1

Pakaian Adat Sumatera Barat

Tulisan ini berisi penjelasan mengenai pakaian adat Sumatera Barat dimulai dari penjelasan, nilai filosofi dan berbagai jenisnya.


Guratgarut.com – Provinsi Sumatera Barat berbatasan dengan empat buah provinsi lain seperti provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Bengkulu. Provinsi ini memiliki ibukota kota Padang dan juga sebagai rumah bagi masyarakat etnis suku Minangkabau.

Suku Minang terkenal mempunyai bermacam kebudayaan yang sangat kaya dengan makna dan nilai filosofi yang terkandung didalamnya seperti, rumah adat, alat musik, tari tradisional hingga pakaian adat tradisionalnya.

Pakaian adat tradisional masyarakat Minang memiliki ciri khas yang unik pada penutup kepala berbentuk perahu terbalik karena mirip sekali dengan atap rumah adat mereka.

Selain itu busana ini terkenal sebagai busana yang tertutup sebagai perwujudan etika dan norma yang ada.

Untuk lebih lengkapnya simak sampai tuntas penjelasan berikut ini.

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Provinsi Sumatera Barat

Pada umumnya masyarakat provinsi Sumatera Barat menganut agama Islam, maka tidak aneh jika pakaian adat yang dikenakan terkesan sederhana dan tertutup.

Terdapat istilah ” dibuang sepanjang adat ” yang berarti jika ada seseorang yang murtad (keluar dari agama Islam), maka akan dianggap keluar dari masyarakat Minang itu sendiri.

Kesederhanaan tersebut merupakan daya tarik bagi pengunjung yang datang entah itu pengunjung dari dalam ataupun luar negri.

Dalam kesederhanaanya terdapat banyak nilai-nilai filosofi yang terkandung dan tersebar dari berbagai bagian seperti warna, aksesoris sampai senjata yang dikenakan.

Untuk selengkapnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Jenis Pakaian Adat Tradisional Provinsi Sumatera Barat

Pakaian adat merupakan pakaian yang dapat menunjukan identitas suatu budaya pada satu masyarakat atau daerah yang ditempatinya.

Hal tersebut tentu saja berlaku untuk pakaian adat Sumatera Barat yang mempunyai setidaknya tiga buah jenis pakaian yang memiliki fungsi berbeda-beda satu sama lain, diantaranya :

1. Baju Penghulu

pakaian adat sumatera barat

Sumber: melek-huku.blogspot.com

Sesuai dengan nama yang dimilikinya, baju ini hanya digunakan oleh para kepala suku atau para pemangku adat di masa lalu. Terdapat sebuah makna filosofi dalam warna yang digunakan, warna tersebut merupakan warna hitam yang melambangkan kepemimpinan.

Baju penghulu merupakan baju kebesaran masyarakat adat Minangkabau dan tidak sembarangan orang dapat memakainya. Terdapat aturan dan tata cara yang telah digariskan oleh adat minang.

Busana ini terbuat dari bahan dasar yaitu kain beludru, lengkap dengan aksesoris yang digunakanya. Adapun berbagai macam aksesoris yang digunakan ialah sebagai berikut :

  • Deta / Destar

Deta atau destar merupakan penutup kepala yang dapat disamakan sebagai perhiasan yang digunakan oleh kaum pria. Deta ini dapat dibedakan dari bentuk dan bagian yang dapat memperlihatkan status seseorang yang memakainya, seperti deta raja alam, deta gadang (deta besar) yang digunakan penghulu, deta indomo saruaso yang bernama deta ameh (deta emas) dan lain sebagainya.

Dea terbuat dari kain berwarna hitam yang dililitkan secara rapi dan hati-hati sehingga menghasilkan banyak kerutan. Kerutan tersebut bukan hanya sekedar kerutan, tetapi mengandung arti berapa banyak undang-undang yang diketahui oleh seorang penghulu dan banyaknya kerutan menggambarkan akal budi seorang penghulu dalam segala lapangan.

  • Sasampiang

Sasampiang atau sesamping merupakan sebuah kain yang dipakai sebagai aksesoris yang digunakan untuk melengkapi baju penghulu yang diletakan pada bahu.

Kain ini memiliki warna merah yang berarti seorang penghulu pemberani. Terdapat benang makau atau benang warna-warni dengan ukuran yang cukup kecil. Benang ini mempunyai arti sebagai ilmu dan keberanian di atas kebenaran.

  • Sarawa

Sarawa merupakan bagian bawahan yang digunakan pada saat pemakaian baju penghulu. Bawahan ini berupa celana yang mempunyai ukuran cukup besar pada bagian kakinya yang berarti kebesaranya dalam memenuhi segala panggilan dan sebagai contoh yang patut di contoh dalam masyarakat sebagai pemangku adat.

  • Cawek

Cawek merupakan ikat pinggang dalam baju adat penghulu yang terbuat dari kain dan pada ujungnya terdapat jumbai-jumbai dan hiasan pucuk rebung. Cawek sendiri memiliki arti bahwa penghulu harus cakap dan sanggup menunjukan akal budinya.

  • Sandang

Sandang merupakan kain berwarna merah yang dikenakan pada pinggang dengan cara diikatkan dan menjadi salah satu aksesoris pelengkap baju penghulu.

Kain tersebut memiliki bentuk segi empat, terdapat makna dan arti dalam pemakaian sandang pada baju penghulu yaitu seorang penghulu harus wajib dan patuh pada hukum adat yang ada di masyarakat Minang.

  • Keris

Selain berbagai busana dan kain yang digunakan, terdapat aksesoris senjata berupa keris yang disisipkan pada pinggang. Keris tidak diperuntukan dan digunakan oleh sembarang orang (bukan penghulu) yang hanya dapat menyimpannya saja.

Terdapat aturan khusus seperti meletakan keris yang harus ke kiri bukanya ke kanan walaupun lebih mudah mengambil keris jika diletakan ke kanan.

Aturan tersebut memiliki arti bahwa para penghulu harus berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan tidak cepat mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Selain itu keris memiliki arti sebagai bentuk kepemimpinan yang merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab yang besar.

  • Tungkek

Tungkek atau tongkat merupakan salah satu pelengkap yang ada dalam pemakaian baju penghulu. Tongkat ini digunakan untuk menunjukan penghulu memiliki wibawa yang tinggi dan seseorang yang dituakan dalam masyarakat tersebut.

2. Baju Lilampeh Rumah Nan Gadang

baju lilampeh

Sumber: fokusriau.com

Baju yang dianggap sebagai baju kebesaran bagi para kaum wanita masyarakat Minang ialah baju lilampeh rumah nan gadang.

Lilampeh sendiri berarti tiang tengah pada sebuah bangunan dan tempat memusatkan segala kekuatan pada tiang-tiang lainya.

Hal tersebut berarti bahwa wanita pada masyarakat Minang merupakan tiang utama dalam keluarga masyarakat minang, karena masyarakat Minang menggunakan sistem kekerabatan matrilineal.

Terdapat beberapa bagian yang merupakan penyusun utama dan aksesoris yang digunakan dalam baju liilampeh rumah nan gadang, diantanya :

  • Baju Batabue

Baju batabua merupakan baju yang digunakan dan memiliki ciri khas pada pemakaian benang emas / ditaburi emas. Tabur emas ini memiliki arti sebagai kekayaan alam yang ada di Minangkabau.

Terdapat berbagai macam corak atau motif yang digunakan sekarang, tetapi masih memiliki ciri khas adat suku Minangkabau.

  • Minsie

Minsie merupakan bis tepi dalam baju yang diberi imbuhan kain atau benang emas. Minsie ini mempunyai arti yang dapat menunjukan demokrasi dalam tatanan masyarakat Minang yang begitu luas, tetapi masih dalam batas aturan dan adat yang ada pada masyarakat Minang.

  • Tengkuluk

Tengkuluk atau tingkuluak merupakan hiasan penutup kepala yang sangat khas karena memiliki bentuk tanduk kerbau atau seperti perahu terbalik. Bentuk tersebut merupakan bentuk yang sama pada atap rumah adat provinsi Sumatera Barat.

  • Lambak

Lambak atau sarung merupakan bawahan yang digunakan pada baju saat pemakaian baju lalimpeh baju nan gadang. Sarung ini memiliki cukup banyak ragam seperti ada yang bersongket ataupun ada juga yang berikat. dapat menutupi bagian bawah badan sampai kaki yang menunjukan kesan sopan saat dipandang.

  • Salempang

Salempang merupakan aksesoris yang terbuat dari kain songket dan berfungsi sebagai selendang. Selendang ini digunakan pada pundak sang pemakainya dan memiliki arti bahwa wanita wajib memiliki rasa kasih sayang terhadap seluruh keturunanya.

  • Dukuah

Dukuah atau kalung yang merupakan aksesoris berupa perhiasan yang digunakan dan memiliki macam yang cukup beragam.

Ada yang disebut kalung perada, daraham, cekik leher, kaban, manik pualam dan dukuh panyiaram. Dukuah sendiri memiliki arti bahwa seorang lalimpeh selalu dalam lingkaran kebenaran seperti kalung yang melingkar pada leher sang pemakai.

  • Galang

Galang atau gelang merupakan perhiasan yang diletakan melingkar pada tangan yang digunakan untuk menjangkau dan mengerjakan segala sesuatu.

Gelang ini memiliki arti bahwa dalam hidup ini semuanya memiliki batas dan dalam pengerjaan sesuatu harus disesuaikan pada kemampuan yang dimiliki.

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pakaian adat provinsi Sumatera Barat dimulai dari penjelasan umum, ciri khas, makna, nilai filosofi dan jenis pakaian tersebut.

Pakaian ini mempunyai banyak nilai-nilai filsofi yang kaya akan nilai budaya dan adat masyarakat Minang. Selain itu warisan nenek moyang ini harus selalu di lestarikan agar tidak hilang dan punah.

Sekian dan terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply