Rumah Adat NTB

  • 4 min read
  • Agu 06, 2020
rumah adat ntb
Ricad Mulyana
Latest posts by Ricad Mulyana (see all)

Setidaknya terdapat 6 (enam) rumah adat NTB (Nusa Tenggara Barat) yang akan kami bahas pada artikel ini. Maing-masing pembahasan dilengkapi dengan penjelasan yang cukup untuk memberikan gambaran.


guratgarut.com – Sungguh luar biasa kita berada di negara Indonesia. Karena Indonesia terbagi kedalam suku dan budaya.

Salah satu ciri khas daerah yang ada di Indonesia yaitu Nusa Tenggara Barat adalah Rumah Adat. Seperti provonsi lainnya, NTB juga memiliki rumah adat ciri khas sendiri.

Dalam artikel kali ini saya akan membahas 6 rumah adat yang ada di provinsi Nusa Tnggara Barat (NTB). Inilah di penjelasannya;

Mengenal Rumah Adat Tradisional NTB (Nusa Tenggara Barat)

rumah adat ntb
Sumber: arsitur.com

Setidaknya terdapat 5 rumah adat atau tradisional yang terdapat di Nusa Tenggara Barat. Rumah adat ini berasal dari berbagai suku di NTB, setiap rumah mewakili masing-masing suku.

[su_table responsive=”yes”]

NoNama Rumah Adat NTB
1Rumah Adat Dalam Loka
2Rumah Adat Bale
3Rumah Adat Istana Sumbawa
4Rumah Adat Bale Lumbung
5Rumah Adat Bale Jajar
6Rumah Adat Berugaq Sekenam

[/su_table]

Berikut masing-masing pejelasannya.

1. Rumah Adat Dalam Loka

Rumah Adat Dalam Loka
Sumber: duniaindra.com

Yang paling terkenal dari rumah adat NTB adalah rumah Dalam Loka. Rumah ini sudah menjadi ciri khas rumah adat Nusa Tenggara Barat.

Di masa lalu para raja Sumbawa telah mendesain rumah adat ini dengan desain yang baik dan bagus. Jadi Rumah Dalam Loka adalah desain rumah adat asli yang didirkan oleh Raja Sumbawa.

Sumbawa adalah salah satu tempat yang begitu erat dengan agama islam. Sehinga, Rumah adat yang di buat di sananya pun lebih dekat ke berbau syariat Islam.

Apabila kita mengistilahkan Dalam Loka, maka memiliki arti Istana Dunia. Hal ini memang selaras dengan rumah adat yang dulu digunakan oleh raja sumbawa.

Dimana raja sumbawa tersebut menggunakan Rumah Adat Dalam Loka sebagai pusat pemerintahan raja dan kediaman raja.

Oleh karena itu, tidak heran apabila rumah adat tersebut di topang oleh 99 tiang dan memiliki ukuran yang besar.

Jumlah tiang ini diambil dari asmaul husna, yaitu 99 asmaul husna atau 99 tiang.
Tiang yang banyka itu bisa menopang rumah dengan sangat kuat.

Penopang tersebut terbagi dalam dua bagian yang disebut dengan bala rea [ graha besar]. Graha besar ini memiliki beberapa ruangan, diantarnya ;

  • Ruang Dalam (ada di timur), tempat ini memiliki 4 kamar yang disedikan unruk putri dan putra raja yang sudah menikah.
  • Ruang Dalam (ada di Barat dan Utara), kelambu pada ruangan ini dijadikan sekat. Adapaun bagian barat, maka difungsikan sebagai tempat shalat. Dan di bagian utara disediakan tempat tidur yang nyaman untuk dayan dan pemaisuri.
  • Lunyuk Mas (di Sebelah Lunyuk Agung). Tempat ini dikhususkan untuk istri meneteri, tempat pemaisuri, atau saat dilangsungan upacara adat maka digunakan untuk tempat staff.
  • Lunyuk Agung (ada di depan). Digunakan untuk musyawarah, tempat pertemuan dan resepsi.
  • Ruang Sidang (di belakang bala rea). Digunakan untuk tempat tidur dayang dan tempat sidang.
  • Kamar Mandi (berada di luar ruangan induk).
  • Bala Bulo, digunakan untu tempat bermain anak raja.
  • Di luar Istana. Terdapat lonceng istana, gapura, rumah jama, dan kebun istana.

2. Rumah Adat Bale

Rumah Adat Bale
Sumber: lombokmandalika.co.id

Salah satu suku yang ada di NTB, yaitu sasaka memiliki rumah adat yang dinamakn dengan Rumah Adat NTB Bale.

Letak rumah adat ini ada di dusun Sade, di desa Rembitan, Oujut, Lombok Tengah.
Kalau kita berangkat ke desa tersebut, maka akan kita lihat bahwa orang yang tinggal di desa Sade masih memegang erat tradisi dan kelestarian umah adat Bale tersebut.

Karena masyarakat begitu erat dengan rumah adat ini. maka sampai sekarang rumah adat NTB Bale masih terjaga dengan baik.

Suku sasak memiliki beberapa aturan dalam mendirikan rumah adat Bale. Yaitu pemilihan waktu saat mau mendirikan rumah.

Apabila orang yang membuat rumah bale tidak mengikuti aturan tersebut, maka diyakini akan mendapatkan nasib yang begitu buruk ketika ia tinggal di rumah tersebut.

3. Rumah Adat Istana Sumbawa

Rumah Adat Istana Sumbawa
Sumber: banyaminlakitan.wordpress.com

Pada masa kesultanan Muhammad Jalaludin Syah III, Istana Sumbawa mulai dikembangkan. Letak rumah adat ini berada di Kota Sumbawa.

Rumah ini didirikan untuk tempat tinggal raja dan untuk menyimpan barang-barang berharga yang dimiliki atau bisa juga untuk artefak kabupate Sumbawa.

4. Rumah Adat Bale Lumbung

Rumah Adat Bale Lumbung
Sumber: lombokwander.com

Rumah adat yang keemap adalah rumah adat Bale Lumbung. Rumah adat ini juga berasal dari suku Sasak.

Rumah adat ini memiliki bentuk yang begitu unit, dimana rumahnya berbentuk anggug. Dan bagian ujung atapnya melebar dan runcing.

Jarak antara atap dengan tanah adalah sekita 1,5 sampai2 meter. Sementara itu, ada sekita 1,5 sampai 3 meter diameter rumahnya.

Seperti halnya yang lain, rumah adat ini memiliki tujuan yang sama dengan rumah adat NTB. Bentuk rumah adat yang jadi panggung itu bertujuan untuk tidak mudah rusak saat terkena banjir. Dan juga untuk menghindari serangan hama seperti tikus.

5. Rumah Adat Bale Jajar

Rumah Adat Bale Jajar
Sumber: kalimat.id

Untuk rumah yang memiliki ekonomi menengah ke atas di suku sasak, maka mereka menggunakan rumah adat NTB Bale Jajar.

Rumah ini memiliki kesamaan dengan rumah tani. Akan tetapi rumah ini lebih besar dan luas daripada rumah tani.

Rumah adat ini memilikisatu serambi yang disebut dengan sesangkok dan dua delam bale.
Dalam rumah adat ini juga terdapat Sambi yang berfungsi untuk menyimpan makanan dan keperluan-keperluan rumahtangga lainnya.

Dan terakhir, bahwa di bagian belakang rumah ini dilengkapi sekenam dan di bagian depannya disediakan sekepat.

6. Rumah Adat Berugaq Sekenam

Rumah Adat Berugaq Sekenam
Sumber: kalimat.id

Berugaq sekenam adalah sebuh rumah adat yang digunakan untuk berkumpul keluarga dan mempelajari berbagai macam budaya.

Rumah ini keseluruhannya memiliki enam penyangga utama, yang mana menjadikan rumah kokoh berdiri.

Sedangkan untuk bentuk, rumah ini terbilang sangat sederhana, dengan atap yang digunakan ilalang dan tanpa menggunakan dinding.


Nah itulah dia 6 rumah adat NTB yang bisa saya bahas pada artikel kali ini. mudah-mudahan memberikan mmanfaat dan bisa menjadi wawasan baru.

Apabila ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan, bisa tulis dikolom komentar, atau hubungi kami melalui email [email protected].
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com