Peribahasa Tentang Kuda

  • 3 min read
  • Jun 09, 2020
peribahasa tentang kuda
M Fachrurroji
Latest posts by M Fachrurroji (see all)

Guratgarut.com – Kuda merupakan salah satu hewan yang tangguh, dahulu dijadikan sebagai moda transportasi untuk menghantarkan seseorang. Tentu saja tulisan ini tidak akan membahas seputar kuda, melainkan pepatah atau peribahasa yang mengandung kata kata tentang kuda.

Adakah manfaat yang akan didapatkan dari peribahasa tentang kuda ini?

Tentu saja, seperti yang sering saya katakan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, kita dapat mengambil banyak hal dari peribahasa.

Contoh peribahasan tentang kuda:

kuda pelejang bukit

Nah semoga kalian juga dapat mengambil hal yang sama dari peribahasa tentang kuda ini, selamat membaca.

Peribahasa Lain:
> Peribahasa tentang ikan
> Peribahasa tentang ayam

Kumpulan Peribahasa Tentang Kuda

kuda di pantai

1. keledai hendak dijadikan kuda

Saya rasa peribahasa ini sangat populer di masyarakat kita, dari kecil saya sudah mendengan peribahasa ini. Bagaimana dengan kalian, apakah sama?

Peribahasa ini memiliki arti yaitu orang bodoh hendak disamakan dengan orang pintar. Seperti kita ketaui bersama, dari jaman dahulu keledai terkenal dengan kebodohan dan kemalesannya.

Hal tersebut jauh berbeda dengan kuda yang memiliki ketangkasan dan ketangguhan luar biasa. Maka tidaklah heran apabila kuda dijadikan kendaraan dalam berperang pada dahulu.

Jadi rasanya sangat konyol apabila ada seorang yang membandingkan sesuatu yang seharusnya tidak bisa dibandingkan.

2. Meminta tanduk kepada kuda

Sejak kapan kuda memiliki tanduk, sampai kapanpun rasanya kuda tidak akan memiliki tanduk, sebab mereka terlahir dan diciptakan dengan demikian.

Apa arti dari peribahasa “meminta tanduk kepada kuda”? Peribahasa ini memiliki arti seorang memiliki kehendak yang tidak mungkin untuk di dapatkan, dalam artian adalah hal yang mustahil.

Jika hal ini dikaitakan dengan impian, mungkin seperti orang yang memiliki mimpi tinggi namun tidak bergerak untuk menggapainya.

Akhirnya muncul ketidakmungkinan di sana, bukan karena mimpi itu, melainkan karena sikap yang dilakukan.

3. Kuda pelejang bukit

Peribahasa ini memiliki arti seorang yang menjadi kaki tangan atau orang kepercayaan orang lain.

Menjadi kaki tangan itu tentu bukan pkerjaan hal yang mudah, ada beban dan amanah yang ditanggung di sana.

Terlebih di jaman sekarang ini, orang yang jujur barang kali sudah amat sedikit. Hal ini terlihat dari para pejabat di negeri ini.

Meskipun menjadi kaki tangan nampak mudah, sebab hanya mengikuti instruksi saja, pada hal tidaklah demikian.

4. Rumput mencari kuda

Saat ini mungkin banyak terjadi hal semacam ini, memang apa sih arti dari peribahasa di atas? Artinya seorang perempuan yang mencari laki-laki.

Pada jaman modern, pertukaran informasi sudah sangat tidaklah karuan. Pertukaran informasi ini pada akhirnya sedikit memberikan hal yang dirasa negatif oleh sebagian orang.

Bukan hanya laki-laki saja yang mencari perempuan, namun sebaliknya juga banyak dilakukan.

Hal ini tentu bukanlah yang salah, akan tetapi menjadi salah ketika dibarengi dengan pergaulan yang kebablasan dan tanpa batasan.

5. Tuah anjing, celaka kuda

Arti dari peribahasa ini ialah nasib manusia tidaklah sama, ada yang beruntung dan ada juga yang celaka.

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di ahirat kelak juga.

Keberuntungan tersebut harus dibarengi dengan doa dan ikhtiar, sebab nasib baik tentu tidak akan datang begitu saja, tetap harus diusahakan.

Hal yang dapat kita ambil dari peribahasa atau pepatah tentang kuda ini sebetulnya ialah tentang setiap orang telah dijamin kehidupannya oleh sang pencipta. Tidak perlu risau ketika dengan kehidupan orang lain.

Fokuslah dengan kehidupan sendiri, dan sebisa mungkin menebar manfaat serta kebaikan untuk banyak orang.

Selain menjadi peribahasa kuda, peribahasa ini juga dikenal sebagai peribahasa anjing.

6. Seperti kuda lepas dari pingitan

Peribahasa ini menunjukan tentang kebebasan, seorang yang tadinya merasa terkungkung dan pada akhirnya bebas.

Orang-orang yang demikian ini girangnya bukan main, beberapa dialami oleh anak-anak yang tadinya tinggal di lingkungan ketat, dan kemudian mendapatkan kebebasan.

Hal ini tentu tidak salah, namun yang salah saat menyikapi ini terlalu berlebihan, dan akan menimbulkan hal-hal negatif yang dapat merugikan.

Maka untuk itu dalam hal apapun, sebaiknya kita tidaklah berebihan, sewajarnya saja agar tidak mendimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.


Demikian peibahasa tentang kuda yang dapat saya rangkum. Semoga tulisan ini menambah pengetahuan dan wawasan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - guratgarut.com