Rumah Adat Sulawesi Barat

  • 5 min read
  • Mei 14, 2020
rumah adat sulawesi barat
Ricad Mulyana
Latest posts by Ricad Mulyana (see all)

guratgarut.com – Rumah adat Sulawesi Barat disebut dengan nama rumah Boyang. Bagian atap dan teras rumah adat ini pada umumnya memiliki ukuran yang cukup besar dan luas.

Rumah adat suku Mandar ini memiliki model rumah berbentuk rumah panggung. Desain ini konon dibuat untuk menyesuaikan rumah dengan lingkungan sekitarnya.

Rumah Boyang memiliki gaya arsitektur cukup unik dan terbuat dari bahan dasar kayu sebagai bahan utama yang dominan. Rumah ini ditopang oleh tiang-tiang penyangga pada pondasi rumahnya.

Penasaran dengan keunikan dan makna filosofis yang terkandung pada rumah Boyang yang lain ? Yuk ! kita bahas satu per satu.

Mengenal Rumah Adat Sulawesi Barat

Rumah Adat Sulawesi Barat, Rumah Boyong
Sumber : dekoruma.com

Rumah Boyang merupakan rumah adat Sulawesi Barat yang digunakan sebagai tempat tinggal bagi Suku Mandar yang merupakan suku asli dari Sulawesi Barat.

Sekilas Terdapat kemiripan antara rumah adat Suku Mandar dengan rumah adat Sulawesi Selatan, khususnya Suku Bugis dan Makasar.

Meskipun demikian terdapat perbedaan di antara bangunan rumah adat pada suku-suku tersebut jika kita teliti lebih dalam.

Seperti ornamen atau ukiran, struktur rumah, pembagian ruangan, dan nilai folosofis yang terkandung pada bagian-bagian rumah Boyang.

Struktur dan Arsitektur Rumah Rumah Adat Sulawesi Barat

rumah khas sulawesi barat
Sumber: mapio.com

Rumah boyang memiliki struktur arsitektur berbentuk rumah panggung yang menggunakan material kayu dan ditopang oleh beberapa tiang yang berukuran cukup besar dengan tinggi 2 meter.

Terdapat batu sebagai pondasi pada rumah ini yang berfungsi sebagai tempat menancapkan tiang, agar tiang tidak mudah lapuk.

Rumah Boyang memiliki dua buah tangga yang terletak pada bagian depan dan belakang rumah. Memiliki jumlah tangga yang ganjil dan berjumlah antara 7 sampai 13 buah dan dilengkapi dengan pegangan di kedua sisi.

Dinding dan lantai rumah menggunakan papan sebagai bahan utamanya. Terdapat ukiran dan pahatan pada dinding rumah yang bermotif khas Suku Mandar. Terdapat juga jendela sebagai tempat sirkulasi udara agar suhu ruangan tetap terjaga.

Rumah Boyang memiliki atap yang berbentuk prisma dan memanjang dari depan hingga belakang rumah.

Pada penutup bubungan terdapat ornamen ukiran bungan melati dan pada ujung bawah atap terdapat ukiran berbentuk burung atau ayam jantan.

Pada bagian atas bubungan dipasang ornamen yang tegak ke atas yang disebut teppang.


Baca Juga: Rumah Adat Batak


Proses Pembangunan Rumah Adat Boyang

rumah tradisional sulawesi barat
Sumber: kumpulanilmu.com

Proses pembangunan pada rumah adat ini cukup panjang. Tetapi proses ini berfokus pada siapa yang akan menghuni rumah, karena menyangkut status sosial dan mengetahui jenis bangunan apa yang akan dibangun.

Pemilihan rumah dilakukan dengan musyawarah yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat serta dihadirkan tukang rumah yang disebut pappapia boyang.

Waktu juga menjadi hal yang penting dalam proses musyawarah yang dilakukan sebelum membangun rumah yang disebut putika.

Masyarakat percaya bahwa ada waktu yang baik dan waktu yang buruk untuk membangun rumah.

Waktu baik selalu dihubungkan dengan keberuntungan dan keselamatan dan waktu buruk selalu dihubungkan dengan bala, bencana, dan ketidakmujuran atau sial.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Boyang

rumah boyong
Sumber: busayaindonesia-astri.blogspot.com

Ruangan dalam rumah adat ini disebut Lontang. Setidaknya ada 7 ruangan yang terdapat dalam rumah ini.

Ketujuh ruangan tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu 3 ruangan untuk Lontang Utama dan 4 ruangan untuk Lontang Tambahan. Untuk lebih detailnya, simak penjelasan berikut.

NoBagian Rumah Adat Sulawesi BaratSub Bagian
1Lotang utamaSamboyang, tangga boyang, bui boyang
2Lotang tambahanTapang, paceko, lego-lego, naong boyang.

1. Lotang Utama

  • Samboyang

Samboyang terletak pada bagian paling depan. Memiliki ukuran yang cukup lebar dan berfungsi untuk menerima tamu. Ruangan ini juga biasa digunakan sebagai tempat tidur bagi tamu jika menginap.

Selain fungsi tadi, ruangan ini digunakan sebagai tempat menyelenggarakan acara adat atau hajatan yang dilakukan dalam rumah dan tempat membaringkan mayat sebelum di bawa ke kubur.

Aktivitas antar anggota keluarga jarang sekali dilakukan di ruangan ini, dikarenakan untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kerapian ruangan.

  • Tangnga Boyang

Tangnga Boyang merupakan ruangan keluarga yang berfungsi sebagai tempat berukumpul dimana keluarga melakukan aktivitas sehari-hari dan berhubungan sosial.

Ruangan ini terletak di sebelah ruang samboyang dan memiliki ukuran yang lebih lebar jika dibandingkan dengan samboyang.

  • Bui Boyang

Ruangan ini terletak di bagian paling belakang dalam rumah. Bui Boyang adalah ruangan untuk tempat tidur yang digunakan oleh penghuni rumah.

Terdapat beberapa kamar atau songi yang mempunyai ukuran yang berbeda tergantung siapa yang menghuninya.

2. Lotang Tambahan

  • Tapang

Ruangan ini terletak pada bagian loteng rumah. Tapang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan barang atau gudang.

Pada zaman dahulu Tapang digunakan sebagai kamar untuk calon pengantin. Karena letaknya yang tersembunyi. Ruangan ini memiliki simbol bahwa pengantin harus suci.

  • Paceko

Merupakan ruangan yang dibangun menyilang dengan bangunan utama. Ruangan ini mempunyai ukuran yang hampir sama dengan ruangan lain.

Paceko berfungsi sebagai dapur rumah tempat untuk mengolah bahan makanan untuk dikonsumsi oleh semua anggota keluarga.

Terdapat sebuah ruangan yang disebut pettetemeangang atau kamari mandi pada bagian ruangan ini.

  • Lego-Lego

Lego-lego terletak di bagian paling depan rumah, tetapi tidak memiliki dinding.

Bagian ini berfungsi sebagai tempat bersantai, tempat duduk bagi tamu sebelum masuk kedalam rumah, dan tempat menonton acara  di halaman depan rumah. Dinding bangunan ini dihiasi dengan ornamen atau ukiran yang indah.

  • Naong Boyang

Naong Boyang adalah kolong rumah pada rumah Boyang. Di tempat ini terdapat berbagai fungsi diantaranya :

  • Tempat untuk memelihara ternak yang disimpan di kandang yang bernama rambang. Hewan yang dipelihara seperti ayam, itik, dan kuda.
  • Tempat untuk menyimpat alat-alat tani atau melaut.
  • Tempat untuk menenun kain sarung bagi kaum wanita atau manette.
  • Tempat untuk berteduh bagi orang yang lewat pada saat hujan.

Seringkali tempat ini digunakan sebagai tempat upacara, namun banyak rumah yang dimodifikasi dengan memberi dinding dan lantai permanen yang asalnya hanya tanah pada naong boyang.

Makna Filosofi Rumah Adat Boyang

rumah boyong
Sumber: pinterest.com

Setiap rumah adat tradision di berbagai daerah pasti memiliki keunikan dan aturan khusus dalam pembangunan dan penataan rumah. Hal ini tidak terkecuali bagi rumah adat Boyang,

Adapun beberapa filosofi yang terkandung dalam rumah adat Boyang, diantaranya yaitu :

  1. Bangunan rumah ini harus menghadap ke arah timur atau ke arah terbitnya matahari. Hal ini dipercaya oleh masyarakat Mandar sebagai simbol keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan. Tetapi setelah agama Islam datang, arah barat juga baik karena mengarah langsung pada kiblat.
  2. Terdapat makna filosofis yang terkandung dari setiap ornamen atau ukiran dalam rumah adat Boyang yang diyakini oleh penduduk sebagai identitas sosial dari suku Mandar.

Jenis & Nama Rumah Adat Boyang

rumuah suku mandar
Sumber: gpswisata.com

Terdapat status sosial yang mempengaruhi jenis bangunan rumah untuk dihuni oleh masyarakat Sulawesi Barat.

Hal tersebut menjadikan rumah adat Boyang dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Rumah Adat Boyang Adaq

Rumah adat ini hanya digunakan atau dihuni oleh masyarakat yang mempunyai status sosial yang tinggi seperti kalangan bangsawan dan keturunannya.

Masyarakat seperti itu adalah kalangan yang menghuni rumah adat Boyang Adaq.

Terdapat ornamen tumbaq layar yang memiliki susunan tiga hingga tujuh susun.

Susunan tersebut melambangkan strata sosial bagi pemilik rumah. Semakin banyak susunan pada rumah itu maka dipastikan pemiliki rumah memiliki derajat yang tinggi atau memiliki jabatan bangsawan.

2. Rumah Adat Boyang Beasa

Rumah adat ini digunakan oleh masyarakat biasa. Tidak seperti rumah boyang adaq, rumah ini memiliki satu susun tangga saja.

Selain itu juga pada bagian tumbaq layar hanya memiliki satu susunan saja. Meskipun berbeda tetapi kedua rumah tersebut menggunakan atap rumbiah sebagai atapnya.

Yuk baca juga tulisan seputar kuda di horseasy, dijamin informatif.

Penutup

Dari tulisan di atas kita dapat mengenal lebih dalam mengenai rumah adat Sulawesi Barat, mulai dari filosofi, bentuk atau arsitektur, jenis hingga ciri khasnya.

Baca juga tulisan lain mengenai rumah adat, salah satunya rumah adat Sulawesi Tenggara yang unik.

Semoga tulisan tentang rumah adat Sulawesi Barat ini menjadi informasi yang berguna!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com