alat musik ntb
Alat Musik Tradisional

Alat Musik NTB

Artikel tentang alat musik tradisional NTB (Nusa Tenggara Barat) ini setidaknya akan memberikan pengetahuan mengenai jenis alat musik apa saja yang terdapat di daerah tersebut.


guratgarut.com – Siapa yang tidak mengenal Nusa Tenggara Barat, sebuah wilayah Indonesia tengah yang sangat eksotis, terkenal di dalam dan luar negeri.

Nusa Tenggara Barat bukan tanpa alasan menjadi sebuah wilayah yang disenangi, hal ini karena keindahan alam dan kekayaan budayanya.

Salah satu budaya NTB yang menarik untuk kita telusuri ialah alat musik tradisionalnya. Setidaknya NTB memiliki 7 jenis alat musik yang paling populer.

Mengenal Alat Musik Tradisional NTB

alat musik tradisional ntb
Sumber: provntb.go.id

Seperti yang telah saya singgung pada bagian sebelumnya, setidaknya Nusa Tenggara Barat memiliki 7 alat musik khas, apa saja itu? Berikut nama nama dari alat musik NTB.

NoNama Alat Musik NTB
1Sarone
2Genggong
3Gula Gending
4Serunai
5Satong Srek
6Gendang Belek
7Palompong/Cungklik
*Pembahasan lengkap pada bagian berikutnya.

Alat Musik NTB (Nusa Tenggara Barat)

Setelah kita mengetahui apa saja alat musik dari Nusa Tenggara Barat, pada bagian ini akan dipaparkan dengan jelas dan menyeluruh, meliputi cara memainkan, matrial yang digunakan, hingga kalau perlu asal usulnya.

1. Sarone

sarone
Sumber: youtube.com

Menurut beberapa informasi, sarone adalah sebuah alat musik tradisional yang berasal dari Kabupaten Bima Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Alat musik yang termasuk ke dalam aerofon berlidah ini dimainkan dengan cara ditiup. Sekilas jika kita perhatikan, lebih mirip dengan suling atau seruling.

Beberapa di antaranya ada yang menyebutkan, bahwa sarone adalah alat musik tipe klarinet (sejarah alat musik klarinet baca di sini), hal ini didasarkan dengan banyaknya jumlah lidah yang dimiliki sarone. Masyarakat setempat mengenal lidah dari sarone sebagai lera.

Meskipun memiliki bentuk yang menyerupai suling, sarone terlihat juga seperti tabung yang semakin lama akan terlihat semakin membesar.

Sama halnya dengan suling, sarone memiliki lubang pada bagian atas, dengan fungsi untuk menghasilkan nada.

Lubang yang dimiliki sarone berbeda-beda, namun pada umumnya memiliki lubang 5 hingga 6.

Sarone dengan jumlah lubang 6 dan 5 akan menghasil nada yang berbeda, dimana jika lubang 5, nada yang dihasilkan do, re, mi fa, sol, sedangkan apabila lubang 6, maka nada akan memiliki si.

Bahan yang digunakan dalam membuat sarone ialah bambu ataupun lontar, kemudian dilubangi menggunakan kawat panas. Untuk ukuran dan jarak antar lubah telah ada perhitungannya sendiri.

2. Genggong

genggong
Sumber: detik.com

Genggong adalah alat musik dengan ukuran mungil, dapat digenggam hanya menggunakan satu tangan saja.

Alat musik NTB ini tidak dapat mengiringi semua musik, hanya dapat mengiringi lagu-lagu daerah dengan laras slendro.

Memainkan genggong akan terasa sulit, bahkan sedikit memusingkan untuk orang yang baru mengenalnya.

Langkah-langkah memainkan genggong

  1. Pegang genggong menggunakan tangan kiri.
  2. Gunakan tangan kanan untuk memetik.
  3. Letakan alat musik genggong di bibir.
  4. Petik atau tarik untuk menghasilkan nada.

Selain memainkan genggong terbilang cukup sulit, ternyata ada hal unik lain dari alat musik tradisional satu ini, yaitu dalam mengubah nada.

Bagaimana cara mengubah nada genggong?

Percaya tidak percaya, mengubah nada genggong menggunakan posisi pada mulut, artinya mulut digunakan sebagai resonator.

Apabila kalian tertarik dengan permainan genggong, dapat berkunjung ke NTB, sebab tidak sedikit di sana orang-orang yang masih aktif memainkannya.

3. Gula Gending

gula gending
Sumber: youtube.com

Alat musik gula gending adalah alat musik yang digunakan bersamaan dengan jajanan, maksudnya pedagang yang menjual gula kapas diiringi dengan alunan nada. Biasanya para pedagang akan mengelilingi desa untuk mencari pembeli.4. Serunai4. Serunai

Tujuan adanya alat musik gula gending yaitu untuk menarik perhatian pembeli, khususnya anak-anak.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan gula gending adalah seng sera tekstil yang memiliki bentuk fleksibel.

Perlu kalian ketahui juga, dalam Bahasa Sasak, tempat penyimpanan gula dinamakan tongkak. Nah benda inilah yang digunakan sebagai instrumen musik. Kotak-kota tongkak dipukul menggunakan tangan, sehingga menghasilkan nada-nada yang sesuai.

Sekilas memang cukup aneh, namun inilah Indonesia dengan keragaman dan keunikan budaya yang luar biasa, termasuk soal alat musik.

4. Serunai

serunai
Sumber: arteenmalasie.blogspot.com

Serunai adalah alat musik tradisional yang mirip dengan alat musik Banten, yaitu terompet. Nada yang dihasilkan pun begitu indah dan mempesona.

Seperti terompet pada umumnya, serunai memiliki bentuk besar di bagian ujungnya, sedangkan untuk bagian pangkal telihat sanagat kecil. Ukuran ujung yang besar memiliki fungsi untuk memperbesar suara.

Seruni cukup populer di kalangan masyarakat Nusa Tenggara Barat, karena sering digunakan dalam berbagai kegitan dan hiburan.

Suara serunai tidaklah jauh berbeda dengan terompet, yaitu keras dengan nada yang dihasilkan cukup tinggi.

Serunai dimainkan bersamaan dengan alat musik lain, entah itu untuk mengiringi upacara adat, lagu-lagu daerah, pencak silat, pernikahan dan lain sebagainya.

Matrial yang digunakan dalam pembuatan serunai ialah bambu, kayu, tanduk kerbau, batang padi ataupun daun kelapa.

Alat musik ini menjadi ciri khas dari NTB (Nusa Tenggara Barat). Kebanyakan yang memainkan alat musik ini adalah orang yang sudah tua.

5. Satong Srek

satong srek
Sumber: metif.blogspot.com

Satong srek adalah alat musik yang tidak akan kita temukan di daerah-daerah lain, kesederhanaan justru menjadi sebuah khas yang unik untuk ukuran alat musik tradisional.

Alat musik tradisional ini kerap menemani pertunjukan-pertunjukan orkestra di NTB (Nusa Tenggara Barat), terlebih dahulu belum terdapat alat musik modern seperti saat ini.

Selain dimainkan dalam orkestra, satong srek biasa juga mengiringi tarian-tarian tradisional, bahkan lagu daerah.Beberapa tarian yang menggunakan satong srek sebagai pengiring diantaranya;

  • Tarian badede
  • Tarian nguri
  • Tarian bulan kasandung
  • Dll

Matrial yang digunakan dalam pembuatan satong srek cukup sederhana, yaitu bambu dan seng.

Bambu yang masih gelondongan akan dipotong secukupnya, kemudian pada bagian atas permukaan ditambahkan seng kasar.

Seng kasar inilah yang menghasilkan nada dan suara khas, yaitu hasil dari gesekan atau pukulan.

Bagaimana menarik bukan satong kesrek ini?

Jika saya boleh berasumsi, nama kesrek mungkin diambil dari suara yang dihasilkan atau dari cara memainkannya, yang jelas orang NTB lebih paham dan mengerti akan hal ini 🙂

6. Gendang Beleq

gendang baleq
Sumber:umm.ac.id

Namanya cukup menarik untuk kita ketahui, dari mana sebenarnya alat musik ini berasal. Berdasarkan informasi dari beberapa literasi, gendang beleq merupakan alat musik tradisional Nusa Tenggara Barat yang berasal dari masyarakat Suku Sasak, Lombok.

Gendang beleq adalah jenis gendang dengan ukuran yang relatif besar dari gendang pada umumnya. Beleq diambil dari Bahasa Sasak dengan arti “besar”, dengan demikian nama ini meenggambarkan dari gendang tersebut.

Alat musik ini dijadikan pengiring dalam berbagai kegitan dan acara, baik tarian tradisional, lagu daerah ataupun dalam upacara-upacara adat.

7. Palompong/Cungklik

palompong
Sumber: pacmenclub.wordpress.com

Palompong atau cungklik adalah nama untuk alat musik tradisional NTB dengan jenis silofan, yaitu dimainkan dengan cara dipukul menggunakan 2 alat pemukul.

Memainkan palompong atau cungklik memang unik, sebab harus menggunakan posisi yang benar dan pas, yaitu dengan meletakan palompong di atas ke dua paha, sedang posisi dusuk dengan kaki lurus ke depan.

Alat musik ini tidak digunakan untuk acara yang sidatnya adat, melainkan untuk hiburan semata, dan dapat dimainkan solo alias sendirian saja.

Penutup

Alat musik khas atau tradisional merupakan salah satu budaya yang harus kita jaga dan lestarikan, salah satu caranya dengan mengetahui berbagai macam atau jenisnya.

Alat musik NTB ini tidaklah jauh berbeda dan unik dengan alat musik khas daerah lain, sebut saja alat musik dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Nah itu tulisan yang dapat saya sajikan, semoga menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *