rumah adat jawa barat
Rumah Adat

Rumah Adat Jawa Barat

guratgarut.com – Jawa Barat adalah sebuah wilayah yang terletak di bagian barat Pulau Jawa yang sering disebut juga dengan Tatar Sunda atau Tatar Pasundan. Masyarakat Jawa Barat di kenal sebagai masyarakat yang agamis dan dekat dengan alam, salah satu perwujudan tersebut terlihat dari rumah adat Jawa Barat atau Sunda tersebut.

Selain tempat bernaung dan berlindung dari hujan dan terik matahari, rumah adat juga adalah sebagai perwujudan budaya dan tradisi dari suatu wilayah, suku, ataupun ras itu sendiri.

Seperti hal nya rumah adat yang lain, rumah adat Jawa Barat memiliki bentuk, ciri khas, filosofi pada setiap arsitektur, dan memiliki beberapa jenis rumah adat.

Bentuk Rumah Adat Jawa Barat (Arsitektur)

bnetuk rumah adat jawa barat
Sumber: youtube.com

Pada umumnya rumah adat Sunda memiliki bentuk yang disebut rumah panggung dikarenakan memiliki posisi rumah di atas permukaan tanah. Tumpuan yang digunakan berupa batu dan ditopang oleh beberapa pondasi dengan ketinggian sekitar 40 s/d 60 cm.

Pondasi tumpuan yang digunakan mempunyai beberapa nama yaitu wadasan, titinggi, umpak, atau tatapakan.

Rumah adat Jawa barat biasanya terbagi menjadi 3 bagian ruang beserta fungsinya, yaitu :

1. Hareup Imah atau Depan Rumah

Pada dasarnya rumah adat jawa barat untuk menyambut tamu itu dilakukan di bagian hareup atau depan rumah yang disebut dengan emper tidak memiliki furnitur atau perabot seperti sofa dan kursi, jadi para tamu dan lelaki pemilik rumah duduk di lantai atau menggunakan tikar/samak yang digelar.

Jadi, ini adalah sebuah bentuk penghormatan pada tamu dan mencegah tamu masuk ke dalam dimana ada wanita di rumah tersebut.

Tetapi sekarang beberapa rumah adat telah melengkapi teras atau emper dengan menggunakan kursi dan meja untuk menjamu tamu.

2. Tengah Imah atau Tengah Rumah

Sama halnya dengan rumah moderen bagian ini berfungsi sebagai tempat istirahat atau tidur dan juga berfungsi sebagai ruang keluarga yang dipisahkan dengan dinding yang terbuat dari bilik atau anyaman bambu.

Bagian rumah ini adalah tempat dimana anggota keluarga berkumpul dan bercengkrama seperti hal nya rumah moderen.

3. Tukang Imah atau Belakang Rumah

Bagian ini adalah bagian dimana hanya wanita ataupun tamu wanita yang dapat masuk, lelaki tidak diperuntukan di bagian rumah ini kecuali hanya pada keadaan darurat saja.

Bagian rumah ini memiliki fungsi sebagai dapur tempat memasak untuk para penghuni rumah.

Biasanya rumah adat jawa barat memiliki peralatan / perapian untuk memasak yang disebut dengan hawu.

Ciri Khas Rumah Adat Jawa Barat

itb, rumah adat jawa barat
Sumber: gedubar.com

Setiap rumah adat memiliki ciri khas atau keunikanya tersendiri, hal ini pun berlaku untuk rumah adat Jawa Barat. Berikut merupakan beberapa ciri khas rumah adat Jawa Barat :

1. Pondasi

Bagian pondasi pada rumah adat Jawa Barat umumnya memiliki pondasi yang diletakan dibawah sudut rumah.

Konsep rumah panggung ini memiliki ketinggian 0,5 – 1 meter diatas permukaan tanah. Fungsinya adalah untuk meminimalisir / negasi terjadinya kerusakan apabila terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan banjir.

Selain fungsi diatas, kolong pada rumah panggung biasanya digunakan untuk memelihara peliharaan ternak seperti ayam ataupun digunakan untuk menyimpan perkakas atau peralatan tani dan juga digunakan untuk menyimpan stok kayu bakar yang biasanya disebut suluh.

2. Posisi Bangunan / Tata Letak

Untuk posisis atau tata letak bangunan suku sunda sebagai penduduk dominan di Jawa Barat mempunyai sebuah filosofi atau kepercayaan orang sunda, yaitu arah matarahi terbit adalah arah yang baik untuk mentukan posisi rumah karena mengingatkan kita pada arah kiblat sesuai dengan arah matahari terbenam.

Oleh sebab itu sebuah rumah tidak boleh dihadapkan selain barat dan timur, letak atau posisi rumah juga harus menyesuaikan satu dengan yang lainya di kampung atau daerah tersebut agar tersusun rapi.

3. Plafon

Plafon rumah dibuat dari susunan bambu dan kerangka utamanya  terbuat dari bambu utuh dan didesain untuk penyimpanan beberapa barang, dan ditutup dengan menggunakan pelupuh.

4. Lantai

Lantai rumah adat sunda sangat unik dengan menggunakan bambu yang dibelah, yang tujuan nya untuk menciptakan sirkulasi udara yang dapat keluar masuk melalu kolong rumah. Masyarakat sunda biasanya menyebut bambu itu dengan sebutan pelupuh.

5. Dinding

Pada bagian dinding, rumah adat Jawa Barat terbuat dari anyaman bambu yang biasa juga disebut bilik memiliki lubang kecil pada polanya yang bertujuan untuk sirkulasi udara agar suhu di dalam ruangan tidak terlalu panas.

Jenis Rumah Adat Jawa Barat

jenis rumah adat jawa barat
Sumber: pewartanusantara.com

Jenis rumah adat Jawa Barat cukup beragam dibandingkan rumah adat Banten atau daerah lain, berikut jenis-jenis nya :

  • Rumah Adat Perahu Kemureb
  • Rumah Adat Jolopong
  • Rumah Adat Julang Ngapak
  • Rumah Adat Capit Gunting
  • Rumah Adat Badak Heuay
  • Rumah Adat Kasepuhan Cirebon
  • Rumah Adat Tagog Anjing

Berikut penjelasan singkat dari masing-masing jenis rumah adat Sunda di atas.

1. Rumah Adat Parahu Kemureb

rumah adat perahu kumereb
Sumber: budayajawa.id

Rumah adat Sunda ini, apabila kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “perahu tengkurep”.

Nama ini sesuai dengan bentuk rumah yang menyerupai perahu tengkurep, dimana bagian atap rumah seperti bagian bawah perahu.

Rumah adat ini terbagi ke dalam beberapa bagian, untuk bagian utamanya, yaitu bagian depan dan belakang. Sementara untuk bagian tambahan ialah yang terdapat pada sisi kanan dan kirinya.

Meskipun memiliki desain yang sangat unik dan klasik, imah perahu kumereb sudah jarang digunakan, selain mudah mengalami kebocoran pada bagian atap, seiring perkembangannya, masyarakat Sunda lebih memilih rumah permanen.

Hanya sedikit masyarakat Sunda yang masih bertahan menggunakan rumah adat kumereb ini, salah satunya ialah beberapa masyarakat yang tinggal di daerah Ciamis.

2. Rumah adat Jolopong

Rumah adat Jolopong
Sumber: andisutardisunarya.wordpress.com

Rumah adat atau imah jolopong adalah desain rumah yang paling populer bagi masyarakat Sunda, khususnya di Jawa Barat.

Hampir setiap daerah di Jawa Barat, masyarakatnya menggunakan desain jolopong. Entah apa yang melatar belakangi hal ini.

Beberapa asumsi yang dapat kita sampaikan diantaranya, bentuk rumah adat jolopong ini lebih simple serta tidak kalah kokoh dengan rumah adat lain.

Jolopong sendiri memiliki arti terkulai atau tergeletak, hal ini terlihat dari bagian atas yang berbentuk lurus.

Rumah adat ini akan dengan mudah kita temukan di daerah Priangan Timur, seperti;

  • Garut
  • Tasikmalaya
  • Ciamis
  • Banjar

Akan tetapi dari daerah-daerah Priangan tersebut, Kabupaten Garut menjadi daerah yang menggunakan rumah adat jolopong paling banyak.

Selain simple dan kokoh, rumah adat Sunda Jolopong ini lebih hemat dalam penggunaan bahan materialnya.

3. Rumah Adat Julang Ngapak

rumah adat julang ngapak
Sumber: gudebbar.com

Imah julang ngapak merupakan rumah adat Suku Sunda yang banyak digunakan oleh masyarakat Tasikmalaya.

Rumah adat ini memiliki bentuk atap menyerupai sayap burung dengan material yang digunakan injuk, rumbia ataupun alang-alang yang diikat menjadi satu, kemudian ditempelkan dengan kerangka pada bagian atap rumah.

Bentuk atau arsitektur dari julang ngapak sangat artistik, rapih dengan bentuk atap yang sangat indah.

Kemudian yang tidak kalah unik dan menarik, rumah adat julang nagapak memliki cagak gunting disetiap ujung atapnya, baik pada bagian depan ataupun belakang.

4. Rumah Adat Capit Gunting

Rumah Adat Capit Gunting
Sumber: andirustandisunarya.wordpress.com

Barangkali banyak sekali orang yang penasaran dengan rumah adat Sunda satu ini, sebab sudah sangat susah untuk kita temui.

Konon katanya nama capit gunting diambil dari bentuk (arsitektur) atap, atau dalam Bahasa Sunda dikenal dengan susuhunan.

Bentuk susuhunan dari jenis rumah adat Sunda ini menyerupai seperti gunting pakaian. Dimana pada bagian ujung atap, baik atas dan depan memiliki bentuk kayu yang menyilang.

Apabila kita terjemahkan, capit memiliki arti suatu barang yang dijepitkan, sedangkan gunting pisau menyilang.

5. Rumah Adat Badak Heuay

Rumah Adat Badak Heuay
Sumber: budayajawa.id

Imah badak heuay adalah jenis rumah adat Suku Sunda yang masih sangat mudah kita jumpai, diberbagai daerah di Jawa Barat secara umum masih digunakan sebagai hunian, sebagai contoh di Sukabumi dan Cianjur.

Badak heuay apabila kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti badak menguap.

Tidak ada informasi secara jelas mengenai sejarah rumah adat Suku Sunda ini secara pasti, tapi yang jelas hingga saat ini bentuknya masih eksis di masyarakat Sunda.

Nama rumah adat Sunda ini konon katanya diambil dari bentuk atap, apabila kita perhatikan dengan saksama memiliki bentuk bagian atap yang melewati bagian depan dan belakang.

Artinya atap rumah adat Sunda ini melewati bangunan atau menjulur, baik bagian belakang ataupun bagian depannya.

6. Rumah Adat Kasepuhan Cirebon

Rumah Adat Kasepuhan Cirebon
Sumber: alidesains.blogspot.com

Sesuai namanya rumah adat ini terdapat di daerah Cirebon, barangkali banyak juga masyarakat Sunda yang tidak familiar dengan nama rumah adat Sunda ini.

Rumah adat kasepuhan sendiri berawal dari keraton yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana pada tahun 1529.

Pangeran Cakrabuana sendiri merupakan putra dari Prabu Siliwangi yang berasal dari Kerajaan Padjadjaran.

Menurut saya rumah yang diklaim sebagai jenis dari rumah adat Jawa Barat ini memiliki bentuk yang menyerupai dengan joglo yang kita kenal sebagai rumah adat Jawa Tengah.

Adapun beberapa bagian yang dapat kita temukan pada rumah adat kasepuhan adalah sebagai berikut.

  • Pintu atau gerbang utama, rumah adat kasepuhan memiliki 2 pintu utama, terletak bi bagian selatan dan utara.
  • Bangunan pancaratna, bangunan ini digunakan sebagai tempat para pembesar atau tokok masyarakat bertemu dan berkumpul.
  • Bangunan pangrawit, bangunan ini menghadap ke sebelah utara dan berada di pinggir komplek.

7. Rumah Adat Tagog Anjing

Rumah Adat Tagog Anjing
Sumber: budayajawa.id

Rumah adat tagog anjing adalah rumah adat jenis panggung, memiliki arsitektur atau bentuk mnyerupai anjing yang sedang duduk.

Sedangkan untuk bagian atap terdiri dari 2 belah sisi, apabila disatukan dan ditarik garis lurus pada bagian ujungnya, maka akan menyerupai bentuk segitiga.

Setiap pintu atau jendela memiliki atap yang berbeda dengan atap rumah yang utama, atap tersebut dikenal dengan nama sorodoy.

Atap tambahan atau sorodoy memiliki fungsi yang penting, ialah sebagai peneduh bagian pintu teras atau jendela.

Meskipun rumah adat Sunda dengan jenis tagog anjing ini sudah sulit kita temukan, akan tetapi terdapat beberapa rumah makan, hotel atau penginapan yang menerapkan arsitektur tagog anjing.

***

Demikian tulisan mengenai rumah adat Sunda atau rumah adat Provinsi Jawa Barat, dari 7 jenis rumah adat tersebut, rumah adat manakah yang kalian pernah jumpai secara langsung?

 

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *