Pakpak
  • Simalungun
  • Angkola
  • Mandailing

Rumah adat Bolon merupakan rumah adat yang paling terkenal dibandingkan dengan rumah adat yang lain.

Walaupun begitu rumah adat ini sudah sangat sulit ditemukan dan jumlah nya hanya sedikit.

Lama kelamaan salah satu budaya Indonesia ini akan punah jika tidak dilestarikan.

Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Batak

rumah dat batak
Sumber: notepam.com

Pada umumnya rumah adat Batak merupakan rumah yang mempunyai model rumah panggung dengan bentuk persegi panjang.

Namun rumah adat ini bukan hanya sekedar rumah untuk tempat tinggal dan istirahat saja, melainkan terdapat nilai-nilai filosofis di dalamnya.

Rumah adat ini berperan sebagai pedoman hidup bagi masyarakat setempat seperti pergaulan antar individu.

Rumah adat Batak juga berperan sebagai salah satu bentuk cagar budaya yang menjadi sarana atau wadah pelestarian budaya bagi masyarakat Batak yang akan diwariskan ke generasi selanjutnya.


Baca Juga: Rumah Adat Sulawesi Selatan


Bagian-Bagian Pada Rumah Adat Batak

rumah khas batak
Sumber: borneochanel.com

Setiap bagian pada rumah adat memiliki fungsi dan keunikanya masing-masing seperti halnya rumah adat di daerah lain.

Pada umumnya rumah adat ini terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu;

  • Bawah
  • Tengah
  • Atas.

Pada Bagian bawah yang seringkali disebut dengan sebutan Tombara yang terdiri dari pondasi yang terbuat dari bahan batu, dan pasak yang tertusuk pada tiang, dan juga tangga yang disebut dengan Balatuk. Bagian ini berfungsi sebagai tempat memelihara hewan ternak.

Pada bagian tengah yang disebut dengan Tonga yang terdiri dari dinding depan, samping, dan juga belakang. Bagian ini berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian untuk seluruh anggota keluarga.

Bagian terakhir adalah bagian atas yang terdiri dari atap, dibawah atap terdapat urur, dan di atas urur membentang lais.

Bagian ini juga berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda keramat.

2. Jenis Rumah Adat Batak

Setiap rumah adat yang dimiliki oleh Suku Batak memiliki ragam rumah adat yang berbeda antara suku satu dengan yang lainya.

Berikut adalah jenis rumah adat suku Batak, diantaranya :

NoNama Rumah Adat Batak
1Rumah adat balon
2Rumah adat toba
3Rumah adat karo
4Rumah adat simalungun
5Rumah adat pakpak

a. Rumah Adat Bolon

rumah balon
Sumber: harapanrakyatonline.com

Rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar dan jumlah nya hanya sedikit.

Pada satu kampung atau huta hanya terdapat 1 buah rumah saja. Karena pembangunan rumah ini membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Rumah adat Bolon seringkali disebut juga “Rumah Gorga”. Gorga adalah sebutan lain dari ukiran atau ornamen yang terdapat pada rumah ini.

Terdapat beberapa ornamen atau ukiran yang dimiliki oleh rumah adat Bolon dengan bentuk ular, cicak, dan kerbau. Ornamen ini biasanya terletak pada dinding rumah.

Ornamen yang terdapat pada rumah Gorga berfungsi sebagai penolak bala, penyakit, dan marabahaya.

b. Rumah Adat Toba

rumah adat toba
Sumber: tourtoba.com

Terdapat 3-4 keluarga yang mendiami rumah adat satu ini, karena ukuran rumah adat Toba memiliki ukuran yang relatif besar.

Keluarga yang mendiami rumah ini masih memiliki hubungan darah pada setiap keluarga dengan keluarga yang lain.

Rumah ini memiliki bentuk rumah panggung dan mempunyai kolong bawah rumah yang dapat difungsikan sebagai kandang untuk hewan ternak atau peliharaan.

Rumah ini tidak mempunyai pembatas atau sekat pada ruanganya. Terdapat bagian-bagian ruangan pada rumah adat Toba, diantaranya :

  • Jabu bona
  • Jabu soding
  • Jabu suhat
  • Jabu tonga-tonga
  • Jabu tampar piring

c. Rumah Adat Karo

rumah adat karo
Sumber: triptrus.com

Berbeda dengan rumah adat yang lain, rumah adat Karo bisa dibilang rumah adat yang cukup megah.

Memiliki atap rumah yang menggambarkan status sosial berdasarakan pada ukuran dan susunan atap yang dimilikinya.

Rumah ini memiliki julukan Siwaluh Jabu yang memiliki makna bahwa rumah ini bisa ditempati oleh delapan keluarga.

Proses pembangunan rumah adat ini cukup panjang dan rumit, karena harus melalui proses ritual dan pemilihan bahan material bangunan tidak boleh sembarangan.

Salah satunya ialah proses pemilihan kayu yang harus di do’akan terlebih dahulu.

Ada tiga jenis kayu yang boleh digunakan, diantaranya :

  1. Kayu ndrasi. Diyakini mampu menjauhkan penyakit pada penghuni rumah atau keluarga.
  2. Kayu ambartuah. Yang memiliki makna agar pemilik rumah mendapatkan tuah atau kesejahteraan.
  3. Kayu sebernaik. Yang diyakini dapat mempermudah rezeki.

Rumah adat Karo dapat menampung hingga 12 keluarga yang berbaris pada lorong utama rumah ini.

Adapun pembagian rumah ini ialah jabu bena kayu, jabu sedapur bena kayu, jabu sedapur ujung kayu, jabu lepan bena kayu, jabu sedapur lepan bena kayu, jabu lepan ujung kayu, dan jabu sedapur lepan ujung kayu.

d. Rumah Adat Simalungun

rumah adat simalungun
Sumber: jaai.or.id

Rumah adat Simalungun memiliki ornamen atau ukiran pada rumah dan digambar menggunakan warna merah, putih, dan hitam.

Rumah ini memiliki bentuk rumah panggung yang berbentuk persegi panjang, yang dilengkapi dengan dua pintu pada bagian depan dan belakang.

Rumah ini memiliki tangga yang berjumlah ganjil pada anak tangganya. Pada bagian atap terbuat dari ijuk ataupun daun rumbia.

Pintu rumah ini memiliki ukuran yang dapat dibilang rendah, sehingga untuk memasuki rumah harus menundukan kepala. Terdapat filosofi yang bertujuan untuk setiap orang yang masuk harus menghormati tuan rumah.

Pembangunan rumah adat Simalungun tidak menggunakan paku, melainkan hanya menggunakan pasak yang diikat menggunakan tali.

e. Rumah Adat Pakpak

rumah adat pakpak
Sumber: kamisukabatak.blogspot.com

Rumah adat yang dimiliki oleh Suku Batak Pakpak ini memiliki bentuk bubungan atap melengkung.

Terdapat dua buah tiang yang besar pada bagian depan rumah yang melambangkan kerukunan rumah tangga antara suami dan istri.

Atap melengkung ini memiliki arti filosofi yaitu berani memikul resiko yang berat untuk mempertahankan adat istiadat.

Balok besar yang melekat pada bagian muka rumah disebut dengan istilah melmellon yang memiliki arti persatuan dan kesatuan dalam segala bidang dengan melalui musyawarah atau gotong royong.


Baca Juga: Rumah Adat Sulawesi Utara


Penutup

Nama dan jenis dari rumah adat Batak begitu beragam, setidaknya seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Selain menjadi ciri khas, rumah adat menjadi budaya leluhur yang akan senantiasa mengingatkan kita dengan peradaban Indonesia di masa lalu.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan budaya, kita juga bisa melihat ini dari bagaimana uniknya rumah adat Sulawesi Barat.

***

Nah itu dia sedikit tentang rumah adat Batak, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com