Rumah Adat Madura

  • 4 min read
  • Mei 11, 2020
rumah adat madura, rumah adat tanean lanjhang
Ricad Mulyana
Latest posts by Ricad Mulyana (see all)

guratgarut.com – Pulau Madura atau seringkali disebut dengan pulau garam memiliki masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan kekerabatan yang sangat tinggi. Salah satu pencerminan tersebut ialah pada rumah adat Madura yang disebut dengan Tanean Lanjhang.

Tanean lanjhang bukan sekedar satu rumah saja, melainkan pemukiman atau kumpulan rumah yang terikat dengan asas kekeluargaan. Letaknya sangat berdekatan yang hanya dibatasi oleh pekarangan atau galengan.

Tanean Lanjhang memiliki arti sebagai “Halaman Panjang” dikarenakan pola struktur bangunan nya memang memanjang.

Seperti rumah adat yang lain, rumah adat Madura ini memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Semua itu akan di bahas dalam artikel ini.

Baca Juga: Rumah adat Riau

Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang

rumah adat madura
Sumber: imujio.com

Tanean Lanjhang adalah Pemukiman atau kompleks tradisional masyarakat madura yang terdiri dari 2 sampai 10 rumah pada setiap kelompoknya.

Satu Pemukiman ini memang hanya di huni oleh satu keturunan keluarga dimulai dari orang tua, anak, cucu, sampai cicit.

Pemukiman ini biasanya dibangun berada dekat dengan lahan garapan, ladang, sawah, sungai, dan jalan.

Sebagai pembatas, kompleks rumah hanya dibatasi oleh pagar tanaman hidup atau galengan (tanah yang ditinggikan), sehingga terpisah dari lahan garapan.

1. Material Bangunan Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang

Tanean Lanjhang pada umumnya dibangun dengan menggunakan bahan material yang tersedia dari alam. Namun seiring dengan berkembangnya zaman masyarakat menggunakan bahan material modern.

Pada bagian lantai rumah ini hanya menggunakan alas tanah atau plesteran semen.

Ketinggian yang digunakan sekitar 40 cm diatas permukaan tanah sekitar, yang berfungsi untuk menghindari merembesnya air ke permukaan lantai dalam rumah jika terjadi hujan.

Namun ada juga yang menambahkan keramik sebagai bahan dasar pembuatan lantai.

Dinding dan rangka pada rumah ini menggunakan bahan material kayu yang sudah dibentuk.

Kerangka dindingnya terbentuk dari balok kayu, dindingnya terbuat dari papan, dan untuk kerangka atap nya menggunakan material bambu yang sudah kering dan dipotong kecil memanjang.

Pada bagian atap rumah ini menggunakan genteng tanah, daun nipah, atau alang-alang. Semua bahan itu tergantung pada kemampuan ekonomi pemiliki rumah yang akan membangun rumah tersebut.

Atap rumah adat Madura mempunyai beberapa desain yang digunakan, antara lain :

  • Pacenan, merupakan desain atap yang mempunyai hiasan berupa ekor atau tanduk pada bagian bubungannya seperti pada bangunan rumah Cina.
  • Jadrih, memiliki dua buah bubungan pada atapnya
  • Trompesan, memiliki desain atap yang dibagi menjadi tiga patahan, tergantung pada lebarnya rumah.

2. Proses Terbentuknya Pola Pemukiman Rumah Adat Tanean Lanjhang

Pemukiman rumah adat Madura tanean lanjhang mempunyai proses yang diawali dengan sebuah rumah induk yang disebut dengan “tonghuh“.

Tonghuh adalah sebuah rumah cikal bakal atau leluhur suatu keluarga. Orang tua diwajibkan membangun rumah bagi anaknya yang sudah berumah tangga, khususnya bagi anak perempuan dan diletakan disebelah timur. Proses ini terus berlanjut dari masa kemasa.

Kepala keluarga, sepuh, atau tetua di dalam lingkungan rumah ini disebut dengan kepala Somah. Tonghuh sebagai tempat tinggal Somah dibagian atapnya memiliki hiasan berupa 2 jengger ayam yang berhadapan seperti batu nisan.

Apabila susunan rumah sudah terlalu panjang, maka susunan rumah akan diubah menjadi susunan yang berhadapan.

Urutan susunan rumah tetap dimulai dari ujung barat sampai ujung timur. Posisi tonghuh akan tetap berada di posisi di ujung barat setelah bangunan langgar.

Susunan rumah tersebut selalu berorientasi dari utara ke selatan. Halaman di tengah inilah yang disebut dengan tanean lanjang.

3. Susunan Pola Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang

Rumah Adat Madura ini memiliki konsep susunan rumah yang berdasarkan pada hierarki dalam keluarga. Konsep ini yang membuat ikatan kekeluargaan menjadi sangat erat.

Namun hubungan antar kelompok sangat renggang dikarenakan pemukiman rumah adat ini tersebar dan terpisah. Semua itu menyebabkan ketergantungan keluarga hanya tertuju pada lahan masing-masing.

Barat – timur merupakan arah yang menunjukan kelompok rumah yang tersusun sesuai hierarki keluarga yang menunjukan urutan tua sampai muda.

Setiap satu lingkungan keluarga dilengkapi dengan lanjhang atau halaman, rumah utama, bangunan langgar atau masjid, kandang, dan dapur.

4. Bagian Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang

Tanean lanjhang mempunyai bagian-bagian penyusun utama pada pembuatan rumah adat ini.

Setiap bagian itu memiliki peran dan fungsi nya masing-masing. Bagian umum rumah adat Madura antara lain :

a. Tanean atau Halaman

Memiliki luas yang beragam dan berbentuk persegi panjang, namun umumnya memiliki luas sekitar 90 meter. Luas halaman ini ditentukan oleh seberapa banyak keluarga pada satu pemukiman di wilayah tersebut.

Halaman ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk menjemur hasil pertanian pada musim panen, acara keluarga seperti pernikahan, acara keagamaan, dan tempat untuk bermain anak.

b. Langgar

Langgar adalah sebutan lain untuk tempat ibadah, langgar adalah salah satu bangunan yang wajib dibangun di dalam masyarakat madura.

Ini menunjukan bahwa masyarakt madura adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama.

Letak ujung barat dalam islam memiliki arti menghadap ke arah kiblat.

Terletak di ujung barat, bangunan ini memiliki bentuk persegi yang memanjang kebelakang dengan ukuran sekitar 23,1 meter dan didalamnya terdapat alat perlengkapan untuk sholat dan sarana pendukung lainya seperti masjid-masjid pada umumnya.

Namun masyarakat madura juga menggunakan langgar sebagai tempat penyimpanan hasil bumi.

c. Rumah Utama

Memiliki bentuk persegi yang memanjang ke saming dengan ukuran sekitar lebar 6,6 meter dan panjang 11 meter, namun ukuran ini bukan patokan untuk membuat rumah, ukuran rumah di sesuaikan oleh pemilik tanean itu sendiri.

Bangunan ini memiliki fungsi sebagai tempat tinggal seperti rumah pada umumnya. Yang membedakaan pada rumah pada umumnya yaitu letak rumah yang menunjukan kedudukan sosial pada lingkungan tersebut.

d. Kandang

Bangunan ini memiliki bentuk persegi panjang dengan lebar 5,9 meter dan panjang 6,6 meter. Kandang ini memiliki fungsi sebagai tempat dimana pemiliki rumah menyimpan hewan ternak.

e. Dapur

Dapur ini umumnya memiliki ukuran 3,8 m x 6,6 m, namun ukuran ini bisa disesuaikan oleh pemiliki rumah. Memilki bentuk persegi panjang dan memanjang kebelakang.

Yang membedakan dapur ini dengan dapur pada umumnya, dapur pada rumah adat madura ini terspisah dengan rumah tempat tinggal dan digunakan oleh semua anggota keluarga secara bersamaan di lingkungan tersebut.

Baca Juga: Rumah adat Jawa Timur

Penutup

Rumah adat Madura adah sebuah rumah yang digunakan dan dipakai secara turun temurun dengan mengedepankan kekeluargaan dan persaudaraan.

Maka tidaklah heran apabila kita berkunjung ke Madura akan menemukan pemukiman yang salaing berdekatan dan berdempetan.

Dari filosofi rumah adat Madura ini kita dapat belajar banyak hal, terutama tenang nilai nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Jangan lewatkan juga tulisan menarik lainnya, salah satunya tentang rumah adat Bali yang unik dan mempesona.

***

Semoga tulisan ini menjadi ilmu, wawasan dan pengetahuan bagi pembaca sekalian. Apabila terdapat hal yang ingin disampaikan silakan berikan komentar di bawah.

Terimakasih!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com