Pakaian Adat Jawa Timur

  • 5 min read
  • Jun 29, 2020
pakaian adat jawa timur
Satella
Latest posts by Satella (see all)

Guratgarut.com – Pakaian adat provinsi Jawa Timur seringkali dilambangkan dengan baju khas Madura dengan motif garis berwarna merah dan putih dengan kemeja berwarna hitam, bukan baju kebaya pada buku pelajaran SD.

Hal tersebut dilakukan sebagai pembeda saja, karena baju kebaya juga merupakan baju adat tradisional Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain itu Madura juga merupakan wilayah yang termasuk pada provinsi Jawa Timur.

Terdapat beberapa ciri khas yang hanya dimiliki oleh pakaian adat tradisional Jawa Timur seperti pada aksesoris dan motif yang digunakan, dimana tentu saja memiliki makna dan nilai filosofi tersendiri.

Baca Juga: Pakaian adat Papua

Mengenal Pakaian Adat Jawa Timur

baju adat jawa timur

Pakaian adat tradisional Jawa Timur pada umumnya merupakan baju yang digunakan pada acara-acara resmi atau yang bersifat formal. Seperti pakaian mantenan yang hanya digunakan pada saat acara pernikahan saja.

Tetapi ada juga masyarakat Jawa Timur yang menggunakan pakaian adat di luar acara formal, seperti pada masyarakat Madura yang masih sangat kental terhadap adat-istiadat setempat. Baju tersebut biasanya digunakan sebagai pakaian keseharian mereka.

Walaupun banyak wilayah di Indonesia yang mengalami kemunduran dalam pelestarian kebudyaan, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang tetap kokoh menjaga pelestarian budaya mereka dalam menghadapi kemajuan teknologi di zaman modern ini.

Baca Juga: Pakaian adat Bali

Ciri Khas Pakaian Adat Jawa Timur

pakaian adat tradisional jawa timur

Sebagai salah satu pakaian yang terkenal di Nusantara, pakaian adat Jawa Timur tentu saja memiliki ciri khas yang dapat membedakan dengan pakaian adat lain.

Ciri khas tersebut terletak entah itu pada aksesoris seperti penutup kepala, kain yang digunakan, motif dan juga makna atau nilai filosofi yang ada pada pakaian tersebut.

Adapun ciri khas yang terdapat pada pakaian adat Jawa Timur sebagai berikut :

NoCiri Khas Pakaian Tradisional Jawa Timur
1Senjata
2Ikat Pinggang
3Sandal
4Ikat Kepala
5Sarong Bahan
Ciri khas pakaian tradisional Jawa Timur

1. Senjata

keris

Senjata merupakan aksesoris tambahan yang wajib digunakan pada saat pemakaian beberapa pakaian adat Jawa Timur. Aksesoris ini tentu saja hanya digunakan oleh para pria, dan diselipkan pada bagian belakang pinggang.

Senjata tersebut memiliki arti sebagai alat untuk melindungi diri, bukan sebagai alat untuk menyerang orang lain.

Ada banyak macam senjata yang terdapat di provinsi Jawa Timur seperti

  1. Lancor ayam
  2. Celurit
  3. Clonot
  4. Dll.

Tetapi senjata yang digunakan dalam pakaian adat tersebut ialah senjata keris.

Khusus untuk pakaian adat Jawa Timur hanya menggunakan senjata tradisional berupa keris.

2. Ikat Pinggang

ikat pinggang

Ikat pinggang merupakan aksesoris yang cukup penting dalam pemakaian baju adat. Ikat pinggang yang digunakan disebut dengan nama sabuk katemang raja atau seringkali disebut sebagai katemang kalep.

Sabuk ini memiliki bentuk yang cukup lebari jika dibandingkan dengan sabuk lain. Selain itu terdapat saku yang digunakan sebagai tempat menyimpan uang pada bagian depan.

Sabuk ini terbuat dari bahan berkualitas tinggi seperti kulit sapi berwarna coklat polos.

3. Sandal

sandal pernikahan perempuan

Sandal yang digunakan ialah sandal khas Jawa Timur yang bernama terompah atau tarumpah. Sendal ini terbuat dari kulit sapi berkualitas tinggi yang berwarna coklat.

Sandal terompah seringkali digunakan oleh pria yang dilengkapi penjepit pada bagian depan sebagai penjepit pada jari kaki. Sendal ini mempunyai bentuk yang terbuka dan cukup longgar pada bagian ujung ketika digunakan.

4. Ikat Kepala

ikat kepala

Terdapat aksesoris berupa penutup kepala yang cukup khas pada saat pemakaian beberapa pakaian adat Jawa Timur yaitu odheng atau udheng. Odeng merupakan sebuah kupluk (peci) yang memiliki motif batik khas Jawa Timur.

Terdapat dua buah macam odheng, yaitu odheng tapoghan dan odheng santepan. Adapun perbedaanya sebagai berikut :

  • Odheng Santepan

Odheng jenis ini memiliki bentuk segitiga dengan ukuran yang dapat diatur atau disesuaikan dengan lingkar kepala sang pemakai.

Odheng santepan seringkali disamakan dengan blangkon, tetapi terdapat perbedaan pada hiasan yang menyerupai tanduk. Selain itu terdapat motif batik pada kain yang digunakan seperti motif telaga biru (storjoan).

  • Odheng Tapoghan

Odheng tapoghan hampir sama dengan odheng santepan, tetapi memiliki bentuk yang lebih sederhana daripada odheng santepan. Memiliki bentuk segitiga yang dililikan pada bagian kepala, sehingga rambut tidak akan tertutup oleh kain.

Terdapat motif bunga pada salah satu bagian odheng, tetapi bisa diganti oleh motif soga.

Motif soga seringkali disebut motif lidah api yang memiliki warna merah terang. Bahan yang digunakan berupa kain batik yang dapat diubah sesuai dengan selera pemakainya.

5. Sarong Bahan

sarong bahan

Sarong bahan merupakan bagian bawahan yang digunakan untuk melengkapi pemakaian baju kebaya. Sarong tersebut terbuat dari bahan kain seperti kain sutra, kain katun atau satin yang memiliki kualitas terbaik.

Kebaya yang digunakan biasanya memiliki warna gelap atau netral, sedangkan untuk warna saring yang digunakan ialah warna yang cukup mencolok.

Warna yang digunakan seperti warna kuning keemasan dan putih sebagai dasar dengan motif kotak-kotak sebagai tambahan.

Jenis Pakaian Adat Jawa Timur

pakaian adat jawa timur

Setelah kita mengetahui sedikit tentang pakaian adat Jawa Timur dan ciri khas yang dimilikinya, sekarang kita akan membahas beberapa jenis pakaian yang cukup beragam, diantanya ialah :

NoJenis Pakaian Tradisional Jawa Timur
1Baju manten
2Kebaya rancongan
3Baju cak dan ning
4Baju pesa’an
5Penadon
Jenis pakaian tradisional Jawa Timur

1. Baju Manten

baju manten jawa timur

Baju manten atau baju mantenan merupakan pakaian adat yang cukup terkenal pada masyarakat Jawa pada umumnya. Pakaian ini mempunyai model seperti pakaian kebesaran para raja jaman dahulu.

Baju ini digunakan pada saat upacara pernikahan yang terbuat dari bahan dasar kain beludru hitam dengan motif kain berwarna emas.

Pada pengantin pria, menggunakan beskap hitam dengan potongan menyamping pada bagian depan dan belakang, selain itu bagian depan baju ini lebih panjang dibandingkan bagian belakang. Pada bagian bawah penggunakan kain batik merupakan suatu kewajiban dalam pemakaian baju adat ini.

Untuk pengantin wanita, terdapat kemben pada bagian dalam yang selanjutnya dilapisi oleh baju manten. Selain itu rambut wanita diberi sanggul khas yang menunjukan keunikan dan ciri khas masyarakat Jawa Timur.

Baju manten seringkali di hiasi dengan berbagai aksesoris seperti odheng, arloji rantai, kain selempang dan beberapa aksesoris lainya.

2. Kebaya Rancongan

kebaya rencongan

Kebaya rancongan merupakan baju yang digunakan sebagai pasangan baju pesa’an Madura. Kebaya ini memiliki model yang cukup sederhana dan terbilang memiliki bentuk yang dapat mengikuti bentuk tubuh.

Kebaya ini dapat dipadukan dengan sarong batik dengan motif lasem, strojan ataupun tebiruan. Selain itu terdapat aksesoris tambahan seperti sisir cucuk, giwang ataupun kalung emas yang berbentuk biji jagung.

3. Baju Cak dan Ning

baju cak dan ning

Baju cak dan ning merupakan pakaian yang digunakan pada sebuah kontes di Surabaya yang merupakan kontes pemuda-pemudi berprestasi dengan nama yang sama pemilihian cak dan ning.

Baju Cak merupakan sebutan bagi baju laki-laki, dimana mereka mengenakan beskap dan celana kain yang dilapisi jarik.

Terdapat sebuah saku yang terletak pada bagian dada sebelah kiri yang disematkan aksesoris berupa kuku macan serta saputangan berwarna merah. Selain itu pemakaian odheng menambahkan ke khasan pakaian adat Jawa Timur.

Sedangkan baju Ning merupakan baju perempuan yang terdiri dari kebaya dan jarik beserta tambahan berupa selendang yang dijadikan kerudung, dimana kerudung tersebut bermotif renda. Terdapat aksesori berupa anting, gelang dan selop.

Desain yang sederhana pada baju cak dan ning memberikan kesan menawan pada setiap orang yang menggunakannya.

4. Baju Pesa’an

Baju Pesa'an

Baju pesa’an merupakan pakaian khas masyarakat Madura. Sekilas baju ini mirip dengan pakaian adat khas Betawi, tetapi terdapat perbedaan yang mencolok yaitu pada kaos dalam yang digunakanya.

Kaos yang digunakan ialah kaos belang berwarna merah dan putih yang sangat khas bagi masyarakat Madura. Dipadukan dengan baju hitam yang tidak memiliki kancing dan celana longgar dengan panjang sampai mata kaki.

Baju ini sangat ikonik dan sangat terkenal secara nasional ataupun mancanegara. Seiring berjalanya jaman, baju ini dikenakan oleh kebanyakan masyarakat Jawa Timur, tidak dikenakan oleh masyarakat Madura saja.

Adapun bahan yang digunakan ialah kain cina ataupun bahan tetoran khas orang Madura.

5. Penadon

penadon

Penadon merupakan baju yang berasal dari daerah Ponorogo yang terkenal sebagai kota reyog. Sebenarnya baju ini merupakan kaos yang mirip pada baju pe’sa an yang berasal dari daerah Madura.

Perbedaanya terdapat pada gambar yang terdapat pada kaos tersebut. Baju pe’sa an cenderung tidak memiliki warna hanya bermotifkan garis berwarna merah dan putih. Sedangkan baju penadon memiliki gambar tambahan berupa gambar kesenian khas reog ponorogo.

Baca Juga: Pakaian adat Aceh

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai pakaian adat tradisional provinsi Jawa Timur lengkap dengan penjelasan umum, ciri khas dan jenis-jenis nya.

Masyarakat Jawa Timur merupakan masyarakat yang menjungjung tinggi adat istiadat, salah satunya ialah menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang.

Sehingga budaya yang dimilikinya masih asli yang dapat menunjukan identitas budaya mereka sebagai masyarakat Jawa Timur.


Apabila ada hal yang ingin disampaikan, silahkan tulis di kolom komentar atau kirim pesan melalui [email protected]

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com