Sejarah Industri

  • 5 min read
  • Feb 23, 2021
sejarah industri
Dianisa Utami
Latest posts by Dianisa Utami (see all)

Sejarah industri – Kesempatan ini kita masih akan membahas mengenai industri, namun tentu berbeda dengan pembahasan-pembahasan sebelumnya. Kali ini saya akan membahas menganai sejarahnya.

Sejarah industri sendiri tidak bisa dilepaskan hubungannya dengan revolusi industri yang terjadi antara 1750-1850.

Revolusi industri merupakan salah satu pembahasan yang tak terpisahkan dengan sejarah, dimana revolusi ini masih memeliki pengaruh bagi perindustrian saat ini.

Bagi mereka yang pernah atau sedang menempuh pendidikan di Teknik Industri, tentu pembahasan ini adalah makanan sehari-hari, bahkan bisa jadi sudah hafal diluar kepala.

Tidak ada salahnya bagi kalian mempelajari mengenai dunia industri termasuk di dalamnya sejarah dan revolusinya.

Lansung saja mari kita bahas satu-persatu.

Materi Sejarah Industri Lengkap

sejarah industri

Awal mula keberadaan industri yaitu dari profesi seorang tukang atau juru pada jaman dahulu. Seperti yang kita tahu manusia pada jaman purba selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Kemudian setelah masa itu, manusia baru memasuki jaman diman manusia tinggal secara menetap.

Pada jaman inilah cikal bakal industri dimulai.  Saat manusia telah menetap dan memiliki tempat tinggal, manusi telah memiliki propesi seperti, menjadi nelayan, pemburu, pemetik teh dan lain sebagainya.

Propesi-propesi tersebut tentu membutuhkan peralatan, nah maka munculak tukang-tukang yang membuat peralatan yang dibutuhkan, pandai besi dan pengrajin diantaranya.

Menjadi seorang tukang dan pengrajin pada masa itu merupakan pekerjaan yang terhormat, dimana untuk menjadi seorang tukang diharuskan magang terlebih dahulu.

Pola magang telah diterapkan, agar tukang dan pengrajin yang dihasilkan benar-benar paham akan pekerjaannya sebagai tukang dan pengrajin.

Berdasarkan sejarah, pada waktu itu sampai terbentuknya gilda, atau pada masa sekarang asosiasi dan perhimpunan.

Pada abad pertengahan sektor pertambangan mengalami kemajuan yang begitu pesat, dimana kemajuan tersebut mendorong perkembangan dalam teknologi permesinan.

Salah satu penemuan pada masa itu adalah mesin uap, yang selanjutnya memacu perdagangan besar-besaran dibidang permesinan.

Awal abad 19 merupakan awal dimana pembangunan pabrik dimulai, seperti pabrik tekstil, kapal, baja, mobil dan kereta api, yang selanjutnya berkembang muculnya industri kimia dan farmasi.

Sejak munculnya pabrik-pabrik, maka terjadilah yang disebut dengan industrialisasi yang mana memproduksi barang secara masal.

Produk barang secara masal berimbas pada pemanfaatan tenaga kerja atau yang disebut buruh dalam jumlah yang begitu besar pula. Maka disinilah revolusi industri dimulai.

Revolusi Industri Awal Mula Industri Modern

industri 4.0

Revolusi industri merupakan sebuah peristiwa dimana industri dunia mulai memanfaatkan mesin dalam mengerjakan segala halnya.

Tentu saja hal tersebut membawa perubahan yang signifikan di dunia industri, sebab suatu pekerjaan yang tadinya dikerjakan oleh manusia secara keseluruhan harus digantikan oleh peranan mesin.

Revolusi industri sendiri merupakan sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis Auguste Blanqui pada abad XIX, yang sampai saat ini dikenal sebagai masuknya abad modern.

Berdasarkan sejarah, revolusi industri tidak hanya terjadi satu kali, bahkan bisa kita katakan terjadi berulang. Seperti yang saat ini sedang hangat-hangatnya yaitu terkait industri 4.0.

Berikut ini merupakan fase-fase revolusi Industri.

#1. Revolusi Industri 1.0

Revolusi ke satu dibidang industri terjadi dengan digantikannya pekerja pemintal benang dengan mesin. Mesin pemintal benang sendiri ditemukan dan dibuat pertama kali oleh James Hargreaves (1767) yang disebut dengan spining jenny.

Tidak hanya itu saja, setelah ditemukannya spining jenny, berikutnya ditemukanlah mesin uap yang selanjutnya memicu pembuatan industri kereta api uap pertama.

Pada intinya revolusi industri pertama terjadi karena adanya perubahan dari yang sifatnya konvensional ke dalam bentuk yang lebih modern.

#2. Revolusi Industri 2.0

Sejarah industri dan revolusinya dianggap sebagai sejarah besar dunia, dengan alasan revolusi industri mulanya hanya terjadi di Inggris. Akan tetapi tidak lama kemudian menyebar ke Jerman, bahkan melintasi benua sampai ke Amerika Serikat. Hal inilah yang menjadikan revolusi industri merupakan sejarah besar peradaban umat manusia.

Revolusi industri fase kedua ini berbeda dengan revolusi kesatu, dimana lebih menitik beratkan pada perkembangan teknologi, seperti pembangunan rel, inndustri besi dan baja serta peluasaan penggunaan mesin di berbagai sektor.

Namun tahukah kalian, revolusi industri tidak serta merta terjadi begitu saja. Terdapat penyebab dan faktor-faktor yang mendorong hal tersebut terjadi, diantaranya sebagai berikut.

NoFaktor Revolusi Industri 2.0
1Tejadinya abad pencerahan di eropa
2Stabilitas keamanan dalam negeri
3Berkembangnya kolonialisme
4Pengusaha mudah mendapatkan modal
5Munculnya hak cipta
6Urbanisasi
7Produksi masal
Tabel faktor revolusi industri 2.0

A. Terjadinya Abad Pencerahan di Eropa

Aban pencerahan atau aufklärung yang terjadi di Eropa, memiliki peran yang penting, dimana dengan adanya kejadian ini manusia terdorong untuk menemukan hal yang dapat berguna bagi kehidupan masyarakat serta mengunakan akal dan pikiran mereka semaksimal mungkin.

Sehingga tidak heran, setelah terjadinya abad pencerahan, manusia banyak melakukan penemuan yang mendorong lahirnya revolusi industri.

B. Stabilitas Keamanan Dalam Negeri

Setelah terjadinya revolusi di Inggris pada tahun 1688, kondisi Inggris begitu stabil. Hubungan pemerintahan dan masyarakatnya yang semakin harmonis, membuat inggris mengalami percepatan dalam segala hal. Ditambah Skotlandia bergabung dengan Inggris.

C. Berkembangnya Kolonialisme

Sejarah telah mencatat bahwa Inggris pada masa lalu merupakan Negara penjajah. Jajahan mereka membentang dari benua Amerika hingga Afrika.

Hal ini tentu dimanfaatkan Inggris sebaik mungkin, termasuk memasarkan barang industrinya.

D. Pengusaha Mudah Mendapatkan Modal

Inggris pada waktu itu mengalami perkembangan yang luar biasa maju, hal ini dikarenakan perdagangan yang dilakukan dengan dunia timur.

Keberhasilan Inggris dalam melakukan perdagangan dengan dunia timur membuat mereka memiliki banyak uang, sehingga Bank Nasional mereka memiliki modal yang banyak.

Imbasnya, para pengusaha di Inggris sangat mudah meminjam modal serta mengembangkan usaha mereka.

E. Munculnya Hak Cipta

Banyaknya penemuan di Inggris di dukung dengan payung hukum yang jelas, yaitu melindungi setiap penemuan, salah satunya yang disebut dengan hak paten.

Dengan adanya hak paten ini, para ilmuan Inggris berlomba-lomba untuk melakukan dan menciptakan inovasi.

F. Urbanisasi

Banyaknya lahan pertanian yang dipagar pada masa itu, membuat masyarakat pedesaan terpaksa mencari pekerjaan baru di kota-kota.

G. Produksi Massal

Meningkatnya permintaan serta kebutuhan barang di masyarakat secara luas, memaksa industri harus memproduksi barang secara masal.

Selain itu Inggris juga termasuk negara dengan produksi barang yang sangat berkualitas. Hal inilah yang meningkatkan permintaan barang begitu banyak di Inggris.

#3. Revolusi Industri 3.0

Diyakini revolusi industri ketiga atau yang dikenal dengan revolusi industri 3.0 dimulai pada awal abad ke 20 yaitu tahun 1970 an.

Dimulainya revolusi industri 3.0 ditandai dengan dimulainya penggunaan electronic serta sistem informasi dan otomasi.

Minculnya sistem otomasi berbasis komputer, menjadikan pengontrolan produksi dilakukan dengan otomatis.

Sehingga berdampak pada biaya produksi yang lebih murah, jika dibandingkan dengan menggunakan manusia secara keseluruhan.

#4. Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri keempat atau yang lebih populer disebut 4.0, baru sajakan dimulai pada tahun2020.

Akan tetapi ciri-cirinya sudah mulai dapat diliahat dari sekarang dengan ditandai penggunakan sistem teknologi informasi dalam Industri.

Revolusi industri 4.0 mulai digagas di Jerman, bahkan mereka telah menerapkannya. Kemudian yang menjadi menarik, akankah revolusi industri 4.0 ini berdampak buruk pada penyerapan sumber daya manusia yang ada.

Dampak Revolusi Industri

dampak revolusi industri

Revolusi industri membawa dampak yang luas bagi kehidupan masyarakat, baik itu positif maupun negatif. berikut ini merupakan dampak-dampak yak ditimbulkan dari revolusi industri, baik itu sosial, ekonomi maupun politik.

  1. Sosial
  2. Ekonomi
  3. Politik

#1. Bidang Sosial

Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh revolusi industri dibidang sosial diantaranya adanya kesenjangan antara si majikan dan buruh, buruh dibayar dengan upah rendah serta banyak terjadinya urbanisasi.

#2. Bidang Ekonomi

Dampak yang ditimbulkan dari revolusi industrii di bidang ekonomi ialah,  perekonomian negara semakin membaik, usaha kecil gulung tikar karena tidak dapat bersaing dengan industri-industri besar.

#3. Bidang Politik

Dampak yang ditimbulkan di bidang politik adalah munculnya gerakan sosialis, adanya imperialisme dengan wajah baru, serta munculnya banyak partai politik.

Sejarah industri pada nyatanya memang berkaitan erat dengan revolusi industri dari waktu ke waktu, tentu hal ini akan banyak mendatangkan banyak pelajaran bagi generasi setelahnya.

Hakikatnya industri terus berkembang, maka sangat wajar sekali jika industri terus berevolusi. Namun jangan samapi revolusi industri selalu memakan korban, apalagi dalam jumlah yang banyak.

Sekian tulisan mengenai sejarah industri semoga bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com